Jelang Kedatangan Prabowo ke MK, Begini Kondisi Jalan Medan Merdeka Barat

Kompas.com - 24/05/2019, 14:23 WIB
Suasana di Jalan Medan Merdeka Barat dekat Gedung Mahkamah Konstitusi, Jumat (24/5/2019).KOMPAS.com/Ardito Ramadhan D Suasana di Jalan Medan Merdeka Barat dekat Gedung Mahkamah Konstitusi, Jumat (24/5/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Situasi di depan Gedung Mahkamah Konstitusi terpantau sepi pada Jumat (24/5/2019) siang pukul 13.30 WIB, atau jelang kedatangan calon presiden dan calon wakil presiden 02, Prabowo Subianto, untuk mendfatarkan gugatan sengketa hasil Pilpres 2019 ke MK.

Berdasarkan pantauan Kompas.com, hanya ada aparat keamanan dan awak media di Jalan Medan Merdeka Barat.

Sebab, jalan itu sudah diblokade dan tak bisa dilalui kendaraan umum.

Baca juga: Mahfud MD Apresiasi Prabowo Ajukan Gugatan Ke MK


Kendati demikian, pengamanan di sekitar Gedung MK terpantau cukup ketat. Para anggota Brimob tampak berada di sekitar Gedung MK dengan atribut lengkap.

Pasukan Marinir berbaret ungu juga tampak siaga dengan tameng dan pentungan di tangannya.

Kendaraan-kendaraan lapis baja juga diparkir di sepanjang Jalan Medan Merdeka Barat.

Beberapa kendaraan pengangkut personel TNI dan Polri juga melintas beberapa kali di depan MK.

Baca juga: MK Tetap Terima Permohonan Sengketa Pemilu meski Melebihi Tenggat

Kapolres Jakarta Pusat Kombes Harry Kurniawan mengatakan, kepolisian beserta TNI menurunkan 8 kompi atau 800 personel untuk mengamankan Gedung Mahkamah Konstitusi, Gambir, Jakarta Pusat.

Badan Pemenangan Nasional (BPN) pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno akan mengajukan permohonan sengketa hasil Pemilu Presiden (Pilpres) 2019 ke Mahkamah Konstitusi (MK), Jumat siang ini.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Sidang Praperadilan, Kivlan Zen Minta Penetapan Tersangka Dibatalkan

Sidang Praperadilan, Kivlan Zen Minta Penetapan Tersangka Dibatalkan

Megapolitan
Melihat Wajah Jakarta Melalui Ilusi Hologram

Melihat Wajah Jakarta Melalui Ilusi Hologram

Megapolitan
Anies Bilang Tak Punya Kewenangan untuk Desak Pemilihan Wagub

Anies Bilang Tak Punya Kewenangan untuk Desak Pemilihan Wagub

Megapolitan
Petugas UNHCR Mengecek Tempat Penampuan Pencari Suaka di Kalideres

Petugas UNHCR Mengecek Tempat Penampuan Pencari Suaka di Kalideres

Megapolitan
Putra Nunung Tak Tahu Ibunya Konsumsi Narkoba Jenis Sabu

Putra Nunung Tak Tahu Ibunya Konsumsi Narkoba Jenis Sabu

Megapolitan
Kivlan Zen Layangkan Surat Permohonan Penangguhan Penahanan ke Ryamizard Ryacudu

Kivlan Zen Layangkan Surat Permohonan Penangguhan Penahanan ke Ryamizard Ryacudu

Megapolitan
Situasi di Penampungan Imigran Kondusif Setelah Warga Afghanisatan dan Somalia Ribut

Situasi di Penampungan Imigran Kondusif Setelah Warga Afghanisatan dan Somalia Ribut

Megapolitan
Suami Pernah Ingatkan Nunung Berobat agar Berhenti Konsumsi Narkoba

Suami Pernah Ingatkan Nunung Berobat agar Berhenti Konsumsi Narkoba

Megapolitan
Sidang Praperadilan Empat Pengamen Cipulir Salah Tangkap Ditunda hingga Esok

Sidang Praperadilan Empat Pengamen Cipulir Salah Tangkap Ditunda hingga Esok

Megapolitan
Pimpinan DPRD DKI Sibuk Jadi Alasan Rapat Paripurna untuk Pilih Wagub Ditunda

Pimpinan DPRD DKI Sibuk Jadi Alasan Rapat Paripurna untuk Pilih Wagub Ditunda

Megapolitan
Beda Versi dengan Pertamina soal Penyebab Kecelakaan, Ini Kata Polisi

Beda Versi dengan Pertamina soal Penyebab Kecelakaan, Ini Kata Polisi

Megapolitan
Pedagang Keluhkan Sepinya Sentra Buku Pasar Kenari

Pedagang Keluhkan Sepinya Sentra Buku Pasar Kenari

Megapolitan
Nunung Sempat Coba Bohongi Polisi Saat Ditangkap di Rumahnya

Nunung Sempat Coba Bohongi Polisi Saat Ditangkap di Rumahnya

Megapolitan
Fraksi PKB DPRD DKI: Wagub Enggak Perlu-perlu Banget, Tidak Urgent

Fraksi PKB DPRD DKI: Wagub Enggak Perlu-perlu Banget, Tidak Urgent

Megapolitan
Sempat Ditunda, Sidang Praperadilan 4 Pengamen Korban Salah Tangkap Digelar

Sempat Ditunda, Sidang Praperadilan 4 Pengamen Korban Salah Tangkap Digelar

Megapolitan
Close Ads X