Remaja Harun Rasyid Tewas akibat Kerusuhan 22 Mei 2019, Ini 5 Faktanya

Kompas.com - 31/05/2019, 13:03 WIB
Kelompok massa di Slipi, Jakarta Barat, terpantau masih belum membubarkan diri hingga Rabu (22/5/2019) pukul 21.00 WIB. KOMPAS.com/JIMMY RAMADHAN AZHARIKelompok massa di Slipi, Jakarta Barat, terpantau masih belum membubarkan diri hingga Rabu (22/5/2019) pukul 21.00 WIB.

Meski demikian, ia membenarkan kejadian dalam video benar terjadi di Kampung Bali.

“Pada kenyataannya orang yang dalam video tersebut adalah pelaku perusuh yang sudah kami amankan atas nama A alias Andri Bibir," kata Dedi, Sabtu (25/5/2019).

A, sudah diamankan kepolisian karena dianggap sebagai salah satu provokator massa dalam aksi ricuh itu.

Baca juga: Pria dalam Video Viral Dipukuli Polisi Bukan Harun Rasyid..

3. Diketahui meninggal dunia

Barulah pada keesokan harinya, pada Kamis (23/5/2019) pagi, teman Harun, Angga, mendapat kabar pada bahwa kawan yang mengajaknya melihat aksi kericuhan kini telah meninggal dunia.

Kabar serupa juga diterima oleh ayah Harun. Didin menerima informasi bahwa anaknya meninggal dunia di RS Dharmais, Slipi, Jakarta Barat.

Namun, saat itu penyebab kematian siswa yang masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP) ini belum diketahui.

Baca juga: Hasil Autopsi Keluar, Harun Rasyid Tewas akibat Luka Tembak

4. Investigasi polisi

Kepolisian pun melakukan investigasi guna mengetahui penyebab kematian Harun dalam kerusuhan 22 Mei 2019 malam yang berlokasi di Jembatan Slipi Jaya.

Tindakan yang diambil untuk mengetahui penyebab kematian adalah dengan melakukan proses antemortem dan mengotopsi jasad korban. Otopsi dilakukan di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.

Hingga Rabu (29/5/2019) kemarin, hasil otopsi Harun belum diketahui, proses masih berjalan sebagaimana disebutkan Karopenmas Polri.

5. Hasil Otopsi

Sehari setelahnya, yakni Jumat (30/5/2019) kemarin, otopsi jasad Harun telah selesai dilakukan. Hasil otopsi sudah disampaikan Kepala Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Brigjen Pol dr Musyafak.

"Sudah, hasil otopsinya luka tembak. Luka tembak dari lengan kiri atas, ya dari lengan kiri menembus ke dada," kata dia.

Namun, ia tidak dapat memastikan apakah peluru yang menembus badang Harun itu merupakan peluru karet atau peluru tajam. Sebab, hal itu merupakan kewenangan Puslabfor Polri.

Baca juga: Hasil Otopsi Keluar, Harun Rasyid Tewas akibat Luka Tembak

Halaman:
Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

PT KAI Disebut Belum Tentukan Besaran Uang Kerohiman Proyek Double Track Bogor-Sukabumi

PT KAI Disebut Belum Tentukan Besaran Uang Kerohiman Proyek Double Track Bogor-Sukabumi

Megapolitan
Sudah Uzur dan Rawan Anjlok, 4 Lift di Kantor Wali Kota Jakarta Timur Akan Diganti

Sudah Uzur dan Rawan Anjlok, 4 Lift di Kantor Wali Kota Jakarta Timur Akan Diganti

Megapolitan
Wacana Pembangunan Rusunawa Bantargebang Memudar

Wacana Pembangunan Rusunawa Bantargebang Memudar

Megapolitan
Truk Terguling di Jalan Layang Antasari

Truk Terguling di Jalan Layang Antasari

Megapolitan
Sebuah Rumah Tua Ada di Tengah Apartemen Mewah Jakpus, Ini Kisah Sang Pemilik

Sebuah Rumah Tua Ada di Tengah Apartemen Mewah Jakpus, Ini Kisah Sang Pemilik

Megapolitan
Sudin LH Tetap Pasang Alat Pengukuran Udara untuk Hilangkan Trauma Warga Cilincing

Sudin LH Tetap Pasang Alat Pengukuran Udara untuk Hilangkan Trauma Warga Cilincing

Megapolitan
TPST Bantargebang Diprediksi Overload 2021, Bekasi Belum Tahu Rencana DKI

TPST Bantargebang Diprediksi Overload 2021, Bekasi Belum Tahu Rencana DKI

Megapolitan
Cegah Jalur Sepeda Diserobot Kendaraan, DKI Akan Pasang Pembatas Beton

Cegah Jalur Sepeda Diserobot Kendaraan, DKI Akan Pasang Pembatas Beton

Megapolitan
Oktober 2019, Kamera ETLE Akan Dipasang di Jalan Tol

Oktober 2019, Kamera ETLE Akan Dipasang di Jalan Tol

Megapolitan
Ribuan Rumah Terkena Penggusuran Proyek Jalur Ganda Bogor-Sukabumi, Warga Pasrah

Ribuan Rumah Terkena Penggusuran Proyek Jalur Ganda Bogor-Sukabumi, Warga Pasrah

Megapolitan
Transpatriot Bekasi Mulai Berbayar Pekan Depan

Transpatriot Bekasi Mulai Berbayar Pekan Depan

Megapolitan
Sudin LH Pasang Alat Pemantau Kualitas Udara di SD 07 Cilincing

Sudin LH Pasang Alat Pemantau Kualitas Udara di SD 07 Cilincing

Megapolitan
Niat Imam Rayakan Ulang Tahun Kandas karena Kecelakaan Ambulans di Tol Pejagan

Niat Imam Rayakan Ulang Tahun Kandas karena Kecelakaan Ambulans di Tol Pejagan

Megapolitan
Kronologi Lift Anjlok di Kantor Wali Kota Jakarta Timur

Kronologi Lift Anjlok di Kantor Wali Kota Jakarta Timur

Megapolitan
Bekasi Minta Dana Hibah Rp 719 M ke DKI pada 2020

Bekasi Minta Dana Hibah Rp 719 M ke DKI pada 2020

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X