PKL Tanah Abang Berdagang di Trotoar, KTP Akan Disita

Kompas.com - 13/06/2019, 17:50 WIB
Trotoar di Tanah Abang Jakarta Pusat dipenuhi pedagang musiman selama Ramadhan. Foto diambil Senin (13/5/2019) KOMPAS.com/Ryana AryaditaTrotoar di Tanah Abang Jakarta Pusat dipenuhi pedagang musiman selama Ramadhan. Foto diambil Senin (13/5/2019)

JAKARTA, KOMPAS.com - Satpol PP mengklaim akan menindak tegas pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di trotoar Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Gerobak pedagang tidak hanya disita, melainkan juga KTP si pedagang.  

"Dagangan mereka tidak kami sita, nantinya KTP mereka saja yang kami sita untuk sidang di pengadilan," ujar Kepala Satpol PP Kecamatan Tanah Abang Arie Cahyadi saat dikonfirmasi, Kamis (13/6/2019).

Baca juga: Anies Minta PKL Tanah Abang Hargai Kesepakatan yang Telah Dibuat

Kartu identitas tersebut yang nantinya akan digunakan sebagai barang bukti sidang tindak pidana ringan (tipiring) di pengadilan negeri.

Arie berharap, tindakan tersebut akan akan memberikan efek jera kepada PKL yang berjualan di trotoar.

"Iya karena, kan, mereka selalu ada terus walaupun ditertibkan. Semoga karena ini menyangkut dokumen pribadi jadi bisa jera," katanya. 

Baca juga: Komentar Satpol PP Disebut Kerap Kucing-kucingan dengan PKL Tanah Abang

Ia mengklaim, setiap harinya puluhan petugas Satpol PP Tanah Abang dikerahkan guna memberikan surat edaran terkait larangan berjualan di atas trotoar.

Bahkan dalam satu hari mereka bertugas mengawasi PKL dua hingga tiga kali.

Sebab, selama ini para PKL kerap mengokupasi trotoar di kawasan Pasar Tanah Abang.

"Kami berikan surat edaran dan imbauan pascaperayaan Idul Fitri, initinya mereka (PKL) tidak boleh mengokupasi trotoar," ucap Arie. 



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Geliat UMKM Kota Tangerang Bertahan di Masa Pandemi Covid-19

Geliat UMKM Kota Tangerang Bertahan di Masa Pandemi Covid-19

Megapolitan
KPAI Terima 224 Pengaduan Terkait PPDB 2020, Jakarta Terbanyak

KPAI Terima 224 Pengaduan Terkait PPDB 2020, Jakarta Terbanyak

Megapolitan
Warga Bekasi Diimbau Tiadakan Lomba 17-an

Warga Bekasi Diimbau Tiadakan Lomba 17-an

Megapolitan
UPDATE 5 Agustus: 4 Kasus Baru, Covid-19 di Kota Tangerang Jadi 604

UPDATE 5 Agustus: 4 Kasus Baru, Covid-19 di Kota Tangerang Jadi 604

Megapolitan
Kritik Kebijakan Ganjil Genap di Jakarta, F-Gerindra: Kembalikan Saja Sistem WFH

Kritik Kebijakan Ganjil Genap di Jakarta, F-Gerindra: Kembalikan Saja Sistem WFH

Megapolitan
Kemendikbud Minta Pemkot Bekasi Hentikan Simulasi KBM Tatap Muka

Kemendikbud Minta Pemkot Bekasi Hentikan Simulasi KBM Tatap Muka

Megapolitan
Tak Lagi Jabat Sekda Tangsel dan Mundur sebagai ASN, Muhamad Akan Jadi Kader PDI-P

Tak Lagi Jabat Sekda Tangsel dan Mundur sebagai ASN, Muhamad Akan Jadi Kader PDI-P

Megapolitan
Pasien Covid-19: Corona is Real, Kalau Ingin Have Fun Pikir Lagi!

Pasien Covid-19: Corona is Real, Kalau Ingin Have Fun Pikir Lagi!

Megapolitan
Polisi: Pembunuh Perempuan di Margonda Residence Depok Ditangkap di Bekasi

Polisi: Pembunuh Perempuan di Margonda Residence Depok Ditangkap di Bekasi

Megapolitan
Video Anji dan Hadi Pranoto soal Temuan Antibodi Covid-19 Disebut Punya Kepentingan Penjualan Obat Herbal

Video Anji dan Hadi Pranoto soal Temuan Antibodi Covid-19 Disebut Punya Kepentingan Penjualan Obat Herbal

Megapolitan
Total 2.483 Orang Dirawat, Pasien Covid-19 di Jakarta Tebanyak Sejak Awal Pandemi

Total 2.483 Orang Dirawat, Pasien Covid-19 di Jakarta Tebanyak Sejak Awal Pandemi

Megapolitan
Kasus Jenazah Hilang di TPU Karang Bahagia, Polisi Temukan Potongan Tengkorak di Septic Tank

Kasus Jenazah Hilang di TPU Karang Bahagia, Polisi Temukan Potongan Tengkorak di Septic Tank

Megapolitan
Motor Pengantar Tabung Gas Terbakar di Jatinegara

Motor Pengantar Tabung Gas Terbakar di Jatinegara

Megapolitan
Positivity Rate Covid-19 di Jakarta 7,8 Persen Selama Sepekan Terakhir

Positivity Rate Covid-19 di Jakarta 7,8 Persen Selama Sepekan Terakhir

Megapolitan
Penyintas Covid-19 Sebut Mereka yang Abai Protokol Kesehatan sebagai Orang Arogan

Penyintas Covid-19 Sebut Mereka yang Abai Protokol Kesehatan sebagai Orang Arogan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X