34 Polisi Korban Kerusuhan 22 Mei Sudah Dipulangkan dari RS Polri

Kompas.com - 30/05/2019, 18:10 WIB
Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy Pramono menjenguk anggota kepolisian yang dirawat di RS Polri Kramat Jati akibat mengalami luka saat bertugas pada kerusuhan 21-22 Mein2019 lalu di RS Polri Kramat Jati, Senin (27/5/2019). KOMPAS.com/Ardito Ramadhan DKapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy Pramono menjenguk anggota kepolisian yang dirawat di RS Polri Kramat Jati akibat mengalami luka saat bertugas pada kerusuhan 21-22 Mein2019 lalu di RS Polri Kramat Jati, Senin (27/5/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Anggota kepolisian yang dirawat di RS Polri Kramatjati, Jakarta Timur, karena mengalami luka-luka pada kerusuhan 22 Mei pekan lalu sudah dipulangkan pada Rabu (29/5/2019).

Kepala Rumah Sakit Polri Kramat Jati Brigjen Pol dr Musyafak mengatakan, ada 14 pasien anggota Polri yang dipulangkan Rabu kemarin.

"Kemarin sudah pada pulang, sudah bagus, sudah rawat jalan," kata Musyafak kepada Kompas.com, Kamis (30/5/2019).

Baca juga: Jadi Korban Rusuh 22 Mei, Wakapolsek Jatinegara Sudah Dipulangkan dari RS Polri


Musyafak menuturkan, masih ada tiga orang yang harus menjalani rawat jalan karena luka-luka yang dialaminya lebih parah ketimbang pasien lain yang dinyatakan sembuh.

Ketiganya adalah Agus, Wahyu, dan Ibrahim yang mesti menjalani operasi karena luka-luka yang dialaminya.

"Iya, mereka kondisinya lebih serius dibanding yang lain. Mereka bertiga masih harus rawat jalan, yang lain sudah sembuh total," ujarnya.

Baca juga: Salah Satu Tersangka yang Menunggangi Aksi 22 Mei Pernah Jadi Sopir Kivlan Zen

Kendati pasien dari anggota Polri sudah dipulangkan, Musyafak menyebut masih ada beberapa warga korban kerusuhan yang masih dirawat di RS Polri.

Adapun total anggota Polri yang sempat dirawat di RS Polri Kramat Jati pascakerusuhan 22 Mei pekan lalu berjumlah 34 orang.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sekda DKI Pastikan Anggota TGUPP yang Rangkap Jabatan Akan Diberhentikan

Sekda DKI Pastikan Anggota TGUPP yang Rangkap Jabatan Akan Diberhentikan

Megapolitan
Kepada Polisi, Ibu di Kedoya Mengaku Tak Tahu Bayi Berusia 40 Hari Belum Bisa Mencerna Pisang

Kepada Polisi, Ibu di Kedoya Mengaku Tak Tahu Bayi Berusia 40 Hari Belum Bisa Mencerna Pisang

Megapolitan
Warga Kampung Mampangan Depok Temukan Ular Sanca 3 Meter di Bantaran Kali

Warga Kampung Mampangan Depok Temukan Ular Sanca 3 Meter di Bantaran Kali

Megapolitan
Anggaran TGUPP Dipangkas untuk 50 Orang, Fraksi PDI-P Anggap Masih Terlalu Banyak

Anggaran TGUPP Dipangkas untuk 50 Orang, Fraksi PDI-P Anggap Masih Terlalu Banyak

Megapolitan
Pemprov DKI Anggarkan Rp 170 Miliar untuk Revitalisasi Terminal Kampung Rambutan

Pemprov DKI Anggarkan Rp 170 Miliar untuk Revitalisasi Terminal Kampung Rambutan

Megapolitan
Jualan di Bahu Jalan, PKL Senen Merasa Tak Ganggu Lalu Lintas

Jualan di Bahu Jalan, PKL Senen Merasa Tak Ganggu Lalu Lintas

Megapolitan
Bayi Berusia 40 Hari di Kedoya Meninggal karena Tersedak Pisang yang Diberikan Ibunya

Bayi Berusia 40 Hari di Kedoya Meninggal karena Tersedak Pisang yang Diberikan Ibunya

Megapolitan
DPRD DKI Terbelah Soal TGUPP, PDI-P dan PSI Menolak, Gerindra dan PAN Mendukung

DPRD DKI Terbelah Soal TGUPP, PDI-P dan PSI Menolak, Gerindra dan PAN Mendukung

Megapolitan
Diusulkan untuk Gaji 67 Anggota, Anggaran TGUPP Dipangkas Hanya Buat 50 Orang

Diusulkan untuk Gaji 67 Anggota, Anggaran TGUPP Dipangkas Hanya Buat 50 Orang

Megapolitan
PKL Senen Akan Direlokasi, Pemkot Jakpus Diminta Sosialisasi ke Masyarakat

PKL Senen Akan Direlokasi, Pemkot Jakpus Diminta Sosialisasi ke Masyarakat

Megapolitan
Ada Permainan Tradisional Betawi dan Area Outbond di Taman Tomang Rawa Kepa

Ada Permainan Tradisional Betawi dan Area Outbond di Taman Tomang Rawa Kepa

Megapolitan
Perusahaan Patungan PT KAI dan PT MRT Jakarta Bertugas Kelola Kawasan Transit hingga Tiketing

Perusahaan Patungan PT KAI dan PT MRT Jakarta Bertugas Kelola Kawasan Transit hingga Tiketing

Megapolitan
Dishub Sebut Penutupan Lay Bay Stasiun Bekasi oleh PT KAI Tanpa Kajian Matang

Dishub Sebut Penutupan Lay Bay Stasiun Bekasi oleh PT KAI Tanpa Kajian Matang

Megapolitan
Sidang Eksepsi Kasus 'Ikan Asin' Akan Digelar Tahun Depan

Sidang Eksepsi Kasus "Ikan Asin" Akan Digelar Tahun Depan

Megapolitan
Lay Bay Ditutup, Angkot dan Ojol Bakal Dilarang Ngetem di Depan Stasiun Bekasi?

Lay Bay Ditutup, Angkot dan Ojol Bakal Dilarang Ngetem di Depan Stasiun Bekasi?

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X