Kontras hingga LBH Jakarta Buka Pengaduan Terkait Kerusuhan 22 Mei

Kompas.com - 27/05/2019, 23:01 WIB
Koordinator Kontras Yati Andriyani saat konferensi pers di Kantor Kontras, Jakarta Pusat, Senin (10/12/2018). KOMPAS.com/Devina Halim Koordinator Kontras Yati Andriyani saat konferensi pers di Kantor Kontras, Jakarta Pusat, Senin (10/12/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) membuka aduan untuk masyarakat yang mendapatkan tindakan tidak manusiawi saat kerusuhan Selasa (21/5/2019) hingga Rabu (22/5/2019).

Koordinator KontraS Yati Andriyani menyebutkan, tindakan tidak manusiawi itu seperti kekerasan, penembakan, penangkapan dan penahanan sewenang-wenang, dan penyiksaan.

"Pengaduan dapat dilakukan secara online atau pun offline dengan datang langsung ke kantor KontraS, LBH Jakarta, atau pun LBH Pers," sebut Yati pada pesan tertulis yang dikirimkan ke Kompas.com, Senin (27/5/2019).

Baca juga: Ini Beberapa Temuan Awal LSM soal Kerusuhan 22 Mei di Jakarta


Yati menjelaskan, terdapat empat syarat pengajuan aduan kepada tiga lembaga tersebut, antara lain:

1. Mengisi formulir di masing-masing tempat pengaduan.

2. Dapat menguraikan peristiwa yang terjadi secara rinci.

3. Memiliki bukti-bukti/kelengkapan yang mendukung terkait peristiwa yang dialami/disaksikan.

4. Kesediaan pengadu untuk membuat surat pernyataan bahwa seluruh informasi yang diberikan dapat dipertanggungjawabkan.

"Melalui pengaduan ini kami mencoba untuk menjangkau semua orang yang hak-haknya dilanggar selama peristiwa 21-22 Mei agar secara mudah melaporkan kasusnya kepada kami," lanjut Yati.

Baca juga: Kontras dan YLBHI Laporkan Kekerasan Penanganan May Day oleh Polisi ke Komnas HAM

Yati lebih lanjut mengatakan upaya ini dilakukan juga untuk meminimalisir hoaks yang bertebaran di sosial media.

Halaman:
Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Anies: Pelanggar Besar Luput dari Perhatian

Anies: Pelanggar Besar Luput dari Perhatian

Megapolitan
Ini Sejumlah Syarat untuk Huni Rusun Khusus Lansia di Cibubur

Ini Sejumlah Syarat untuk Huni Rusun Khusus Lansia di Cibubur

Megapolitan
Sindikat Penipu yang Jual Apartemen Fiktif di Ciputat Berhubungan Keluarga

Sindikat Penipu yang Jual Apartemen Fiktif di Ciputat Berhubungan Keluarga

Megapolitan
Demo di Depan Istana, Mahasiswa Papua Teriakkan Referendum

Demo di Depan Istana, Mahasiswa Papua Teriakkan Referendum

Megapolitan
Tipu 455 Orang Pembeli, Penjual Apartemen Fiktif di Ciputat Tak Pernah Urus IMB

Tipu 455 Orang Pembeli, Penjual Apartemen Fiktif di Ciputat Tak Pernah Urus IMB

Megapolitan
Uang Pelicin di Balik Alasan Kampus Jadi Surganya Bandar Narkoba

Uang Pelicin di Balik Alasan Kampus Jadi Surganya Bandar Narkoba

Megapolitan
Pengeroyok Siswi SMK di Bekasi Ditahan dan Terancam Kurungan 5 Tahun

Pengeroyok Siswi SMK di Bekasi Ditahan dan Terancam Kurungan 5 Tahun

Megapolitan
Gabung dengan Mahasiswa Papua, Massa Aksi Kamisan Pakai Topeng Monyet

Gabung dengan Mahasiswa Papua, Massa Aksi Kamisan Pakai Topeng Monyet

Megapolitan
Soal Instalasi Gabion, Anies: Biasa Saja, Bagian dari Tata Taman Kota

Soal Instalasi Gabion, Anies: Biasa Saja, Bagian dari Tata Taman Kota

Megapolitan
Bestari: Nasdem Mendukung Anies Baswedan sampai Kapan pun

Bestari: Nasdem Mendukung Anies Baswedan sampai Kapan pun

Megapolitan
Sindikat Penipu Jual Beli Rumah dan Tanah Kembali Ditangkap

Sindikat Penipu Jual Beli Rumah dan Tanah Kembali Ditangkap

Megapolitan
Kisah Charlie, Mahasiswa yang Terjun ke Dunia Hitam Jadi Bandar Ganja di Kampus

Kisah Charlie, Mahasiswa yang Terjun ke Dunia Hitam Jadi Bandar Ganja di Kampus

Megapolitan
Ini yang Bisa Dilakukan Pasien apabila Mendapat Obat Kedaluwarsa dari Tenaga Medis

Ini yang Bisa Dilakukan Pasien apabila Mendapat Obat Kedaluwarsa dari Tenaga Medis

Megapolitan
KPAD Akan Dampingi Korban dan Pelaku Pengeroyokan di Bekasi

KPAD Akan Dampingi Korban dan Pelaku Pengeroyokan di Bekasi

Megapolitan
Gubernur Banten dan Forum Kota Jakarta Tak Hadir, Sidang Kasus Polusi Udara Kembali Ditunda

Gubernur Banten dan Forum Kota Jakarta Tak Hadir, Sidang Kasus Polusi Udara Kembali Ditunda

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X