Polisi Tegaskan Tak Salah Tangkap Pria yang Ancam Bunuh Jokowi dan Hina Wiranto

Kompas.com - 28/05/2019, 22:12 WIB
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono memberi keterangan pers di Mapolda Metro Jaya, Selasa (21/5/2019). KOMPAS.com/Ardito Ramadhan DKabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono memberi keterangan pers di Mapolda Metro Jaya, Selasa (21/5/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Polisi menegaskan tak ada kasus salah tangkap dalam terhadap  pria yang mengancam membunuh Presiden Indonesia Joko Widodo dan menghina Menteri Koordinator bidang Politik Hukum dan HAM Wiranto.

"Enggak ada, enggak ada salah tangkap. Kami kan mencari data-data ya, informasi yang lain," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono kepada wartawan di Mapolres Metro Jakarta Barat, Selasa (28/5/2019).

Sebelumnya, warganet bernama Marchell melalui akun Twitter mengklarifikasi bahwa informasi yang beredar di internet mengenai penangkapan seorang bernama Teuku Yazhid atas kasus tersebut keliru.

Baca juga: Pria yang Ancam Bunuh Jokowi dan Hina Wiranto Dilaporkan atas Dugaan Makar


Ia mengatakan, Teuku Yazhid bukan pelaku yang menyerukan ancaman terhadap Jokowi karena sahabatnya itu tidak bersuara lantang seperti yang ada pada video tersebut.

Selain itu ia juga membandingkan wajah dari pelaku pengancaman dengan sahabatnya tersebut.

"Bandingkan muka pria ini yang mana bibirbya lebih merah, sedangkan bibir Yazhid pun juga lebih kecil dan tidak merah, hidung Yazhid lebih sharp, dan...... Yazhid tidak pernah mencukur kumis dan jenggotnya," tulis Marchell.

Selain itu, melalui video yang beredar di media sosial, Teuku Yazhid juga sudah mengklarifikasi mengenai kekeliruan terkait video penangkapan dirinya yang beredar di internet.

Baca juga: Polisi Tangkap Pria yang Ancam Bunuh Jokowi dan Hina Wiranto

"Adapun mengenai foto maupun video yang tersebar melalui akun-akun media sosial seperti Instagram, Twitter dan lain-lain bukanlah interogasi maupun tekanan di kepolisian, melainkan klarifikasi untuk forensik suara dan forensik wajah," ujar Yazhid dalam video yang diunggah akun Instagram @andestirosalina.

Sebelumnya diberitakan polisi telah menangkap pria yang mengancam membunuh Presiden Joko Widodo.

"Baru satu (yang ditangkap) yang bersorban hijau," ujar Argo saat dikonfirmasi Kompas.com, Jumat (24/5/2019).

Namun belum ada keterangan lengkap dari polisi terkait kronologi penangkapan pria tersebut.



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Halaman SD Jadi Posko Pengungsian Korban Kebakaran, Siswa Diliburkan Sementara

Halaman SD Jadi Posko Pengungsian Korban Kebakaran, Siswa Diliburkan Sementara

Megapolitan
Polisi Jakut Beri Sorotan Jalan Yos Sudarso dan Cacing Cilincing Selama Operasi Zebra

Polisi Jakut Beri Sorotan Jalan Yos Sudarso dan Cacing Cilincing Selama Operasi Zebra

Megapolitan
Prabowo Bergabung ke Koalisi, F-Gerindra DPRD DKI Akui demi Kepentingan Bangsa

Prabowo Bergabung ke Koalisi, F-Gerindra DPRD DKI Akui demi Kepentingan Bangsa

Megapolitan
Putar Balik Sembarangan, Pengendara Motor di Jalan Dr Satrio Dihukum Cabut Pentil Ban

Putar Balik Sembarangan, Pengendara Motor di Jalan Dr Satrio Dihukum Cabut Pentil Ban

Megapolitan
Lokasi Kebakaran Bidara Cina Baru Sebulan Dapat Sosialisasi Pencegahan

Lokasi Kebakaran Bidara Cina Baru Sebulan Dapat Sosialisasi Pencegahan

Megapolitan
Rabu Besok Operasi Zebra Dimulai, Ada Polisi Patroli yang Buru Pelanggar

Rabu Besok Operasi Zebra Dimulai, Ada Polisi Patroli yang Buru Pelanggar

Megapolitan
Dokter Jadi Tersangka Penganiayaan Ninoy Karundeng, Polisi Koordinasi dengan IDI

Dokter Jadi Tersangka Penganiayaan Ninoy Karundeng, Polisi Koordinasi dengan IDI

Megapolitan
Cerita Kadishub Tangsel Pernah Diintimidasi Saat Hentikan Truk Tanah di Bintaro

Cerita Kadishub Tangsel Pernah Diintimidasi Saat Hentikan Truk Tanah di Bintaro

Megapolitan
Polisi Sebut Ninoy Karundeng Diperintahkan Tulis Surat Pernyataan Tak Dianiaya

Polisi Sebut Ninoy Karundeng Diperintahkan Tulis Surat Pernyataan Tak Dianiaya

Megapolitan
Dokumen Kependudukan Terbakar, Korban Kebakaran Bidara Cina Bisa Urus di Posko Pengungsian

Dokumen Kependudukan Terbakar, Korban Kebakaran Bidara Cina Bisa Urus di Posko Pengungsian

Megapolitan
Relawan Jokowi Nilai Demokrasi Menjadi Tak Sehat dengan Hadirnya Prabowo dalam Kabinet

Relawan Jokowi Nilai Demokrasi Menjadi Tak Sehat dengan Hadirnya Prabowo dalam Kabinet

Megapolitan
Surya Paloh Sebut Siap Jadi Oposisi, Fraksi Nasdem: Itu Serius, Tidak Bercanda...

Surya Paloh Sebut Siap Jadi Oposisi, Fraksi Nasdem: Itu Serius, Tidak Bercanda...

Megapolitan
Kuasa Hukum Aktivis Papua Sebut Lambang Bintang Kejora Hanya sebagai Simbol kebudayaan

Kuasa Hukum Aktivis Papua Sebut Lambang Bintang Kejora Hanya sebagai Simbol kebudayaan

Megapolitan
Jasa Marga Kesulitan Pindahkan Truk Overload yang Terbalik di Tol Jakarta-Cikampek

Jasa Marga Kesulitan Pindahkan Truk Overload yang Terbalik di Tol Jakarta-Cikampek

Megapolitan
Prabowo Ditunjuk Jadi Menteri, Relawan Ingatkan Jokowi Hati-hati

Prabowo Ditunjuk Jadi Menteri, Relawan Ingatkan Jokowi Hati-hati

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X