PNS DKI Dilarang Terima Parsel Lebaran

Kompas.com - 27/05/2019, 15:41 WIB
Penjualan parsel jelang Hari Natal di sebuah toko kawasan Tambora, Jakarta Barat pada Jumat (21/12/2018). Kompas.com/RIMA WAHYUNINGRUMPenjualan parsel jelang Hari Natal di sebuah toko kawasan Tambora, Jakarta Barat pada Jumat (21/12/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com — Wali Kota Jakarta Selatan Marullah Matali melarang para pejabat dan pegawai negeri sipil di wilayahnya menerima bingkisan parsel Lebaran

Sebab, menurut dia, pemberian parsel merupakan salah satu bentuk gratifikasi. Aturan ini juga berlaku bagi lurah dan camat. 

"Pegangan kami begini sekarang. Pegangan kami, yaitu edaran dan imbauan yang diberikan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), sangat jelas. Gratifikasi itu masuknya, (menerima parsel) itu tidak diperkenankan," ujar Marullah saat dihubungi, Senin (27/5/2019).

Baca juga: Jelang Natal dan Tahun Baru, Pedagang Parsel Musiman Menjamur di Cikini


Ia mengimbau para PNS untuk segera melapor ke KPK jika menerima parsel Lebaran.

Selain itu, ia juga mengimbau seluruh jajarannya untuk mendokumentasikan saat menerima parsel dari seseorang.

Nantinya, parsel tersebut akan diberikan ke lembaga sosial atau yayasan di Jakarta Selatan.

Baca juga: Banyak Terima Parsel Lebaran, Sandiaga Lapor KPK

"Iya didokumentasikan. Kalau bisa ditolak, tetapi kalau enggak bisa ditolak, ya sudah didokumentasikan, diterima, terus disampaikan saja ke yayasan atau lembaga lembaga sosial," katanya. 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kamis Siang, Ribuan Mahasiswa Bakal Kembali Demo Desak Perppu KPK di Depan Istana

Kamis Siang, Ribuan Mahasiswa Bakal Kembali Demo Desak Perppu KPK di Depan Istana

Megapolitan
Hakim Tolak Penangguhan Penahanan Kriss Hatta

Hakim Tolak Penangguhan Penahanan Kriss Hatta

Megapolitan
Cerita Andri Selamat dalam Kecelakaan Beruntun di Ancol meski Mobil Rusak Parah

Cerita Andri Selamat dalam Kecelakaan Beruntun di Ancol meski Mobil Rusak Parah

Megapolitan
Polisi Butuh 15 Hari untuk Tangkap Djeni Pelaku Penggelapan 62 Mobil

Polisi Butuh 15 Hari untuk Tangkap Djeni Pelaku Penggelapan 62 Mobil

Megapolitan
Gang Belah Kapal, Tempat Kapal Ribuan Ton Dibelah dan Dipotong-potong

Gang Belah Kapal, Tempat Kapal Ribuan Ton Dibelah dan Dipotong-potong

Megapolitan
Jaksa: Perdamaian Kriss Hatta dan Antony Tidak Menghentikan Proses Hukum

Jaksa: Perdamaian Kriss Hatta dan Antony Tidak Menghentikan Proses Hukum

Megapolitan
Rem Blong, Truk Trailer Picu Kecelakaan Beruntun di Ancol

Rem Blong, Truk Trailer Picu Kecelakaan Beruntun di Ancol

Megapolitan
Dinas Bina Marga Potong Kabel Semrawut Sepanjang 2,3 KM

Dinas Bina Marga Potong Kabel Semrawut Sepanjang 2,3 KM

Megapolitan
Cerita Nurseha yang Jadi Marketing Meski Miliki Keterbatasan Fisik

Cerita Nurseha yang Jadi Marketing Meski Miliki Keterbatasan Fisik

Megapolitan
Ahok Akan Hadiri Pelantikan Jokowi-Ma'ruf jika Diundang

Ahok Akan Hadiri Pelantikan Jokowi-Ma'ruf jika Diundang

Megapolitan
Operator Zhong Tong: Mereknya Memang China, tapi Komponennya dari Eropa, Amerika, Korea

Operator Zhong Tong: Mereknya Memang China, tapi Komponennya dari Eropa, Amerika, Korea

Megapolitan
Pemkot Depok Dukung Penuh Pembangunan UIII

Pemkot Depok Dukung Penuh Pembangunan UIII

Megapolitan
2 Tahun Kepemimpinan Anies, F-Gerindra Soroti Program Rumah DP Rp 0 dan OK OCE

2 Tahun Kepemimpinan Anies, F-Gerindra Soroti Program Rumah DP Rp 0 dan OK OCE

Megapolitan
Saat Direhabilitasi di RSKO, Nunung Sering Bertukar Cerita dengan Jefri Nichol

Saat Direhabilitasi di RSKO, Nunung Sering Bertukar Cerita dengan Jefri Nichol

Megapolitan
Polisi Sebut Djeni, Pelaku Penggelapan 62 Mobil Punya Kemampuan Pengaruhi Orang

Polisi Sebut Djeni, Pelaku Penggelapan 62 Mobil Punya Kemampuan Pengaruhi Orang

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X