PT Transjakarta Minta Tarif Listrik Diturunkan untuk Bus Listrik

Kompas.com - 29/05/2019, 14:23 WIB
Bus listrik dari BYD.Pameran Busworld resmi dibuka, Rabu (20/3/2019). Pameran ini berlangsung di JI EXpo Kemayoran dan menampilkan bus model terbaru dan tercanggih serta bus model lawas Kompas.com/Setyo AdiBus listrik dari BYD.Pameran Busworld resmi dibuka, Rabu (20/3/2019). Pameran ini berlangsung di JI EXpo Kemayoran dan menampilkan bus model terbaru dan tercanggih serta bus model lawas

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Utama PT Transjakarta Agung Wicaksono meminta agar pemerintah menurunkan tarif listrik bagi bus listrik sehingga biaya operasional bus listrik bisa lebih murah.

"Semakin listrik murah untuk angkutan umum, kami ingin pemerintah murahin supaya ini lebih atraktif," kata Agung di Jakarta, Selasa (28/5/2019).

Baca juga: Belum Ada Izin, Bus Listrik Transjakarta Baru Bisa Beroperasi di Kawasan Ini

Agung mengatakan, pengisian daya bus dengan listrik memang lebih murah dari ongkos bahan bakar. Namun, ia berharap tarif listrik bisa lebih murah lagi.

Sebab, harga beli bus listrik jauh lebih mahal dari bus berbahan bakar. Agung ingin ketika nanti beroperasi, tarif bus listrik tak lebih tinggi dari bus berbahan bakar.

"Pelajaran yang kita dapat dari Singapura, yang penting buat pelanggan tidak ngerepotin. Harganya enggak boleh lebih mahal, kita akan dorong seperti itu. Kita ingin pemerintah dukung supaya tarifnya sama," kata dia.

Tarif bus transjakarta sejak pertama mengaspal pada 2004 masih sama yakni Rp 3.500.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebelumnya mengatakan, bus-bus yang beroperasi di DKI bakal bertenaga listrik nantinya.

Saat ini, baru tiga bus listrik yang tersedia untuk dilakukan prauji coba oleh transjakarta.
Hasil uji coba bakal disusun menjadi rancangan untuk beralih ke listrik secara bertahap.

Baca juga: Uji Coba Bus Listrik Transjakarta Menunggu Terbitnya STNK

Bus listrik ini merupakan dua bus listrik produksi BYD Company Ltd asal China dan satu bus listrik produksi dalam negeri dari PT Mobil Anak Bangsa.

Satu bus listrik BYD Company Ltd berukuran sedang dengan kapasitas tempat duduk sebanyak 18 buah, dan satu bus berukuran besar dengan kapasitas 31 tempat duduk.

Sementara itu, bus listrik dari PT Mobil Anak Bangsa memiliki 39 tempat duduk.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sejak Juni, AirNav Catat Peningkatan Pergerakan Pesawat 2 Kali Lipat

Sejak Juni, AirNav Catat Peningkatan Pergerakan Pesawat 2 Kali Lipat

Megapolitan
Razia Indekost dan Kontrakan, Satpol PP Tangsel Jaring 5 Pasangan Bukan Suami Istri

Razia Indekost dan Kontrakan, Satpol PP Tangsel Jaring 5 Pasangan Bukan Suami Istri

Megapolitan
Tolak Reklamasi Ancol, Forum Nelayan: Kami Akan Melawan!

Tolak Reklamasi Ancol, Forum Nelayan: Kami Akan Melawan!

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Survei Sebut 77 Persen Warga Jakarta Yakin Tak Kena Covid-19 | Ledakan di Menteng

[POPULER JABODETABEK] Survei Sebut 77 Persen Warga Jakarta Yakin Tak Kena Covid-19 | Ledakan di Menteng

Megapolitan
Diterima PPDB Jakarta, Segera Lapor Diri hingga Pukul 16.00 WIB

Diterima PPDB Jakarta, Segera Lapor Diri hingga Pukul 16.00 WIB

Megapolitan
Diterima PPDB Kota Bekasi, Begini Cara Daftar Ulang ke Sekolah Tujuan secara Online

Diterima PPDB Kota Bekasi, Begini Cara Daftar Ulang ke Sekolah Tujuan secara Online

Megapolitan
UPDATE 5 Juli: Total 285 Kasus Positif Covid-19 di Kabupaten Bekasi

UPDATE 5 Juli: Total 285 Kasus Positif Covid-19 di Kabupaten Bekasi

Megapolitan
Senin Pagi, Antrean Penumpang KRL Kembali Mengular di Stasiun Bogor

Senin Pagi, Antrean Penumpang KRL Kembali Mengular di Stasiun Bogor

Megapolitan
Senin, Transjakarta Uji Coba Bus Listrik Balai Kota-Blok M

Senin, Transjakarta Uji Coba Bus Listrik Balai Kota-Blok M

Megapolitan
Fakta Kebijakan ASN DKI Awasi Pasar, Tak Dapat Insentif hingga Dikritik Anggota DPRD

Fakta Kebijakan ASN DKI Awasi Pasar, Tak Dapat Insentif hingga Dikritik Anggota DPRD

Megapolitan
Data Ikappi, 217 Pedagang di 37 Pasar Jakarta Positif Covid-19

Data Ikappi, 217 Pedagang di 37 Pasar Jakarta Positif Covid-19

Megapolitan
Senin, Polisi Kembali Gelar Rekontruksi Kasus John Kei

Senin, Polisi Kembali Gelar Rekontruksi Kasus John Kei

Megapolitan
250 ASN DKI Awasi 23 Pasar di Jakut Mulai Senin Ini, Berikut Daftarnya

250 ASN DKI Awasi 23 Pasar di Jakut Mulai Senin Ini, Berikut Daftarnya

Megapolitan
UPDATE 5 Juli: Zona Merah Covid-19 di Depok Tersebar di 14 Kelurahan

UPDATE 5 Juli: Zona Merah Covid-19 di Depok Tersebar di 14 Kelurahan

Megapolitan
5 Fakta Ledakan di Menteng, Benda Meledak di Bawah Mobil hingga Tepis Isu Terorisme

5 Fakta Ledakan di Menteng, Benda Meledak di Bawah Mobil hingga Tepis Isu Terorisme

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X