LMK: Tak Ada Ormas Minta THR di Petogogan

Kompas.com - 03/06/2019, 18:23 WIB
Kantor Kelurahan Petogogan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (31/5/2019) Walda MarisonKantor Kelurahan Petogogan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (31/5/2019)
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Pihak Lembaga Musyawarah Kelurahan (LMK) Petogogan menyebut, tidak benar ada ormas yang meminta tunjangan hari raya ( THR) kepada warga di wilayah Petogogan.

Perwakilan LMK Petogogan, Musliar Z Djamil, mengatakan bahwa tidak ada permintaan THR yang berujung cekcok antara pihak ormas dan warga.

"Intinya tidak benar ada ormas seperti yang diberitakan itu. Tidak ada cekcok keributan karena minta THR," ujar dia, Senin (3/6/2019) di Kantor Kelurahan Petogogan.

Baca juga: Lurah Petogogan Jelaskan Kronologi Cekcok Warga dengan Ormas karena THR

Pernyataannya membantah informasi dari Lurah Petogogan Sarwanto yang mengatakan bahwa ada ormas meminta THR dan cekcok dengan warga pada Kamis (30/5/2019).

Musliar datang dalam pertemuan antara warga dan pihak ormas pada saat itu. Dia menduga, lurah saat itu belum mendapatkan informasi jelas soal maksud pertemuan tersebut.

"Mungkin juga (belum dapat informasi). Karena kan dia (lurah) enggak hadir waktu pembicaraan hari Kamis. Pas malam itu kan dia enggak hadir, yang hadir cuma saya sama pihak ormas saja," ucap dia.

Menurut Musliar, yang terjadi saat itu merupakan silaturahim antara pihak ormas dan warga Petogogan. Dia bahkan menyebut keberadaan ormas cukup membantu warga setempat.

Sebab, menurut dia, ormas kerap mengadakan acara santunan dan buka puasa bersama.

" Ormas itu justru bergerak di bidang sosial. Bisa bersinergi dengan aparatur setempat," ucap dia.

Sebelumnya, Lurah Petogogan membenarkan ada ormas tertentu yang sempat meminta THR kepada pihak Telkom yang memangsang kabel di wilayahnya.

"Menurut pak ketua LMK (lembaga musyawarah kelurahan) telepon saya, ini agak setengah maksa mintanya sama Telkom," kata Sarwanto.

Baca juga: Berawal dari Minta THR, Ormas Cekcok dengan Warga Petogogan

Namun, Sarwanto mengatakan, permasalahan tersebut telah diselesaikan secara musyawarah pada Kamis malam.

Pihak Lembaga Musyawarah Kelurahan Petogogan pun sudah turun tangan menengahi masalah tersebut.




25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Harapan Korban Pelecehan di Bandara Soetta, Pelaku Dihukum Sesuai Perbuatannya

Harapan Korban Pelecehan di Bandara Soetta, Pelaku Dihukum Sesuai Perbuatannya

Megapolitan
45 Persen Pasien Covid-19 di DKI Jakarta Tak Ada Gejala

45 Persen Pasien Covid-19 di DKI Jakarta Tak Ada Gejala

Megapolitan
Pemprov DKI: 113 Perusahaan Ditutup Selama PSBB Ketat di Jakarta

Pemprov DKI: 113 Perusahaan Ditutup Selama PSBB Ketat di Jakarta

Megapolitan
100 Petugas Avsec di Bandara Soekarno-Hatta Jalani Tes Narkoba

100 Petugas Avsec di Bandara Soekarno-Hatta Jalani Tes Narkoba

Megapolitan
Lumpuh gara-gara Minum Boba, Ini Kisah Penderita Diabetes dan Penjelasan Dokter

Lumpuh gara-gara Minum Boba, Ini Kisah Penderita Diabetes dan Penjelasan Dokter

Megapolitan
Minta Anies Izinkan Restoran di Mal dan Hotel Beroperasi, PHRI: Kita Sudah Ikuti Protokol Kesehatan

Minta Anies Izinkan Restoran di Mal dan Hotel Beroperasi, PHRI: Kita Sudah Ikuti Protokol Kesehatan

Megapolitan
Kemenhub Luncurkan Aplikasi Lacak Trans, Bisa Tampilkan Rute Transportasi yang Tinggi Sebaran Covid-19

Kemenhub Luncurkan Aplikasi Lacak Trans, Bisa Tampilkan Rute Transportasi yang Tinggi Sebaran Covid-19

Megapolitan
Pria 66 Tahun Tewas Tertabrak Kereta di Depok

Pria 66 Tahun Tewas Tertabrak Kereta di Depok

Megapolitan
Tertinggi Sejak Pandemi, 98 Pasien Isolasi di Rumah Lawan Covid-19 Tangsel

Tertinggi Sejak Pandemi, 98 Pasien Isolasi di Rumah Lawan Covid-19 Tangsel

Megapolitan
Pemkot Tangsel Berencana Tambah 250 Tempat Tidur Pasien Covid-19

Pemkot Tangsel Berencana Tambah 250 Tempat Tidur Pasien Covid-19

Megapolitan
PHRI Sebut Banyak Restoran Tutup dan Pegawai di-PHK karena Kebijakan Larangan Dine In

PHRI Sebut Banyak Restoran Tutup dan Pegawai di-PHK karena Kebijakan Larangan Dine In

Megapolitan
Positif Covid-19, Penghuni Wisma Mahasiswa Aceh Foba di Setiabudi Diisolasi di Wisma Atlet Kemayoran

Positif Covid-19, Penghuni Wisma Mahasiswa Aceh Foba di Setiabudi Diisolasi di Wisma Atlet Kemayoran

Megapolitan
Mayat Pria Ditemukan Meninggal di Dalam Bajaj

Mayat Pria Ditemukan Meninggal di Dalam Bajaj

Megapolitan
Polisi Masih Selidiki Kasus Bayi Dibuang di Pinggir Kali Cipinang

Polisi Masih Selidiki Kasus Bayi Dibuang di Pinggir Kali Cipinang

Megapolitan
Ada Kasus Positif Covid-19, Wisma Mahasiswa Aceh Foba di Setiabudi Ditutup 2 Pekan

Ada Kasus Positif Covid-19, Wisma Mahasiswa Aceh Foba di Setiabudi Ditutup 2 Pekan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X