Seorang Pemuda Dikeroyok dan Dibacok Usai Bentrok pada Malam Takbiran

Kompas.com - 06/06/2019, 10:55 WIB
Pengeroyokan. Tribunnews.comPengeroyokan.

JAKARTA, KOMPAS.com - Seorang pemuda berinisial ASA (19) dari Pademangan, Jakarta Utara dikeroyok dan dibacok sekelompok orang pada Rabu (5/6/2019) dini hari, selepas malam takbiran.

Kapolsek Pademangan Kompol Julianthy menyebutkan, korban dikeroyok tiga orang.

Korban bersama rekan-rekannya diduga sebelumnya melakukan penyerangan ke wilayah para pelaku usai pawai malam takbiran.

"Korban dan teman-temannya melaksanakan takbir keliling dan melintas di Jalan Gunung Sahari, depan Mangga Dua Square. Diduga, korban dan teman-temannya melakukan penyerangan ke wilayah pelaku di Sawah Besar, Jakarta Pusat, menggunakan kembang api," beber Julianthy, Kamis pagi.


Baca juga: Kasus Pengeroyokan Siswi SMP di Pontianak Segera Disidang

Salah seorang pelaku berinisial FS kemudian memburu ASA dan teman-temannya dengan membawa parang. FS melakukan pengejaran bersama dua orang lain yang belum teridentifikasi sampai hari ini.

Korban terpencar dari teman-temannya dan langsung jadi sasaran amuk FS dan dua orang lainnya.  

"Korban tertinggal oleh teman-temannya dan dikeroyok oleh pelaku dan dua orang yang tidak dikenal," kata Julianthy.

Pelaku lalu membacok korban menggunakan senjata tajam jenis parang.

Akibat pembacokan itu, korban mengalami luka di pipi kanan, telinga kanan, tengkuk, punggung, dan di tangan kiri.

Kini, polisi telah menangkap FS di sekitar tempat kejadian. Barang bukti berupa parang bergagang kayu merah juga telah diamankan polisi.

"Saat ini polisi sedang melakukan penyelidikan terhadap dua pelaku lain," kata Julianthy.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Stres Mau Nikah Diduga Jadi Motif ART Aniaya Bayi 2 Tahun di Depok

Stres Mau Nikah Diduga Jadi Motif ART Aniaya Bayi 2 Tahun di Depok

Megapolitan
Rumah 4 Lantai Dibongkar Satpol PP Jaksel karena Langgar Peraturan Perizinan

Rumah 4 Lantai Dibongkar Satpol PP Jaksel karena Langgar Peraturan Perizinan

Megapolitan
30 Pelajar Diamankan Terkait Perusakan SMK di Depok, 5 Orang Jadi Tersangka

30 Pelajar Diamankan Terkait Perusakan SMK di Depok, 5 Orang Jadi Tersangka

Megapolitan
Raup Rp 2,5 Miliar dari Gelapkan 62 Mobil, Djeni Terlilit Utang

Raup Rp 2,5 Miliar dari Gelapkan 62 Mobil, Djeni Terlilit Utang

Megapolitan
Dishub DKI: Kami Tidak Bisa Larang Penggunaan Bus Zhong Tong

Dishub DKI: Kami Tidak Bisa Larang Penggunaan Bus Zhong Tong

Megapolitan
Pengasuh Aniaya Bocah, Orangtua Korban Penasaran Apa Motifnya

Pengasuh Aniaya Bocah, Orangtua Korban Penasaran Apa Motifnya

Megapolitan
1 November, 59 Bus Zhongtong Beroperasi di Jakarta

1 November, 59 Bus Zhongtong Beroperasi di Jakarta

Megapolitan
Orang Tua YM Curiga karena Pengasuh Mengurung Diri 2 Malam Bersama Anaknya

Orang Tua YM Curiga karena Pengasuh Mengurung Diri 2 Malam Bersama Anaknya

Megapolitan
Kisah Warga Kampung Starling, Demo Bawa Rezeki dan Satpol PP Paling Dihindari

Kisah Warga Kampung Starling, Demo Bawa Rezeki dan Satpol PP Paling Dihindari

Megapolitan
Pemprov DKI Bahas Kenaikan UMP DKI 2020 Sebesar 8 Persen

Pemprov DKI Bahas Kenaikan UMP DKI 2020 Sebesar 8 Persen

Megapolitan
Keluarga Kaget Dengar Djeni Raup Rp 2,5 Miliar dari Penggelapan 62 Mobil

Keluarga Kaget Dengar Djeni Raup Rp 2,5 Miliar dari Penggelapan 62 Mobil

Megapolitan
Sutradara Amir Mirza Gumay Simpan Sabu di Bawah Kitchen Set Rumah

Sutradara Amir Mirza Gumay Simpan Sabu di Bawah Kitchen Set Rumah

Megapolitan
Tujuh Titik Kabel Semrawut di Jakarta Selatan Segera Ditertibkan

Tujuh Titik Kabel Semrawut di Jakarta Selatan Segera Ditertibkan

Megapolitan
Keluarga Djeni Didatangi Banyak Korban Sebelum Penangkapan

Keluarga Djeni Didatangi Banyak Korban Sebelum Penangkapan

Megapolitan
MRT Jakarta Tertibkan Penjualan Benda Tajam di Dalam Stasiun

MRT Jakarta Tertibkan Penjualan Benda Tajam di Dalam Stasiun

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X