Selundupkan Sabu ke Indonesia, WN Malaysia Sewa "Yacht" Rp 7 Miliar

Kompas.com - 11/06/2019, 20:46 WIB
Satgas NIC Dittipidnarkoba Bareskrim Polri memeriksa kapal yang digunakan tersangka penyelundupan narkotika saat rilis kasus penyelundupan narkotika jenis sabu sindikat kejahatan terorganisir Malaysia menggunakan Kapal Pesiar (Yatch) di Batavia Marina, Komplek Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta Utara, Selasa (11/6/2019). Bareskrim Polri berhasil mengamankan enam tersangka warga negara Malaysia dan menyita narkotika jenis sabu sebanyak 37 kilogram. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGSatgas NIC Dittipidnarkoba Bareskrim Polri memeriksa kapal yang digunakan tersangka penyelundupan narkotika saat rilis kasus penyelundupan narkotika jenis sabu sindikat kejahatan terorganisir Malaysia menggunakan Kapal Pesiar (Yatch) di Batavia Marina, Komplek Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta Utara, Selasa (11/6/2019). Bareskrim Polri berhasil mengamankan enam tersangka warga negara Malaysia dan menyita narkotika jenis sabu sebanyak 37 kilogram.

JAKARTA, KOMPAS.com - Enam warga negara Malaysia yang ditangkap karena menyelundupkan narkoba jenis sabu-sabu saat Lebaran menyewa kapal pesiar kecil ( yacht) seharga Rp 7 miliar demi memuluskan upaya mereka.

"Nama kapalnya Carron Layner, ini kapal pesiar yang cukup mewah, harga second hand itu 2,5 juta ringgit atau sekitar Rp 7 miliar. Kapal ini kapal buatan Prancis, buatan 2013, panjangnya itu 15 meter dengan kecepatan 30 knot," kata Wakil Direktur IV Bareskrim Polri Kombes Krisno Siregardi Kompleks Pelabuhan Sunda Kelapa, Ancol, Jakarta Utara, Selasa (11/6/2019).

Ia mengatakan, kapal pesiar ini disewa oleh para pelaku khusus untuk menyelundupkan 37 kilogram sabu.

Baca juga: Polri Gandeng Polisi Malaysia Kejar Penyelundup Narkoba yang Pakai Kapal Pariwista


Narkoba itu disimpan di dapra atau bantalan karet yang dipasang di lambung kapal dan berfungsi mencegah kapal mengalami benturan saat berlabuh di dermaga.

Krisno menyatakan bahwa penyelundupan narkoba menggunakan kapal pesiar merupakan sesuatu yang baru bagi kepolisian.

Bahkan, ia menyebutkan bahwa pengungkapan yang terjadi di Dermaga Batavia Marina, Komplek Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta pada Selasa (4/6/2019) merupakan kali pertama oleh kepolisian.

"Untuk yang kasus ini kami sebenarnya bagi kami ini sesuatu yang baru, tetapi modus menggunakan kapal ikan yang jamak dilakukan di Indonesia," kata dia.

Kapal pesiar itu kini menjadi barang bukti dalam kasus ini.

Belum ada bukti bahwa kapal tersebut merupakan hasil dari tindak pidana pencucian uang yang dilakukan para pelaku dari hasil penjualan narkoba.

Dalam kasus ini, polisi meringkus enam warga negara Malaysia yang akan menyelundupkan narkobamenggunakan kapal pesiar di Dermaga Batavia Marina, Komplek Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta pada Selasa (4/6/2019).

Baca juga: Polisi Tangkap WN Malaysia Penyelundup 37 Kg Sabu dengan Kapal Pesiar

Enam orang itu ditangkap dengan barang bukti 37 kilogram sabu-sabu saat Idul Fitri.

Keenam pelaku tersebut dikenakan Pasal 114 Ayat (2) Jo Pasal 132 Ayat (1) dan Pasal 113 Ayat (2) Jo Pasal 132 Ayat (1) UU RI UU RI Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika dengan ancaman maksimal hukaman mati atau penjara seumur hidup.

Polri bekerja sama dengan Polisi Diraja Malaysia untuk memburu dua orang yang memerintahkan keenam pelaku tersebut memasok narkoba ke Indonesia.



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Atraksi Barongsai di Mal Pondok Indah 'Menghipnotis' Pengunjung

Atraksi Barongsai di Mal Pondok Indah "Menghipnotis" Pengunjung

Megapolitan
Kali Sekretaris Bocor Akibat Debit Air Tinggi, Ditambal Pakai Karung Pasir

Kali Sekretaris Bocor Akibat Debit Air Tinggi, Ditambal Pakai Karung Pasir

Megapolitan
Sempat Banjir, Genangan Air di Sejumlah Titik di Jakarta Kini Sudah Surut

Sempat Banjir, Genangan Air di Sejumlah Titik di Jakarta Kini Sudah Surut

Megapolitan
Pelaku Curanmor di Radio Dalam Belum Tertangkap, Polisi: Wajahnya Kurang Jelas di CCTV

Pelaku Curanmor di Radio Dalam Belum Tertangkap, Polisi: Wajahnya Kurang Jelas di CCTV

Megapolitan
Perempuan Digigit Tikus Saat Nonton di Bioskop, Seberapa Berbahaya bagi Kesehatan?

Perempuan Digigit Tikus Saat Nonton di Bioskop, Seberapa Berbahaya bagi Kesehatan?

Megapolitan
Lampion dan Angpao Paling Laris Diburu Menjelang Imlek

Lampion dan Angpao Paling Laris Diburu Menjelang Imlek

Megapolitan
Mahasiswa Gugat Lamanya Pemilihan Cawagub DKI ke MK, F-Gerindra: Kontruksinya Tidak Nyambung

Mahasiswa Gugat Lamanya Pemilihan Cawagub DKI ke MK, F-Gerindra: Kontruksinya Tidak Nyambung

Megapolitan
Polisi Tangkap Tiga Pengeroyok Pria yang Minta Sumbangan Air Mineral di Pondok Pinang

Polisi Tangkap Tiga Pengeroyok Pria yang Minta Sumbangan Air Mineral di Pondok Pinang

Megapolitan
Seorang Remaja Diduga Tenggelam saat Berenang di Waduk Pegadungan

Seorang Remaja Diduga Tenggelam saat Berenang di Waduk Pegadungan

Megapolitan
Aktivis Perempuan: Trauma Korban Pelecehan Seksual yang Berpakaian Tertutup Jauh Lebih Besar

Aktivis Perempuan: Trauma Korban Pelecehan Seksual yang Berpakaian Tertutup Jauh Lebih Besar

Megapolitan
Pelecehan Seksual di Bekasi, Bukti Pakaian Korban Bukan Pemicu Tindakan Asusila Terjadi

Pelecehan Seksual di Bekasi, Bukti Pakaian Korban Bukan Pemicu Tindakan Asusila Terjadi

Megapolitan
Pemilihan Wakil Gubernur DKI Lama, Mahasiswa Hukum Untar Gugat ke MK

Pemilihan Wakil Gubernur DKI Lama, Mahasiswa Hukum Untar Gugat ke MK

Megapolitan
Jari Wanita Ini Berdarah Digigit Tikus di Saat Nonton Film di Bioskop

Jari Wanita Ini Berdarah Digigit Tikus di Saat Nonton Film di Bioskop

Megapolitan
Banjir di Cikini Disebabkan Saluran Air Tersumbat di Depan Proyek Revitalisasi TIM

Banjir di Cikini Disebabkan Saluran Air Tersumbat di Depan Proyek Revitalisasi TIM

Megapolitan
Pemprov DKI Klaim Sudah Naturalisasi Sungai di 5 Titik

Pemprov DKI Klaim Sudah Naturalisasi Sungai di 5 Titik

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X