BrandzView
Konten ini merupakan kerja sama Kompas.com dengan Sido Muncul

Mudik Gratis Jadi Obat Rindu Perantau Akan Kampung Halaman

Kompas.com - 31/05/2019, 14:06 WIB
Direktur Utama PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul, Tbk, Irwan Hidayat saat menemui salah satu dari belasan ribu peserta mudik gratis di Museum Purna Bhakti Pertiwi, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, Kamis (30/5/2019). Dok. Sido MunculDirektur Utama PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul, Tbk, Irwan Hidayat saat menemui salah satu dari belasan ribu peserta mudik gratis di Museum Purna Bhakti Pertiwi, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, Kamis (30/5/2019).
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Pagi itu menjadi hari yang membahagiakan untuk Tuginem (47) dan suami.

Pasalnya, pasangan yang berprofesi sebagai penjual jamu itu akan berangkat mudik untuk merayakan Hari Raya Lebaran bersama kedua anaknya di Wonogiri.

Bagi Tuginem mudik kali ini bukanlah mudik biasa. Pasalnya, ia mendapat kesempatan untuk mudik gratis.

“Senang sekali, bisa pulang kampung gratis buat ketemu anak-anak,” ungkap Tuginem.

Tanpa kegiatan mudik gratis ini, bisa jadi Tuginem harus memupuskan harapannya untuk menemui kedua anaknya yang selama ini diasuh oleh sang nenek.

Meski sehari-hari Tuginem dan suami bekerja di Ibu Kota, namun uang yang dihasilkan masih jauh dari kata cukup.

Menurutnya, ketimbang pergi mudik, lebih baik ia menyisihkan uang tersebut untuk kebutuhan kedua anaknya di kampung dan kehidupannya sehari-hari.

Kesempatan mudik gratis tersebut Tuginem peroleh dari agen tempat ia biasa membeli jamu.

Tak perlu berpikir panjang, ia langsung mengambil kesempatan tersebut.

Di lain tempat, ada pula Yanto (57). Namun berbeda dengan Tuginem, penjual jamu asal Bogor ini bahkan bingung mendeskripsikan perasaannya.

“Bagaimana ya? Soalnya sudah lama juga tidak pulang kampung,” ungkap Yanto yang matanya terlihat sedikit berkaca-kaca.

Ketika ditanya kapan terakhir Yanto pulang ke kampung halaman, pria yang saat itu mengenakan kemeja biru dan topi hitam tersebut hanya menjawab singkat. “Kira-kira empat tahun lalu,” ujarnya.

Sambil menenteng dua kardus kecil berisi oleh-oleh untuk anak dan istrinya di Solo, Yanto mengungkapkan kerinduannya.

“Saya rindu sekali sama keluarga, makanya ada kesempatan (mudik gratis) saya ambil.” pungkasnya. Di lain tempat, ada pula Yanto (57). Namun berbeda dengan Tuginem, penjual jamu asal Bogor ini bahkan bingung mendeskripsikan perasaannya.

“Bagaimana ya? Soalnya sudah lama juga tidak pulang kampung,” ungkap Yanto yang matanya terlihat sedikit berkaca-kaca.

Ketika ditanya kapan terakhir Yanto pulang ke kampung halaman, pria yang saat itu mengenakan kemeja biru dan topi hitam tersebut hanya menjawab singkat. “Kira-kira empat tahun lalu,” ujarnya.

Sambil menenteng dua kardus kecil berisi oleh-oleh untuk anak dan istrinya di Solo, Yanto lanjut mengungkapkan kerinduannya.

“Saya rindu sekali sama keluarga, makanya kesempatan (mudik gratis) ini saya ambil biar bisa Lebaran sama mereka (keluarga).” pungkasnya.

Mudik gratis

Bisa mudik gratis ke kampung halaman untuk merayakan Hari Lebaran bersama keluarga merupakan impian bagi para perantau Ibu Kota.

Sebanyak 12.000 pemudik diberangkatkan ke kampung halamannya masing-masing lewat kegiatan Mudik Gratis yang diselenggarakan PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul, Tbk.

Irwan Hidayat melepas para pemudik yang tergabung dalam kegiatan Mudik Gratis Sido MunculDok. Sido Muncul Irwan Hidayat melepas para pemudik yang tergabung dalam kegiatan Mudik Gratis Sido Muncul

Sejak pukul 06.00 Waktu Indonesia bagian Barat (WIB), ribuan pemudik telah memadati area pemberangkatan yang berlokasi di pelataran Museum Purna Bhakti Pertiwi, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, Kamis (30/5/2019).

Kemudian selang tiga jam lebih, yakni pukul 09.30 WIB, satu per satu bus dari 114 bus yang digunakan dalam kegiatan bertajuk Mudik Asik Tanpa Plastik tersebut mulai diberangkatkan.

Pelepasan mudik gratis ke-30 tersebut ditandai dengan pengibaran bendera yang dipimpin langsung oleh Direktur Sido Muncul, Irwan Hidayat.

"Ini sudah tradisi, dan 30 kali mengadakan Mudik Gratis adalah sebuah mujizat bagi Sido Muncul," ungkap sang Filantropis.

Mengenai jumlah bus, Irwan mengatakan, total bus untuk mudik gratis kali ini sebenarnya 189 bus.

“Sisanya diberangkatkan dari Sukabumi, Bandung, Tangerang, Cilegon, Serang, Cikampek, Bogor, dan Cibinong,” jelasnya.

Panggung hiburan disediakan untuk menghibur para peserta mudik gratis.Dok. Sido Muncul Panggung hiburan disediakan untuk menghibur para peserta mudik gratis.

Sementara itu, jumlah peserta semakin diperluas cakupannya. Bila di awal hanya menyasar para pedagang jamu saja, maka kini Sido Muncul memberi kesempatan untuk para Pembatu Rumah Tangga (PRT) dan pedagang asongan.

Jika dilihat dari jumlah pemudik kali ini, angka tersebut menurun dibanding tahun 2018 yang berjumlah 13.000 pemudik.

Menurut Irwan, penurunan tersebut terjadi lantaran banyaknya instansi dan korporasi lain yang mengadakan kegiatan mudik serupa.

Selain itu, ditambahkan oleh Irwan, saat ini pembangunan yang terjadi di daerah mulai seimbang.

"Jika pembangunan di daerah seimbang dengan yang terjadi di kota besar, maka masyarakat akan betah tinggal di sana (daerah), daripada pergi ke Jakarta.” pungkas Irwan.

Dalam acara tersebut, turut hadir beberapa pejabat seperti Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi, Walikota Jakarta Timur, M Anwar, dan pejabat kepolisian serta pihak terkait lainnya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku
Komentar

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pengamat: Skuter Listrik Lebih Cocok Jadi Transportasi Pariwisata

Pengamat: Skuter Listrik Lebih Cocok Jadi Transportasi Pariwisata

Megapolitan
5 Fakta Dinamika Kenaikan UMK Bekasi 2020

5 Fakta Dinamika Kenaikan UMK Bekasi 2020

Megapolitan
BMKG: Jakarta, Bekasi, dan Depok Cerah Berawan Hari Ini

BMKG: Jakarta, Bekasi, dan Depok Cerah Berawan Hari Ini

Megapolitan
Layanan Penyewaan Skuter Listrik GrabWheels Tak Tersedia Lagi di FX Sudirman

Layanan Penyewaan Skuter Listrik GrabWheels Tak Tersedia Lagi di FX Sudirman

Megapolitan
Bima Arya Akan Minta Kepastian Penyelesaian TPST Nambo ke Ridwan Kamil

Bima Arya Akan Minta Kepastian Penyelesaian TPST Nambo ke Ridwan Kamil

Megapolitan
Pemprov DKI Dorong GrabWheel Beroperasi di Kawasan Tertentu seperti GBK atau Ancol

Pemprov DKI Dorong GrabWheel Beroperasi di Kawasan Tertentu seperti GBK atau Ancol

Megapolitan
Pengusaha Akan Sampaikan Keberatan ke Gubernur Terkait UMK Bekasi 2020

Pengusaha Akan Sampaikan Keberatan ke Gubernur Terkait UMK Bekasi 2020

Megapolitan
Pemprov DKI Dinilai Lemah dalam Mengawasi Pengoperasian Skuter Listrik

Pemprov DKI Dinilai Lemah dalam Mengawasi Pengoperasian Skuter Listrik

Megapolitan
Pemerintah Dinilai Lalai, Apindo Kota Bekasi Tak Setuju UMK 2020

Pemerintah Dinilai Lalai, Apindo Kota Bekasi Tak Setuju UMK 2020

Megapolitan
Proses Perizinan Panjang, Bus Listrik Transjakarta Belum Bisa Angkut Penumpang

Proses Perizinan Panjang, Bus Listrik Transjakarta Belum Bisa Angkut Penumpang

Megapolitan
Penetapan UMK Bekasi 2020 Alot karena Pengusaha Tak Ingin Ada UMK

Penetapan UMK Bekasi 2020 Alot karena Pengusaha Tak Ingin Ada UMK

Megapolitan
Serikat Buruh dan Pemkot Bekasi Sepakat UMK 2020 Sebesar Rp 4,589 Juta

Serikat Buruh dan Pemkot Bekasi Sepakat UMK 2020 Sebesar Rp 4,589 Juta

Megapolitan
Pembangunan Skatepark di Kolong Flyover Pasar Rebo Hampir Kelar

Pembangunan Skatepark di Kolong Flyover Pasar Rebo Hampir Kelar

Megapolitan
Tas Mencurigakan di Depok, Isinya Ternyata Jas Hujan

Tas Mencurigakan di Depok, Isinya Ternyata Jas Hujan

Megapolitan
Polisi Selidiki Kasus Penyiraman Air Keras di Jakbar yang Terjadi Dua Kali dalam Seminggu

Polisi Selidiki Kasus Penyiraman Air Keras di Jakbar yang Terjadi Dua Kali dalam Seminggu

Megapolitan
komentar di artikel lainnya