Massa Gelar Orasi dan Baca Selawat di Area Patung Kuda

Kompas.com - 14/06/2019, 15:57 WIB
Massa berkumpul di sekitar Patung Kuda untuk mendengar orasi dan membacakan selawat, Jumat (14/6/2019). KOMPAS.com/ ARDITO RAMADHANMassa berkumpul di sekitar Patung Kuda untuk mendengar orasi dan membacakan selawat, Jumat (14/6/2019).
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Massa pengunjuk rasa yang tadinya berkumpul di Jalan Medan Merdeka Barat depan Kantor Kementerian Pertahanan dekat Gedung Mahkamah Konstitusi kini terkonsentrasi di dekat patung kuda.

Massa menggelar orasi lewat sebuah mobil komando yang diparkir di tengah jalan di depan patung kuda.

"Aksi kita hari ini adalah aksi damai, jangan ada yang coba-coba membuat aksi ini lawan arah. Jangan ada yang ingin mencoba untuk provokasi, siapa pun orangnya," kata sang orator.

Baca juga: Datang ke Sekitar Gedung MK, FPI: Kita Mau Dukung MK

Aksi ini digelar bersamaan dengan sidang perdana sengketa hasil Pilpres 2019 yang digelar Mahkamah Konstitusi.

Berdasarkan pantauan Kompas.com, massa berbondong-bondong bergeser ke arah patung kuda mulai pukul 14.30 WIB. Setibanya di patung kuda, massa langsung mengelilingi mobil komando.

Selain mendengarkan orasi, massa melantunkan selawat dan zikir yang dibacakan dari atas mobil komando.

Tak sedikit pula peserta aksi yang memilih mengisi perut dan dahaga tak jauh dari mobil komando.

Adapun arus lalu lintas di sekitar patung kuda terpantau normal.

Massa tidak meluber hingga perempatan yang menghubungkan Jalan MH Thamrin, Jalan Medan Merdeka Barat, Jalan Medan Merdeka Selatan, dan Jalan Budi Kemuliaan di sekitar Patung Kuda.

Dengan demikian, kendaraan masih bisa melintas. Polisi telah melarang masyarakat berunjuk rasa di depan Gedung MK. 

Baca juga: Tak Diatur UU, MK Akomodasi Perbaikan Permohonan Sengketa Pilpres Tim Hukum 02

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan, pihaknya akan mengarahkan masyarakat yang tetap ingin berunjuk rasa untuk berkumpul di depan Lapangan IRTI di Monas dan depan Patung Kuda.

Terkait penyeleggaraan sidang perdana sengketa hasil pilpres di Gedung MK hari ini, Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya memberlakukan rekayasa dan penutupan arus lalu lintas.

Jalan Medan Merdeka Barat, Jalan Majapahit, dan sebagian Jalan Abdul Muis ditutup.

Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Banjir di Bekasi Berulang, Pengamat: Tidak Heran, Dulunya Itu Rawa

Banjir di Bekasi Berulang, Pengamat: Tidak Heran, Dulunya Itu Rawa

Megapolitan
KCIC hingga Tol Kalimalang Dianggap Penyebab Banjir, Ini Solusi Pemkot Bekasi

KCIC hingga Tol Kalimalang Dianggap Penyebab Banjir, Ini Solusi Pemkot Bekasi

Megapolitan
70 Persen Warga Binaan di Lapas Pemuda Tangerang Terkait Kasus Narkoba

70 Persen Warga Binaan di Lapas Pemuda Tangerang Terkait Kasus Narkoba

Megapolitan
Jasad Dua Orang Tenggelam Saat Banjir di Bekasi Ditemukan

Jasad Dua Orang Tenggelam Saat Banjir di Bekasi Ditemukan

Megapolitan
Kelebihan Kapasitas di Lapas Pemuda Tangerang Hampir 3 Kali Lipat

Kelebihan Kapasitas di Lapas Pemuda Tangerang Hampir 3 Kali Lipat

Megapolitan
Kronologi Penangkapan Vitalia Sesha dan Kekasihnya Terkait Narkoba

Kronologi Penangkapan Vitalia Sesha dan Kekasihnya Terkait Narkoba

Megapolitan
Ray Rangkuti: Banjir Makin Parah, Pemprov DKI Hanya Menyelamatkan Formula E

Ray Rangkuti: Banjir Makin Parah, Pemprov DKI Hanya Menyelamatkan Formula E

Megapolitan
Proyek Revitalisasi TIM Dibawa ke Senayan, Anies Klaim Tak Cari Untung hingga Dimoratorium

Proyek Revitalisasi TIM Dibawa ke Senayan, Anies Klaim Tak Cari Untung hingga Dimoratorium

Megapolitan
Diisi Pejabat DKI yang Tak Capai Target, TGUPP Dianggap Tempat Pembuangan

Diisi Pejabat DKI yang Tak Capai Target, TGUPP Dianggap Tempat Pembuangan

Megapolitan
Pemukulan Sopir Ambulans, Emosi Sesaat yang Berujung Jadi Tersangka

Pemukulan Sopir Ambulans, Emosi Sesaat yang Berujung Jadi Tersangka

Megapolitan
Fakta Penangguhan Kunjungan Umrah dari Arab Saudi, Ribuan Jemaah Batal Terbang

Fakta Penangguhan Kunjungan Umrah dari Arab Saudi, Ribuan Jemaah Batal Terbang

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Jemaah Umrah Telantar di Bandara | Sekda DKI Minta Warga Nikmati Banjir

[POPULER JABODETABEK] Jemaah Umrah Telantar di Bandara | Sekda DKI Minta Warga Nikmati Banjir

Megapolitan
Panitia Pemilihan Wagub DKI Ditetapkan, Berikut Daftar Nama Anggota dan Tugasnya

Panitia Pemilihan Wagub DKI Ditetapkan, Berikut Daftar Nama Anggota dan Tugasnya

Megapolitan
Koalisi PKS dan Golkar di Pilkada Depok 2020 Bakal Terjadi?

Koalisi PKS dan Golkar di Pilkada Depok 2020 Bakal Terjadi?

Megapolitan
Kronologi Pelecehan Seksual Mahasiswi UI di Lingkungan Kampus

Kronologi Pelecehan Seksual Mahasiswi UI di Lingkungan Kampus

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X