Syaikhu Keluhkan Pemilihan Wagub DKI Terlalu Lama

Kompas.com - 24/05/2019, 16:33 WIB
Mantan Wali Kota Bekasi Ahmad Syaikhu usai menjadi khatib shalat di Masjid Fatahillah Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (24/5/2019). KOMPAS.com/NIBRAS NADA NAILUFARMantan Wali Kota Bekasi Ahmad Syaikhu usai menjadi khatib shalat di Masjid Fatahillah Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (24/5/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Mantan Wali Kota Bekasi Ahmad Syaikhu menilai proses pemilihan wakil gubernur DKI Jakarta sudah terlalu lama.

Sebab hingga hari ini, proses pemilihan baru sebatas perumusan tata tertib pemilihan. Padahal, dirinya dan Agung Yulianto sudah lama dicalonkan sebagai wagub DKI pengganti Sandiaga Uno.

"Sudah terlalu lama," kata Syaikhu usai menjadi khatib shalat Jumat di Masjid Fatahillah Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (24/5/2019).

Baca juga: Belum Pasti Jadi Wagub DKI, Syaikhu Ogah Lepas Kursi DPR RI

Padahal, kata Syaikhu, banyak persoalan di DKI Jakarta yang harus ditangani. Gubernur Anies Baswedan dinilai membutuhkan pendamping untuk mempercepat kerja.

"Sebagai wakil gubernur membantu gubernur dalam menjalankan tugas tugasnya sehingga berbagai tugas beliau ini akan mengarah fokus kepada pencapaian RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah)," ujar Syaikhu.

Siang ini, Syaikhu menjadi khatib shalat Jumat di Masjid Fatahillah Balai Kota DKI Jakarta. Ia sudah lama dijadwalkan mengisi khotbah oleh pengurus.

Adapun tema khotbahnya seputar kesabaran dan kejujuran.

“Karena saya yakin kalau seluruh kita sabar dan lebih jujur, insyaallah banyak persoalan bisa terselesaikan,” kata dia.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X