Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

3 Fakta Pertemuan TNI AU dengan Pilot "YouTuber" Vincent Raditya

Kompas.com - 01/06/2019, 03:40 WIB
Jimmy Ramadhan Azhari,
Kurnia Sari Aziza

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Nama Vincent Raditya, seorang pilot YouTuber menjadi perbincangan hangat di media sosial. 

Pria yang membagikan informasi seputar dunia penerbangan melalui akun YouTubenya tengah tertimpa masalah karena lisensi menerbangkan pesawat single engine dicabut Kementerian Perhubungan melalui Ditjen Perhubungan Udara.

Lisensinya dicabut karena dianggap melakukan kekeliruan saat menerbangkan pesawat bersama Limbad yang diunggahnya ke dalam akun YouTube-nya.

Baca juga: Ini Alasan Kemenhub Cabut Lisensi Terbang Single Engine Kapten Vincent

Kekeliruan itu antara lain penumpang yang duduk sejajar dengan pilot tidak menggunakan shoulder harness, memberikan kemudi pesawat kepada orang tak berwenang, dan penggunaan manuver zero gravity kepada penumpang sipil.

Masalah Vincent kemudian banyak dibahas berbagai lapisan masyarakat, mulai dari warganet hingga YouTuber lain.

Teranyar, Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara (AU) Marsekal Utama (Marsma) TNI Fajar Adriyanto mengundang Vincent.

Baca juga: Kapten Vincent Raditya Masih Bisa Terbangkan Batik Air

Pertemuan antara Fajar dan Vincent diunggah dalam akun YouTube Vincent. 

Dalam video berdurasi 11 menit itu, Fajar banyak berkomentar soal peraturan zero gravity, yang menjadi salah satu alasan mengapa izin terbang Vincent menggunakan pesawat yang dibelinya sendiri itu dicabut.

Berikut tiga fakta pertemuan Fajar dengan Vincent:

Tak ada aturan mengenai zero gravity

Dalam video tersebut, Fajar mengatakan, belum ada peraturan mengenai zero gravity.

"Saya lihat kemarin ada sedikit permasalahan tentang safety yang ada dilanggar, sedangkan untuk penggunaan zero gravity, saya lihat belum ada peraturannya juga," kata Fajar.

Ia mengatakan, kemungkinan Kemenhub memberikan informasi keamanan mengendarai pesawat kepada Vincent.

Baca juga: TNI AU soal Lisensi Pilot Vincent: Belum Ada Peraturan soal Zero Gravity...

Namun, Fajar mengimbau Kemenhub memiliki aturan khusus mengenai zero gravity jika peringatan tersebut sampai mengakibatkan Vincent kehilangan izin terbangnya.

Bukan manuver ekstrim

Capt. Vincent RadityaInstagram @vincentraditya Capt. Vincent Raditya
Fajar mengatakan, zero gravity sedianya bukan merupakan bentuk manuver menerbangkan pesawat yang tergolong ekstrim.

"Saya lihat penggunaan zero gravity itu memang bukan manuver ekstrim, itu memang sering terjadi, karena, kan, pesawat itu pesawat komersil juga kadang-kadang terkena zero gravity," ucapnya.

Baca juga: Penjelasan TNI AU soal Zero Gravity yang Buat Lisensi Terbang Kapten Vincent Dicabut

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Teka-teki Perempuan Ditemukan Tewas di Pulau Pari: Berwajah Hancur, Diduga Dibunuh

Teka-teki Perempuan Ditemukan Tewas di Pulau Pari: Berwajah Hancur, Diduga Dibunuh

Megapolitan
Tragedi Kebakaran Maut di Mampang dan Kisah Pilu Keluarga Korban Tewas...

Tragedi Kebakaran Maut di Mampang dan Kisah Pilu Keluarga Korban Tewas...

Megapolitan
Nasib Jesika Jadi Korban Kebakaran Toko di Mampang, Baru 2 Hari Injakkan Kaki di Jakarta

Nasib Jesika Jadi Korban Kebakaran Toko di Mampang, Baru 2 Hari Injakkan Kaki di Jakarta

Megapolitan
Kejati DKI Belum Terima Berkas Perkara Firli Bahuri Terkait Dugaan Pemerasan terhadap SYL

Kejati DKI Belum Terima Berkas Perkara Firli Bahuri Terkait Dugaan Pemerasan terhadap SYL

Megapolitan
Belajar dari Kasus Sopir Fortuner Arogan, Jangan Takut dengan Mobil Berpelat Dinas...

Belajar dari Kasus Sopir Fortuner Arogan, Jangan Takut dengan Mobil Berpelat Dinas...

Megapolitan
7 Jenazah Korban Kebakaran Toko Bingkai 'Saudara Frame' di Mampang Telah Dipulangkan

7 Jenazah Korban Kebakaran Toko Bingkai "Saudara Frame" di Mampang Telah Dipulangkan

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] 7 Orang Tewas Terjebak Kebakaran Toko Saudara Frame | Serba-serbi Warung Madura yang Jarang Diketahui

[POPULER JABODETABEK] 7 Orang Tewas Terjebak Kebakaran Toko Saudara Frame | Serba-serbi Warung Madura yang Jarang Diketahui

Megapolitan
3 dari 7 Korban Kebakaran Toko Bingkai 'Saudara Frame' di Mampang adalah ART

3 dari 7 Korban Kebakaran Toko Bingkai "Saudara Frame" di Mampang adalah ART

Megapolitan
Staf Khusus Bupati Kediri Ikut Daftar Bakal Calon Wali Kota Bogor Lewat PDI-P

Staf Khusus Bupati Kediri Ikut Daftar Bakal Calon Wali Kota Bogor Lewat PDI-P

Megapolitan
4 dari 7 Korban Kebakaran Toko Bingkai di Mampang adalah Satu Keluarga

4 dari 7 Korban Kebakaran Toko Bingkai di Mampang adalah Satu Keluarga

Megapolitan
Tangkap Komplotan Pencuri yang Beraksi di Pesanggrahan, Polisi Sita 9 Motor

Tangkap Komplotan Pencuri yang Beraksi di Pesanggrahan, Polisi Sita 9 Motor

Megapolitan
Alami Luka Bakar Hampir 100 Persen, 7 Jenazah Korban Kebakaran 'Saudara Frame' Bisa Diidentifikasi Lewat Gigi

Alami Luka Bakar Hampir 100 Persen, 7 Jenazah Korban Kebakaran "Saudara Frame" Bisa Diidentifikasi Lewat Gigi

Megapolitan
Melawan Saat Ditangkap, Salah Satu Komplotan Pencuri Motor di Pesanggrahan Ditembak Polisi

Melawan Saat Ditangkap, Salah Satu Komplotan Pencuri Motor di Pesanggrahan Ditembak Polisi

Megapolitan
Uang Korban Dipakai 'Trading', Pelaku Dugaan Penipuan Beasiswa S3 ke Filipina Mengaku Siap Dipenjara

Uang Korban Dipakai "Trading", Pelaku Dugaan Penipuan Beasiswa S3 ke Filipina Mengaku Siap Dipenjara

Megapolitan
Siswa SMP yang Gantung Diri di Palmerah Dikenal Aktif Bersosialisasi di Lingkungan Rumah

Siswa SMP yang Gantung Diri di Palmerah Dikenal Aktif Bersosialisasi di Lingkungan Rumah

Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com