Jumlah Pengguna MRT Menurun Saat Aksi 22 Mei

Kompas.com - 29/05/2019, 20:34 WIB
Massa menyerang petugas kepolisian saat terjadi bentrokan pada Aksi 22 Mei di Jalan Brigjen Katamso, kawasan Slipi, Jakarta, Rabu (22/5/2019). ANTARA FOTO/M Risyal HidayatMassa menyerang petugas kepolisian saat terjadi bentrokan pada Aksi 22 Mei di Jalan Brigjen Katamso, kawasan Slipi, Jakarta, Rabu (22/5/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - PT MRT Jakarta menyatakan, terjadi penurunan pengguna MRT saat terjadi aksi demonstrasi di Jakarta pada 22 Mei ini. Dari rata penggunan MRT 80 ribu per hari, jumlah pengguna pada 22 dan 23 Mei anjlok ke angka 40 ribu.

"Tanggal 22 turun hingga 40 ribuan. Memang sebelumnya rata - rata penumpang kita 80 ribu. Bahkan di dua hari terakhir angka 89 ribu," ujar Direktur Utama PT MRT Jakarta, Wiliam Sabandar saat ditemui di Cipete, Jakarta Selatan, Rabu (29/5/2019).

Jumlah penumpang menurun drastis lantaran Stasiun Bundaran HI ditutup saat demonstrasi itu berlangsung. Padahal penumpang terbanyak naik dari stasiun Lebak Bulus ke Bundaran HI.

Baca juga: Pascakerusuhan 22 Mei, Penjagaan di Stasiun MRT Masih Diperketat

"Rata rata penumpang memang dari situ. Itu penumpang loyal kami," kata Wiliam.

Setelah 22 Mei, dia mengatakan jumlah penumpang kembali ke angka rata-rata normal. Saat ini, angka rata-rata penumpang sudah mencapai 81.388 per hari.

Pada 21 dan 22 Mei ini terjadi aksi unjuk rasa yang berujung rusuh di Jalan MH Thamrin, tepatnya di depan gedung Bawaslu, Jakarta Pusat dan sejumlah tempat lain di Jakarta Barat. Karena peristiwa tersebut, polisi menutup sejumlah ruas jalan.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Antisipasi Kampanye Hitam Pilkades, Polresta Tangerang Turunkan Personel Khusus

Antisipasi Kampanye Hitam Pilkades, Polresta Tangerang Turunkan Personel Khusus

Megapolitan
Dihentikan Karena Lintasi Jalur Sepeda, Pengemudi Ojol Protes ke Petugas Dishub

Dihentikan Karena Lintasi Jalur Sepeda, Pengemudi Ojol Protes ke Petugas Dishub

Megapolitan
Pasar Senen Jaya Blok I dan Blok II Akan Dibangun Kembali

Pasar Senen Jaya Blok I dan Blok II Akan Dibangun Kembali

Megapolitan
 Seribu Alasan Pengendara Motor yang Naik JPO Dekat Sudinhub Jakut...

Seribu Alasan Pengendara Motor yang Naik JPO Dekat Sudinhub Jakut...

Megapolitan
CPNS Pemprov DKI, Dua Formasi Ini Masih Belum Ada Pelamar

CPNS Pemprov DKI, Dua Formasi Ini Masih Belum Ada Pelamar

Megapolitan
Hingga 20 November 2019, 18.876 Orang Daftar CPNS Pemprov DKI

Hingga 20 November 2019, 18.876 Orang Daftar CPNS Pemprov DKI

Megapolitan
Polisi Tetapkan Seorang Tersangka Bentrok FBR dan PP

Polisi Tetapkan Seorang Tersangka Bentrok FBR dan PP

Megapolitan
Jelang Kampanye Pilkades, Kapolresta Tangerang Ancam Bakal Proses Hukum Pelaku Kampanye Hitam

Jelang Kampanye Pilkades, Kapolresta Tangerang Ancam Bakal Proses Hukum Pelaku Kampanye Hitam

Megapolitan
Nunung kepada Majelis Hakim: Saya Sangat Salah dan Menyesali Perbuatan

Nunung kepada Majelis Hakim: Saya Sangat Salah dan Menyesali Perbuatan

Megapolitan
Mikrotrans Jak Lingko 80 Layani Rute Rawa Buaya sampai Rawa Kompeni

Mikrotrans Jak Lingko 80 Layani Rute Rawa Buaya sampai Rawa Kompeni

Megapolitan
Bobol Showroom Motor, Dua Pencuri Ditangkap Polisi

Bobol Showroom Motor, Dua Pencuri Ditangkap Polisi

Megapolitan
Tahun 2019 Sisa 40 Hari, PAD Kota Bekasi Masih Minus Rp 1 Triliun

Tahun 2019 Sisa 40 Hari, PAD Kota Bekasi Masih Minus Rp 1 Triliun

Megapolitan
Setu Sawangan akan Dinormalisasi, Pedagang Pasrah Warungnya Digusur

Setu Sawangan akan Dinormalisasi, Pedagang Pasrah Warungnya Digusur

Megapolitan
Agar Tak Dilintasi Motor, Pejalan Kaki Saran Pasang Penghalang di JPO Dekat Sudinhub Jakut

Agar Tak Dilintasi Motor, Pejalan Kaki Saran Pasang Penghalang di JPO Dekat Sudinhub Jakut

Megapolitan
Wali Kota Bekasi Lebih Dulu Berhitung Sebelum Siapkan APAR di Sekolah-sekolah

Wali Kota Bekasi Lebih Dulu Berhitung Sebelum Siapkan APAR di Sekolah-sekolah

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X