Mulai Hari Ini, Program Pangan Murah Digelar di Rusun dan RPTRA

Kompas.com - 17/06/2019, 16:14 WIB
Warga mengantre untuk mengambil pangan murah di RPTRA Keuangan, Bendungan Hilir, Jakarta Pusat, Jumat (5/4/2019) KOMPAS.com/Ryana AryaditaWarga mengantre untuk mengambil pangan murah di RPTRA Keuangan, Bendungan Hilir, Jakarta Pusat, Jumat (5/4/2019)

AKARTA, KOMPAS.com - Pemprov DKI kembali menyelenggarakan program pangan murah di sejumlah rusun dan ruang publik terpadu ramah anak ( RPTRA) di lima wilayah kota administrasi DKI Jakarta.

"Silakan warga boleh mengambil pangan murah di titik terdekat, bawa kartu yang diperlukan. Selama memiliki kartu pasti akan kami layani," ujar Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian DKI Jakarta, Darjamuni kepada Kompas.com, Senin (17/6/2019) siang.

Dikutip dari laman Instagram @dkijakarta, program pangan murah ini dapat diikuti warga Jakarta yang memiliki KJP Plus, Kartu Pekerja, dan Kartu Lansia Jakarta.

Baca juga: RPTRA Keuangan Bendungan Hilir Sediakan 800 Paket Pangan Murah Setiap Bulan

Petugas PPSU, PHL, dan PJLP setara UMP, serta penghuni rusun juga dapat turut serta membeli paket pangan murah tersebut. 

Syaratnya, warga mesti membawa kartu bagi pemegang KJP Plus, Kartu Pekerja, dan Kartu Lansia Jakarta.

Bagi PPSU, PHL, dan PJLP setara UMP, wajib membawa kartu ATM Bank DKI dan tidak termasuk dalam daftar hitam atau blacklist.

Baca juga: Pangan Murah Rp 126.000, Bisa Dapat Apa Saja?

Sementara itu, penghuni rusun Pemda wajib membawa kartu identitas yang di dalamnya terdapat saldo dari Bank DKI.

Darjamuni mengatakan, program ini bakal diselenggarakan selama sepuluh hari, terhitung sejak Senin (17/6/2019) sampai Kamis (27/6/2019), kecuali Minggu (23/6/2019).

Beberapa pangan yang bisa didapatkan dengan harga miring yakni beras Rp 30.000 per lima kg, daging sapi Rp 35.000 per kg, daging ayam Rp 8.000 per ekor, ikan kembung Rp 13.000 per kg, telur ayam Rp 10.000 per tray, dan susu UHT Rp 30.000 per 24 pak dengan ukuran 200 ml.

Baca juga: Ini Lokasi Penjualan Pangan Murah di RPTRA Jakarta Besok

Namun, khusus untuk menebus susu UHT, warga wajib menunjukkan KJP Plus.

"Kalau susu kita khususkan untuk pemegang KJP Plus, kalau yang lainnya bebas. Yang selain KJP dapatnya bisa satu paket semua minus susu, karena sasaran pak gubernur adalah pelajar," ujar Darjamuni. 

Ia mengatakan, program pangan murah diadakan tiap bulan untuk mempermudah masyarakat mengakses pangan bergizi dengan harga terjangkau.

Baca juga: Gerai Kewirausahaan Dibuka di Marunda, Warga Bisa Beli Pangan Murah

Selain di rusun dan RPTRA, program ini hanya dapat diakses di pasar dan sejumlah gerai.

"Sampai akhir tahun ini (programnya) bulan November. Kita setiap hari, warga bisa ambil di gerai dan pasar. Kalau di rusun dan RPTRA memang sebulan sekali," katanya. 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

4 Hari PPKM, Satpol PP DKI Kumpulkan Denda Sebanyak Rp 17,45 Juta

4 Hari PPKM, Satpol PP DKI Kumpulkan Denda Sebanyak Rp 17,45 Juta

Megapolitan
Disdik Tangsel Persilahkan Penggunaan Sekolah untuk Distribusi Bansos Selama Penuhi Prokes

Disdik Tangsel Persilahkan Penggunaan Sekolah untuk Distribusi Bansos Selama Penuhi Prokes

Megapolitan
KRI Parang Serahkan 3 Kantong Serpihan dan Turbin Pesawat Sriwijaya Air ke Basarnas

KRI Parang Serahkan 3 Kantong Serpihan dan Turbin Pesawat Sriwijaya Air ke Basarnas

Megapolitan
Dua Pengedar Sabu Ditangkap di Bekasi

Dua Pengedar Sabu Ditangkap di Bekasi

Megapolitan
Lengkap, Tim DVI Telah Terima Sampel DNA 62 Keluarga Korban Sriwijaya Air

Lengkap, Tim DVI Telah Terima Sampel DNA 62 Keluarga Korban Sriwijaya Air

Megapolitan
Remaja yang Mutilasi Pemuda di Bekasi Divonis 7 Tahun Penjara

Remaja yang Mutilasi Pemuda di Bekasi Divonis 7 Tahun Penjara

Megapolitan
Polisi Musnahkan 1,2 Kg Sabu Hasil Penangkapan Bandar Narkoba Serpong Utara

Polisi Musnahkan 1,2 Kg Sabu Hasil Penangkapan Bandar Narkoba Serpong Utara

Megapolitan
Penerima BST di Kota Tangerang Menurun Sebanyak 32.417 Orang

Penerima BST di Kota Tangerang Menurun Sebanyak 32.417 Orang

Megapolitan
Mural di Genteng Rumah Sekitar Flyover Lenteng Agung Selesai, Ada Gambar Ondel-ondel

Mural di Genteng Rumah Sekitar Flyover Lenteng Agung Selesai, Ada Gambar Ondel-ondel

Megapolitan
BNN Soroti Tingginya Peredaran Sabu dan Ganja di Ciputat

BNN Soroti Tingginya Peredaran Sabu dan Ganja di Ciputat

Megapolitan
Tim SAR Masih Cari Memori CVR Sriwijaya Air SJ 182

Tim SAR Masih Cari Memori CVR Sriwijaya Air SJ 182

Megapolitan
Relief Era Soekarno yang Ditemukan di Sarinah Akan Dipamerkan ke Publik

Relief Era Soekarno yang Ditemukan di Sarinah Akan Dipamerkan ke Publik

Megapolitan
5 Korban Sriwijaya Air SJ 182 Teridentifikasi Jumat Ini, Total 17 Jenazah

5 Korban Sriwijaya Air SJ 182 Teridentifikasi Jumat Ini, Total 17 Jenazah

Megapolitan
UPDATE 15 Januari: Tambah 26 Kasus Covid-19 di Tangsel, Dua Pasien Meninggal

UPDATE 15 Januari: Tambah 26 Kasus Covid-19 di Tangsel, Dua Pasien Meninggal

Megapolitan
Pihak Keluarga Minta Masyarakat Tak Datang ke Rumah Duka Habib Ali Assegaf

Pihak Keluarga Minta Masyarakat Tak Datang ke Rumah Duka Habib Ali Assegaf

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X