Simak, Ini Rute Transjakarta yang Dialihkan karena Aksi MK

Kompas.com - 18/06/2019, 12:22 WIB
Bus Transjakarta sudah dilengkapi dengan ruang khusus atau sekat yang memisahkan sopir dan penumpangnya. Bus Transjakarta sudah dilengkapi dengan ruang khusus atau sekat yang memisahkan sopir dan penumpangnya.

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Transjakarta mengalihkan sejumlah rute terkait dengan adanya sidang perdana sengketa hasil pilpres di Gedung Mahakamah Konstitusi (MK), Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Selasa (18/6/2019). 

"Titik penutupan jalur adalah Patung Kuda arah Harmoni, Harmoni arah Blok M, dan Juanda arah Harmoni," ucap Direktur Operasional PT Transjakarta Joseph Daud dalam keterangan tertulis, Selasa.

Baca juga: Antisipasi Demonstrasi di Depan MK, Rute Transjakarta Dialihkan

Berikut rute yang dialihkan, diperpendek, atau tidak beroperasi:

- Koridor 1 (Blok M-Kota) sementara mengalami pengalihan rute adanya kegiatan di sekitar Gedung MK. Untuk sementara, tidak melewati halte Bundaran HI sampai dengan Halte Monas untuk kedua arah.

- Koridor 2 (Harmoni-Pulogadung) sementara tidak melewati Halte Monas sampai dengan Halte Gambir 2.

- Rute 6A (Ragunan-Monas via Kuningan) sementara mengalami perpendekan rute menjadi rute Ragunan-Bank Indonesia via Kuningan.

- Rute 6B (Ragunan-Monas via Semanggi) sementara mengalami perpendekan rute menjadi rute Ragunan-Bank Indonesia via Semanggi.

- Rute 9B (Pinang Ranti-Kota) sementara tidak beroperasi. 

- Rute 5A (Kampung Melayu-Grogol 1) untuk sementara tidak melewati pemberhentian Masjid Jami Matraman sampai Halte Monas.

- Rute 5C (PGC-Harmoni) sementara tidak melewati Halte Juanda dan Pecenongan.

- Rute 9D (Pasar Minggu-Tanah Abang) sementara mengalami perpendekan rute menjadi rute Pasar Minggu-Tosari. 

- Rute 1N (Blok M-Tanah Abang) sementara mengalami perpendekan rute menjadi rute Blok M-Tosari. 

- Koridor 1P (Senen-Bundaran Senayan) sementara tidak melewati Halte Atrium sampai dengan Halte Tosari. Bus juga tidak melewati plang Bus Stop Plaza indonesia sampai dengan plang Bus Stop Panti Perwira.

- Rute GR1 (Bundaran Senayan-Harmoni) sementara mengalami perpendekan rute menjadi rute Bundaran Senayan-Balai Kota.

- Rute DA2 (Dukuh Atas-Tanah Abang) untuk sementara tidak beroperasi. 

- Rute DA4 (Dukuh Atas-Kota) sementara stop operasi.

- Rute 1A (Balai Kota-PIK) saat ini mengalami perpendekan rute menjadi Harmoni-PIK. 

- Rute T12 (Poris Plawad-Juanda) sementara mengalami perpendekan rute menjadi Poris Plawad-Harmoni. Untuk sementara tidak melewati Halte Pecenongan dan Juanda.

- Rute B22 (Bekasi Timur-Juanda) saat ini mengalami perpendekan rute menjadi Bekasi Timur-UKI dikarenakan adanya penutupan di Juanda arah Harmoni.

- Rute 7F (Kampung Rambutan-Harmoni) sementara tidak melewati Halte Juanda dan Pecenongan. Arah sebaliknya, rute ini tak melewati Halte Juanda dan Halte Pecenongan.

- Bus wisata #JakartaExplorer stop operasi sementara.

Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya memberlakukan rekayasa dan penutupan arus lalu lintas selama sidang perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) di MK. 

MK melanjutkan sidang kedua sengketa hasil pilpres pada Selasa ini.

Jalan Medan Merdeka Barat, Jalan Majapahit, dan sebagian Jalan Abdul Muis ditutup.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pencabutan Kebijakan Ganjil Genap Diperpanjang Hingga 19 April 2020

Pencabutan Kebijakan Ganjil Genap Diperpanjang Hingga 19 April 2020

Megapolitan
Mau Keluar Rumah Hari Ini? Jangan Lupa Pakai Masker

Mau Keluar Rumah Hari Ini? Jangan Lupa Pakai Masker

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Physical Distancing Tak Terlaksana, Warga Padati Pasar | Penumpang Tanpa Masker Dilarang Masuk Stasiun

[POPULER JABODETABEK] Physical Distancing Tak Terlaksana, Warga Padati Pasar | Penumpang Tanpa Masker Dilarang Masuk Stasiun

Megapolitan
Penundaan Pembukaan Pasar Tanah Abang Berdasarkan Arahan Gubernur

Penundaan Pembukaan Pasar Tanah Abang Berdasarkan Arahan Gubernur

Megapolitan
Pasar Jaya Tunda Pembukaan Pasar Tanah Abang hingga 19 April 2020

Pasar Jaya Tunda Pembukaan Pasar Tanah Abang hingga 19 April 2020

Megapolitan
Kisah Korban PHK Saat Wabah Covid-19, Tanpa Pesangon dan Sulit Dapat Pekerjaan Baru

Kisah Korban PHK Saat Wabah Covid-19, Tanpa Pesangon dan Sulit Dapat Pekerjaan Baru

Megapolitan
Ikuti Seruan DKI, KCI Juga Wajibkan Penumpang KRL Pakai Masker Mulai 12 April

Ikuti Seruan DKI, KCI Juga Wajibkan Penumpang KRL Pakai Masker Mulai 12 April

Megapolitan
Penumpang Tanpa Masker Dilarang Naik Transjakarta, MRT, LRT Mulai 12 April 2020

Penumpang Tanpa Masker Dilarang Naik Transjakarta, MRT, LRT Mulai 12 April 2020

Megapolitan
Wali Kota Bogor Bima Arya Sebut Wabah Corona Menguji 3 Hal Ini

Wali Kota Bogor Bima Arya Sebut Wabah Corona Menguji 3 Hal Ini

Megapolitan
Atasi Covid-19, Bima Arya Ajak Masyarakat Saling Bantu dan Kesampingkan Perbedaan

Atasi Covid-19, Bima Arya Ajak Masyarakat Saling Bantu dan Kesampingkan Perbedaan

Megapolitan
Penumpang Tanpa Masker Akan Dilarang Masuk Stasiun dan Gunakan MRT

Penumpang Tanpa Masker Akan Dilarang Masuk Stasiun dan Gunakan MRT

Megapolitan
17 Hari Dirawat karena Positif Covid-19, Kondisi Bima Arya Semakin Membaik

17 Hari Dirawat karena Positif Covid-19, Kondisi Bima Arya Semakin Membaik

Megapolitan
Bima Arya Sumbangkan Gaji sebagai Wali Kota Bogor untuk Atasi Covid-19

Bima Arya Sumbangkan Gaji sebagai Wali Kota Bogor untuk Atasi Covid-19

Megapolitan
Imbas Covid, 162.416 Pekerja dari SPG hingga Guru Honorer Kena PHK dan Dirumahkan

Imbas Covid, 162.416 Pekerja dari SPG hingga Guru Honorer Kena PHK dan Dirumahkan

Megapolitan
DKI Minta Pusat Perpanjang Waktu Pendataan Pekerja yang Kena PHK dan Dirumahkan

DKI Minta Pusat Perpanjang Waktu Pendataan Pekerja yang Kena PHK dan Dirumahkan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X