Ada Pelemparan KRL di Depok, PT KCI Imbau Penumpang Tidak Buka Jendela

Kompas.com - 05/06/2019, 13:45 WIB
Kaca jendela sebuah kereta rel listrik (KRL) rute Bogor - Jakarta pecah setelah dilempar dengan batu oleh oknum tidak dikenal di antara Stasiun Citayam ke arah Depok, Selasa (4/6/20190) malam kemarin, pukul 21.48 WIB.
Instagram Kaca jendela sebuah kereta rel listrik (KRL) rute Bogor - Jakarta pecah setelah dilempar dengan batu oleh oknum tidak dikenal di antara Stasiun Citayam ke arah Depok, Selasa (4/6/20190) malam kemarin, pukul 21.48 WIB.

JAKARTA, KOMPAS.com - Vice President Corporate Communication PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) Anne Purba membenarkan ada insiden pelemparan kereta rel listrik ( KRL) dengan batu di lintas Citayam-Depok, Jawa Barat, Selasa (4/6/2019) malam.

"Iya, ada pelemparan batu pada KA 1239 antara Citayam-Depok, jam 21.48 WIB," kata Anne lewat keterangan tertulis.

Pelemparan tersebut mengakibatkan satu kaca jendela kereta pecah berhamburan ke dalam gerbong. Petugas keamanan dalam (PKD) Stasiun Depok langsung menyisir area sekitar stasiun dan melakukan penjagaan.

Baca juga: Lebaran, KRL Beroperasi Normal


"Pecahan kaca lalu dibersihkan di Stasiun Universitas Indonesia, selanjutnya akan dilakukan perbaikan di Stasiun Manggarai," ujar Anne.

Ia mengimbau agar penumpang senantiasa mewaspadai pelemparan batu oleh oknum tak bertanggung jawab ke arah KRL yang sewaktu-waktu mungkin terjadi. Minimal, kata dia, penumpang tidak membuka jendela ketika KRL tengah berjalan.

"Jangan buka jendelanya, kadang kan dibuka karena agak sedikit panas, tutup saja. Kita coba memaksimalkan komplain tentang AC, sekarang jumlah komplain juga sedikit menurun," kata Anne.

Dia mengeklaim, jajarannya terus memaksimalkan sosialisasi kepada warga di sekitar rel kereta yang membentang sepanjang lebih dari 400 kilometer. Soalnya, kerapkali pelemparan dilakukan oleh anak-anak kecil yang bermaksud usil semata tanpa mengetahui tindakannya berbahaya bagi keselamatan penumpang.

"Iseng-iseng anak kecil, makanya kami dekati ada santunan, juga edukasi, karena ada yang nyuruh mereka buat lempar kita juga tidak tahu. Cuma yang namanya sosialisasi sudah kami lakukan ke RT, RW, masjid. Empat ratus kilometer lebih rel kereta kita butuh dukungan masyarakat untuk jaga keselamatan bersama," kata dia.

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Ibu Hamil Korban Obat Kedaluwarsa Puskesmas Kamal Muara Diperiksa Polisi Besok

Ibu Hamil Korban Obat Kedaluwarsa Puskesmas Kamal Muara Diperiksa Polisi Besok

Megapolitan
Didakwa Suplai Batu ke Demonstran, Ini Kata Andri Bibir

Didakwa Suplai Batu ke Demonstran, Ini Kata Andri Bibir

Megapolitan
Terdakwa Kerusuhan 21-22 Mei Ini Izin Demo-Tawuran ke Istrinya

Terdakwa Kerusuhan 21-22 Mei Ini Izin Demo-Tawuran ke Istrinya

Megapolitan
Sempat Dikira Meninggal, Bocah Pemulung Ini Tak Mau Kabur dari Rumah Lagi

Sempat Dikira Meninggal, Bocah Pemulung Ini Tak Mau Kabur dari Rumah Lagi

Megapolitan
Andri Bibir Didakwa Siapkan Batu Saat Kerusuhan 21-22 Mei

Andri Bibir Didakwa Siapkan Batu Saat Kerusuhan 21-22 Mei

Megapolitan
Kelompok Pemalsu dan Rekondisi Materai Raup Untung Ratusan Juta Rupiah

Kelompok Pemalsu dan Rekondisi Materai Raup Untung Ratusan Juta Rupiah

Megapolitan
Ada Oli Tumpah di Jalan Pulo Lentut Cakung, Pengendara Harap Hati-hati

Ada Oli Tumpah di Jalan Pulo Lentut Cakung, Pengendara Harap Hati-hati

Megapolitan
Cara Bedakan Meterai Rekondisi dan Palsu dengan yang Asli

Cara Bedakan Meterai Rekondisi dan Palsu dengan yang Asli

Megapolitan
Pemprov DKI Akan Tanam Tabebuya, Tiap Wilayah Warna Bunganya Berbeda

Pemprov DKI Akan Tanam Tabebuya, Tiap Wilayah Warna Bunganya Berbeda

Megapolitan
Gugatan Praperadilan Tilang ETLE Gugur, Sitem ETLE Dinilai Valid

Gugatan Praperadilan Tilang ETLE Gugur, Sitem ETLE Dinilai Valid

Megapolitan
Polisi Tangkap Kelompok Pemalsu dan Rekondisi Materai

Polisi Tangkap Kelompok Pemalsu dan Rekondisi Materai

Megapolitan
Jaksa Tidak Hadirkan Seluruh Terdakwa, Sidang 29 Karyawan Sarinah Ditunda

Jaksa Tidak Hadirkan Seluruh Terdakwa, Sidang 29 Karyawan Sarinah Ditunda

Megapolitan
Pemprov DKI Optimistis Perluasan Ganjil Genap Perbaiki Kualitas Udara Jakarta

Pemprov DKI Optimistis Perluasan Ganjil Genap Perbaiki Kualitas Udara Jakarta

Megapolitan
DPRD: Jangan Sampai Bu Risma Bisa Datangkan Bunga Sakura, DKI Enggak Bisa

DPRD: Jangan Sampai Bu Risma Bisa Datangkan Bunga Sakura, DKI Enggak Bisa

Megapolitan
JJ Rizal: Bekasi Punya Hubungan Sejarah yang Kuat dengan Jakarta

JJ Rizal: Bekasi Punya Hubungan Sejarah yang Kuat dengan Jakarta

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X