Wagub DKI Pengganti Sandiaga Bisa Tak Dilantik jika Partai Pengusung Tolak Hasil Pemilihan

Kompas.com - 28/05/2019, 17:36 WIB
Wakil Ketua Pansus Pemilihan Wagub DKI Bestari Barus di DPRD DKI Jakarta, Senin (20/5/2019). KOMPAS.com/NIBRAS NADA NAILUFARWakil Ketua Pansus Pemilihan Wagub DKI Bestari Barus di DPRD DKI Jakarta, Senin (20/5/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemilihan wakil gubernur DKI Jakarta berpotensi terhambat jika partai pengusung, yakni PKS dan Gerindra, menolak hasil pemilihan. Kasus semacam itu ditemukan panitia khusus (pansus) pemilihan wagub DPRD DKI Jakarta di Jawa Tengah.

Wakil Ketua Pansus Bestari Barus menyebutkan, pansus wagub DKI bisa tak melantik wagub terpilih jika itu terjadi.

"Bisa saja kalau nanti yang salah satunya tidak mau tandatangan ya tidak bisa dilantik," kata Bestari ketika dihubungi, Selasa (28/5/2019).

Bestari menceritakan, pihaknya mengetahui hal itu saat kunjungan kerja ke DPRD Riau. Anggota Dewan Riau menceritakan pernah ada kepala daerah di salah satu daerah di Jawa Tengah yang tak kunjung dilantik.

Baca juga: Wagub DKI Pengganti Sandiaga Ditargetkan Terpilih Agustus 2019

Sebab satu partai pengusung tidak mau menandatangani hasil pemilihan kepala daerah. Kepala daerah terpilih tetap tak bisa dilantik meski empat partai pengusung lain sudah tanda tangan.

"Ada yang tidak dapat dipenuhi di dalam tatib itu sehingga sampai sekarang (kepala daerah) yang terpilih tidak dapat dilantik," kata Bestari.

Bestari menerangkan, pansus masih menggodok poin-poin tata tertib pemilihan wagub. Pembatalan hasil pemilihan menjadi salah satu poin yang akan dipertimbangkan.

"Nanti kami lihat bagaimana suara orang-orang," ujar dia.

Sebelumnya, Kementerian Dalam Negeri menyarankan agar DPRD DKI belajar dari Jambi dan Riau terkait pemilihan wakil gubernur DKI pengganti Sandiaga Uno.

Hal ini disampaikan Plt Dirjen Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri Akmal Malik dalam rapat perdana pansus Pemilihan Wakil Gubernur DKI Jakarta pada Senin lalu. Akmal mengatakan, pansus perlu menyusun tata tertib terlebih dahulu.

"Kami memang sarankan untuk contoh ke Jambi atau ke Riau yang sudah melakukan hal yang sama. Itu bagus, tetapi kalau di Kepri kami tidak sarankan karena ada persoalan mundur ketika sudah terpilih," kata Akmal.

Mengikuti saran itu, pansus kemudian melakukan kunker ke Provinsi Riau pekan lalu dan Provinsi Kepulauan Riau pekan depan. 

Ada dua nama kandidat wagub yang ditetapkan yakni Ahmad Syaikhu dan Agung Yulianto. Keduanya kader PKS.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Larangan Mudik Lebaran 2021, Polisi Buat Titik Penyekatan hingga Kendaraan yang Boleh Melintas

Larangan Mudik Lebaran 2021, Polisi Buat Titik Penyekatan hingga Kendaraan yang Boleh Melintas

Megapolitan
Aturan Lengkap Pelonggaran Jam Operasional Restoran Saat Ramadhan 2021 di DKI Jakarta

Aturan Lengkap Pelonggaran Jam Operasional Restoran Saat Ramadhan 2021 di DKI Jakarta

Megapolitan
IKAPPI Minta Pemprov DKI Selamatkan Korban Kebakaran Blok C Pasar Minggu

IKAPPI Minta Pemprov DKI Selamatkan Korban Kebakaran Blok C Pasar Minggu

Megapolitan
Gedung Blok C Pasar Minggu Terbakar, Damkar: Tergolong Kebakaran Besar

Gedung Blok C Pasar Minggu Terbakar, Damkar: Tergolong Kebakaran Besar

Megapolitan
Wagub DKI Sampaikan Ucapan Selamat Beribadah Puasa kepada Pembaca Kompas.com

Wagub DKI Sampaikan Ucapan Selamat Beribadah Puasa kepada Pembaca Kompas.com

Megapolitan
UPDATE 12 April: Tambah 19 Kasus di Kota Tangerang, 230 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE 12 April: Tambah 19 Kasus di Kota Tangerang, 230 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
Sidang Kasus Kerumunan Rizieq Shihab Dilanjutkan Senin Pekan Depan

Sidang Kasus Kerumunan Rizieq Shihab Dilanjutkan Senin Pekan Depan

Megapolitan
UPDATE 12 April: Kabupaten Bekasi Catat 13 Kasus Baru Covid-19

UPDATE 12 April: Kabupaten Bekasi Catat 13 Kasus Baru Covid-19

Megapolitan
Sudin Pertamanan Jaksel Sebar Tim Khusus untuk Antisipasi Pohon Tumbang

Sudin Pertamanan Jaksel Sebar Tim Khusus untuk Antisipasi Pohon Tumbang

Megapolitan
UPDATE 12 April: Depok Catat 89 Kasus Baru Covid-19

UPDATE 12 April: Depok Catat 89 Kasus Baru Covid-19

Megapolitan
Anies Larang Live Music di Restoran dan Kafe Selama Ramadhan

Anies Larang Live Music di Restoran dan Kafe Selama Ramadhan

Megapolitan
Anies Larang Bar di Restoran dan Rumah Makan Beroperasi Selama Ramadhan

Anies Larang Bar di Restoran dan Rumah Makan Beroperasi Selama Ramadhan

Megapolitan
Tarawih Perdana di Masjid Raya Al Azhom Kota Tangerang, Penerapan Prokes secara Ketat

Tarawih Perdana di Masjid Raya Al Azhom Kota Tangerang, Penerapan Prokes secara Ketat

Megapolitan
Prakiraan Cuaca BMKG: Jabodetabek Kemungkinan Hujan

Prakiraan Cuaca BMKG: Jabodetabek Kemungkinan Hujan

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Jadwal Imsakiyah, Buka Puasa, dan Waktu Shalat di DKI Jakarta | Kesaksian Sopir Transjakarta yang Tabrak Pelajar hingga Tewas

[POPULER JABODETABEK] Jadwal Imsakiyah, Buka Puasa, dan Waktu Shalat di DKI Jakarta | Kesaksian Sopir Transjakarta yang Tabrak Pelajar hingga Tewas

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X