Lokasi Kerusuhan di Jalan KS Tubun "Dibanjiri" Karangan Bunga untuk Polisi

Kompas.com - 27/05/2019, 11:47 WIB
Sejumlah karangan bunga kiriman warga ditempatkan di depan Markas Brimob, Petamburan, Jakarta Barat.  Sejumlah kendaraan di depan Markas Brimob itu dirusak massa dalam kerusuhan pada 21 hingga 22 Mei ini. KOMPAS.com/ VERRYANA NOVITA NINGRUMSejumlah karangan bunga kiriman warga ditempatkan di depan Markas Brimob, Petamburan, Jakarta Barat. Sejumlah kendaraan di depan Markas Brimob itu dirusak massa dalam kerusuhan pada 21 hingga 22 Mei ini.

JAKARTA, KOMPAS.com — Karangan bunga yang dikirim warga berjejer di depan Markas Brimob di Jalan KS Tubun, Jakarta Barat, Senin (27/05/2019). Puluhan karangan bunga tersebut mengelilingi puing sejumlah mobil yang dibakar massa saat aksi unjuk rusa berujung jadi kerusuhan pada 21-22 Mei ini. 

Menurut Ramdan, ojek pangkalan di sekitar lokasi itu, karangan bunga tersebut berdatangan setiap hari.

"Ada aja setiap hari pakai mobil-mobil bak. Yang jejerin di sekeliling mobil ini, ya, mereka sendiri," kata Ramdan saat ditemui di pangkalannya di depan Asrama Brimob, Senin.

Baca juga: Karangan Bunga Terima Kasih Polri Mendarat di Asrama Brimob KS Tubun

Karangan bunga tersebut umumnya bertuliskan ucapan terima kasih untuk aparat, khususnya kepolisian yang telah menjaga keamanan negara.

"Terima Kasih Polri atas Kesetiaan dan Dedikasi dalam Menjaga NKRI," tulis salah satu karangan bunga yang disebut berasal dari Emak-emak cinta damai.

Ada juga karangan bunga yang datang dari luar kota. "Hadirmu Selalu Membuat Kami Merasa Aman," bunyi karangan bunga dari Wong Klaten Peduli Damai.

Kerusuhan terjadi di sepanjang Jalan Aipda KS, Tubun, pada 22 Mei dari dini hari hingga pagi hari.

Sebelas mobil warga dibakar massa saat itu di KS Tubun. Hingga saat ini mobil-mobil tersebut masih dibiarkan di depan Asrama Brimob itu dan diberikan garis polisi.

Baca juga: Pasukan Oranye Angkut Sampah 72 Karung Seberat 3,6 Ton di KS Tubun



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

UPDATE 31 Oktober: Tambah 585, Kasus Covid-19 di DKI Jadi 105.597

UPDATE 31 Oktober: Tambah 585, Kasus Covid-19 di DKI Jadi 105.597

Megapolitan
Seorang Pria Tewas akibat Terbawa Arus Deras Saat Mencuci Pakaian di Ciliwung

Seorang Pria Tewas akibat Terbawa Arus Deras Saat Mencuci Pakaian di Ciliwung

Megapolitan
Polisi Duga Ada Urusan Percintaan di Balik Hilangnya Rizky

Polisi Duga Ada Urusan Percintaan di Balik Hilangnya Rizky

Megapolitan
Seorang Perempuan bersama Dua Anaknya Terjebak di Lift Selama 1,5 Jam

Seorang Perempuan bersama Dua Anaknya Terjebak di Lift Selama 1,5 Jam

Megapolitan
Jakarta Terpilih sebagai Kota Terbaik dalam Kemajuan Transportasi

Jakarta Terpilih sebagai Kota Terbaik dalam Kemajuan Transportasi

Megapolitan
UPDATE 31 Oktober: 80 Pasien Covid-19 di Kabupaten Bekasi Masih Dirawat di Rumah Sakit

UPDATE 31 Oktober: 80 Pasien Covid-19 di Kabupaten Bekasi Masih Dirawat di Rumah Sakit

Megapolitan
Tabrak Trailer dari Belakang, Pengendara Motor Patah Tulang dari Hidung sampai Paha

Tabrak Trailer dari Belakang, Pengendara Motor Patah Tulang dari Hidung sampai Paha

Megapolitan
UPDATE 31 Oktober: Kumulatif Kasus Terkonfirmasi Covid-19 di Tangsel Kini 1.823

UPDATE 31 Oktober: Kumulatif Kasus Terkonfirmasi Covid-19 di Tangsel Kini 1.823

Megapolitan
Lawan Arus Saat Kendarai Motor, Dua Pemuda Tewas Dihantam Mobil Boks

Lawan Arus Saat Kendarai Motor, Dua Pemuda Tewas Dihantam Mobil Boks

Megapolitan
Polda Metro Jaya Antisipasi Puncak Arus Balik Libur Panjang

Polda Metro Jaya Antisipasi Puncak Arus Balik Libur Panjang

Megapolitan
Progres Revitalisasi Taman Ismail Marzuki Capai 40,85 Persen

Progres Revitalisasi Taman Ismail Marzuki Capai 40,85 Persen

Megapolitan
Turun Rp 24 Triliun, Anggaran Perubahan DKI Jadi Rp 63,23 Triliun

Turun Rp 24 Triliun, Anggaran Perubahan DKI Jadi Rp 63,23 Triliun

Megapolitan
Pemkot Jakarta Selatan Gelar Vaksinasi Rabies Gratis untuk Hewan Peliharaan

Pemkot Jakarta Selatan Gelar Vaksinasi Rabies Gratis untuk Hewan Peliharaan

Megapolitan
UPDATE 31 Oktober: Tambah 21 Orang, Kasus Terkonfirmasi Covid-19 di Kota Tangerang Kini 2.180

UPDATE 31 Oktober: Tambah 21 Orang, Kasus Terkonfirmasi Covid-19 di Kota Tangerang Kini 2.180

Megapolitan
Kronologi Penganiayaan WN Pakistan, Pelaku Mulanya Kesal Diklakson kemudian Menyerang Pakai Senjata Tajam

Kronologi Penganiayaan WN Pakistan, Pelaku Mulanya Kesal Diklakson kemudian Menyerang Pakai Senjata Tajam

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X