HUT DKI 22 Juni, Ada Jakarta Creative Night di Lapangan Banteng

Kompas.com - 13/06/2019, 20:53 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan menggelar Jakarta Creative Night pada peringatan HUT ke-492 Kota Jakarta yang jatuh pada tanggal 22 Juni 2019.

Kepala Biro Tata Pemerintahan Sekda Provinsi DKI Jakarta Premi Lasari menjelaskan, Jakarta Creative Night akan digelar di kawasan Lapangan Banteng.

"Pasar Kreatif Ini baru pertama kali dalam rangkaian HUT Jakarta," kata Premi di Balai Kota, Kamis (13/6/2019).

Baca juga: Sambut HUT DKI, Petugas PPSU Bersihkan Makam Pangeran Jayakarta

Jakarta Creative Night atau Pasar Kreatif bakal digelar selama dua hari dari 22 Juni hingga 23 Juni 2019 mulai dari pukul 10.00 hingga 17.00.

Pasar Kreatif tersebut akan melibatkan puluhan seniman. Ada pentas musik, pameran, dan bazaar.

Produk yang ditawarkan mulai dari pernak-pernik, asesoris, keramik, kain rajut, teh, kopi, dan berbagai produk budaya lainnya.

"Memang Pasar Kreatif ini juga punya (komunitas) Semasa yang sudah punya pasar sendiri. Pasar ini akan kami laksanakan di Lapangan Banteng pada 22 dan 23 Juni. di sana diharapkan kurang lebih target kami adalah 2.000 pengunjung per hari," kata dia.

Selain Lapangan Banteng, puncak acara HUT DKI akan diselenggarakan di kawasan Bundaran HI. Pada 22 Juni malam, bakal ada panggung megah dengan berbagai hiburan.

https://www.instagram.com/p/Bym2JfqgNCm/?utm_source=ig_web_button_share_sheet

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polres Jakbar Amankan 254 Kilogram Ganja di Sumatera Utara

Polres Jakbar Amankan 254 Kilogram Ganja di Sumatera Utara

Megapolitan
Detik-detik Aksi Penodongan di Warteg, Pelaku Awalnya Memesan Makanan

Detik-detik Aksi Penodongan di Warteg, Pelaku Awalnya Memesan Makanan

Megapolitan
KA Tawang Jaya Anjlok, Sejumlah Perjalanan KRL Terganggu

KA Tawang Jaya Anjlok, Sejumlah Perjalanan KRL Terganggu

Megapolitan
Kereta Api Tawang Jaya Anjlok di Perlintasan Pasar Senen

Kereta Api Tawang Jaya Anjlok di Perlintasan Pasar Senen

Megapolitan
Korban Meninggal akibat Kecelakaan Bus Pariwiasata di Subang Bertambah Satu

Korban Meninggal akibat Kecelakaan Bus Pariwiasata di Subang Bertambah Satu

Megapolitan
Pemerintah Hapus Tenaga Honorer, Pemkot Tangsel Prihatin akan Nasib Pegawai

Pemerintah Hapus Tenaga Honorer, Pemkot Tangsel Prihatin akan Nasib Pegawai

Megapolitan
Kejar Tersangka hingga ke Sumatera, Polres Jakbar Ungkap Peredaran Ganja Lintas Provinsi

Kejar Tersangka hingga ke Sumatera, Polres Jakbar Ungkap Peredaran Ganja Lintas Provinsi

Megapolitan
Diduga Peras PNS, Oknum Wartawan di Bogor Ditangkap Polisi

Diduga Peras PNS, Oknum Wartawan di Bogor Ditangkap Polisi

Megapolitan
Modus Pemalak Sopir Truk di Kapuk Kamal, Bagikan Karcis dengan Nama Polisi Fiktif

Modus Pemalak Sopir Truk di Kapuk Kamal, Bagikan Karcis dengan Nama Polisi Fiktif

Megapolitan
Mulai Februari, Tilang Elektronik Berlaku untuk Pengendara Sepeda Motor di Jakarta

Mulai Februari, Tilang Elektronik Berlaku untuk Pengendara Sepeda Motor di Jakarta

Megapolitan
Pemalak Sopir Truk di Kapuk Kamal Ditangkap Setelah Video Pemalakan Viral

Pemalak Sopir Truk di Kapuk Kamal Ditangkap Setelah Video Pemalakan Viral

Megapolitan
Warga Was-was dengan Keberadaan Sarang Tawon Vespa di Bintaro

Warga Was-was dengan Keberadaan Sarang Tawon Vespa di Bintaro

Megapolitan
Dugaan Penyiksaan Lutfi, IPW Sebut Oknum Polisi Lakukan Cara Nazi

Dugaan Penyiksaan Lutfi, IPW Sebut Oknum Polisi Lakukan Cara Nazi

Megapolitan
PKS DKI Sebut Nama Baru Cawagub Tak Perlu Lewati Fit And Proper Test

PKS DKI Sebut Nama Baru Cawagub Tak Perlu Lewati Fit And Proper Test

Megapolitan
Polisi Tembak Polisi di Depok Dituntut Hukuman 13 Tahun Penjara

Polisi Tembak Polisi di Depok Dituntut Hukuman 13 Tahun Penjara

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X