[POPULER MEGAPOLITAN]: Cerita Rajab Kembali Berjualan Setelah Bertemu Jokowi I Sandiaga Sebut 50 Persen TPS Menyimpang

Kompas.com - 27/05/2019, 07:50 WIB
Abdul Rajab (61), pedagang kaki lima (PKL) di Jalan KH Wahid Hasyim, Jakarta Pusat. Dagangan Rajab dijarah sejumlah orang dalam  aksi unjuk rasa yang berujung kerusahan pada 22 Mei 2019 di Jalan KH Wahid Hasyim. Rajab kemudian diundang Presiden Joko Widodo ke Istana Negara dan diberi bantuan untuk bisa melanjutkan lagi usahannya.KOMPAS.com/DEAN PAHREVI Abdul Rajab (61), pedagang kaki lima (PKL) di Jalan KH Wahid Hasyim, Jakarta Pusat. Dagangan Rajab dijarah sejumlah orang dalam aksi unjuk rasa yang berujung kerusahan pada 22 Mei 2019 di Jalan KH Wahid Hasyim. Rajab kemudian diundang Presiden Joko Widodo ke Istana Negara dan diberi bantuan untuk bisa melanjutkan lagi usahannya.

1. Cerita Rajab Bisa Kembali Berjualan Setelah Bertemu Jokowi

Abdul Rajab (61), pemilik warung di Jalan KH Wahid Hasyim, Jakarta Pusat yang menjadi korban penjarahan dalam kerusuhan 22 Mei 2019 mengaku diberi sumbangan oleh Presiden Joko Widodo saat bertemu di Istana Negara.

Rajab bersama korban penjarahan lainnya bernama Ismail diundang Jokowi ke Istana Negara, Jumat (24/5/2019) lalu. Rajab menceritakan, ia diberi sumbangan berupa uang oleh Jokowi.

Dia juga diberi motivasi oleh Jokowi untuk kembali berusaha dan bangkit setelah menjadi korban penjarahan.


"Dia ngomong kalau bisa berusaha lagilah. Ada bantuan dari Bapak Presiden, berupa uang. Diamplopin," kata Rajab saat ditemui di warungnya, Sabtu.

Berapa besar sumbangan yang diberikan Jokowi kepada Rajab?

Ikuti lanjutan berita ini di : Cerita Rajab Bisa Kembali Berjualan Setelah Bertemu Jokowi

2. Sandiaga: 50 Persen TPS yang Menyimpang Berdasarkan Laporan Masyarakat

Calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno mengatakan, 51 daftar bukti yang diajukan dalam gugatan sengketa hasil pilpres ke Mahkamah Konstitusi (MK) berisi laporan-laporan dari masyarakat mengenai adanya penyimpangan di Pemilu 2019.

Sandi mengatakan, menurut laporan masyarakat, ada 50 persen TPS yang tidak jujur dan menyimpang.

“Detailnya Pak Hashim dan Pak Bambang Widjojanto yang tahu, yang jelas ini semua menyelesaikan laporan dari masyarakat yang didapat 50 persen TPS di tiap Provinsi terdapat penyimpangan,” ucap Sandiaga di Masjid Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Sabtu (25/5/2019).

Halaman:
Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Demo di Depan Istana, Mahasiswa Papua Teriakkan Referendum

Demo di Depan Istana, Mahasiswa Papua Teriakkan Referendum

Megapolitan
Tipu 455 Orang Pembeli, Penjual Apartemen Fiktif di Ciputat Tak Pernah Urus IMB

Tipu 455 Orang Pembeli, Penjual Apartemen Fiktif di Ciputat Tak Pernah Urus IMB

Megapolitan
Pengakuan Bandar Narkoba di Kampus: Uang Pelicin untuk Sekuriti hingga Hidup Foya-foya

Pengakuan Bandar Narkoba di Kampus: Uang Pelicin untuk Sekuriti hingga Hidup Foya-foya

Megapolitan
Pengeroyok Siswi SMK di Bekasi Ditahan dan Terancam Kurungan 5 Tahun

Pengeroyok Siswi SMK di Bekasi Ditahan dan Terancam Kurungan 5 Tahun

Megapolitan
Gabung dengan Mahasiswa Papua, Massa Aksi Kamisan Pakai Topeng Monyet

Gabung dengan Mahasiswa Papua, Massa Aksi Kamisan Pakai Topeng Monyet

Megapolitan
Soal Instalasi Gabion, Anies: Biasa Saja, Bagian dari Tata Taman Kota

Soal Instalasi Gabion, Anies: Biasa Saja, Bagian dari Tata Taman Kota

Megapolitan
Bestari: Nasdem Mendukung Anies Baswedan sampai Kapan pun

Bestari: Nasdem Mendukung Anies Baswedan sampai Kapan pun

Megapolitan
Sindikat Penipu Jual Beli Rumah dan Tanah Kembali Ditangkap

Sindikat Penipu Jual Beli Rumah dan Tanah Kembali Ditangkap

Megapolitan
Kisah Charlie, Mahasiswa yang Terjun ke Dunia Hitam Jadi Bandar Ganja di Kampus

Kisah Charlie, Mahasiswa yang Terjun ke Dunia Hitam Jadi Bandar Ganja di Kampus

Megapolitan
Ini yang Bisa Dilakukan Pasien apabila Mendapat Obat Kedaluwarsa dari Tenaga Medis

Ini yang Bisa Dilakukan Pasien apabila Mendapat Obat Kedaluwarsa dari Tenaga Medis

Megapolitan
KPAD Akan Dampingi Korban dan Pelaku Pengeroyokan di Bekasi

KPAD Akan Dampingi Korban dan Pelaku Pengeroyokan di Bekasi

Megapolitan
Gubernur Banten dan Forum Kota Jakarta Tak Hadir, Sidang Kasus Polusi Udara Kembali Ditunda

Gubernur Banten dan Forum Kota Jakarta Tak Hadir, Sidang Kasus Polusi Udara Kembali Ditunda

Megapolitan
Sebelum Dwi Koen Meninggal, Anaknya Sempat Minta Koreksi untuk Komik Panji Koming

Sebelum Dwi Koen Meninggal, Anaknya Sempat Minta Koreksi untuk Komik Panji Koming

Megapolitan
Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor DKI Bakal Naik Jadi 12,5 Persen

Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor DKI Bakal Naik Jadi 12,5 Persen

Megapolitan
Anak Dwi Koen Bertekad Teruskan Komik Panji Koming

Anak Dwi Koen Bertekad Teruskan Komik Panji Koming

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X