Kompas.com - 19/06/2019, 17:46 WIB
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono di Polda Metro Jaya, Senin (10/6/2019) KOMPAS.com/Ryana AryaditaKabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono di Polda Metro Jaya, Senin (10/6/2019)

JAKARTA, KOMPAS.com - Polda Metro Jaya telah mendata jumlah anggota polisi yang terluka dan bangunan yang rusak akibat kerusuhan 21-22 Mei lalu.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan, ada 234 anggota polisi yang menjadi korban kerusuhan tersebut. Sejumlah pos lalu lintas polisi di antaranya pos lantas Sabang dan Cut Meutia juga dirusak massa perusuh.

"Ada kerusakan bangunan, itu ada di asrama (Brimob) Petamburan, Jakarta Barat, Polsek Petamburan, Pos Sektor Sabang, pos lantas Sarinah, pos lantas Slipi Jaya, pos lantas Cut Meutia, dan 3 ruko terbakar di Petamburan," kata Argo di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Rabu (19/6/2019).

Baca juga: Hasil Labfor Polri Temukan 2 Ukuran Proyektil di Tubuh Korban Pelaku Kerusuhan 22 Mei

Selain kerusakan bangunan, lebih dari 50 kendaraan roda dua, roda empat, dan truk dinas brimob juga mengalami kerusakan.

"Ada 15 roda dua (rusak) di asrama Petamburan, 29 roda empat rusak sedang dan rusak parah, 2 bus brimob dibakar, 2 bus brimob dirusak, 2 truk brimob dirusak, satu truk rubicon dinas brimob dirusak, dan satu toyota rush dinas brimob dirusak," jelas Argo.

"Kemudian ada juga pos sektor Sabang (yang rusak) dan ada 4 kendaraan polisi yang dibakar," lanjutnya.

Baca juga: Titik Terang Penyebab Korban Tewas Saat Kerusuhan 21-22 Mei...

Polisi telah menangkap 447 tersangka kerusuhan 21-22 Mei. Setelah dilakukan penyidikan, tersangka tersebut berasal dari sejumlah daerah seperti Lampung, Aceh, Banten, dan Jakarta.

"Kemudian dari kasus kerusuhan tersebut, ada pelaku anak yang melakukan kerusuhan. Ada sejumlah 35 tersangka," ungkap Argo.

Saat ini, polisi terus melakukan penyidikan dan investigasi guna mengungkap otak dibalik kerusuhan 21-22 Mei itu.

Sebagai informasi, aksi demonstrasi menolak hasil Pilpres 2019 pada 21-22 Mei 2019 berbuntut kericuhan di beberapa titik di Ibu Kota, seperti depan Gedung Bawaslu, Tanah Abang, dan Petamburan.

Menurut Polri, kerusuhan itu direncanakan dengan menunggangi aksi unjuk rasa menolak hasil Pilpres 2019.

Ada pihak yang ingin menciptakan martir agar memicu kemarahan rakyat terhadap aparat keamanan. Mereka ingin kerusuhan meluas.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Petugas Dishub Bekasi Dikeroyok Anggota Ormas Saat Bertugas

Petugas Dishub Bekasi Dikeroyok Anggota Ormas Saat Bertugas

Megapolitan
Selepas Lebaran, Kasus Covid-19 Kota Bogor Meningkat

Selepas Lebaran, Kasus Covid-19 Kota Bogor Meningkat

Megapolitan
Penjambret di Jagakarsa Berstatus Pelajar, Beraksi untuk Bayar Utang

Penjambret di Jagakarsa Berstatus Pelajar, Beraksi untuk Bayar Utang

Megapolitan
Larangan Mudik Berakhir, Tercatat 76.942 Pergerakan Penumpang di Bandara Soekarno-Hatta

Larangan Mudik Berakhir, Tercatat 76.942 Pergerakan Penumpang di Bandara Soekarno-Hatta

Megapolitan
Marak Mudik Pasca Lebaran, Terminal dan Stasiun Dipadati Calon Penumpang

Marak Mudik Pasca Lebaran, Terminal dan Stasiun Dipadati Calon Penumpang

Megapolitan
UPDATE 18 Mei: Bertambah 291 Kasus Baru di Jakarta, Pasien Aktif 7.433

UPDATE 18 Mei: Bertambah 291 Kasus Baru di Jakarta, Pasien Aktif 7.433

Megapolitan
Polisi Tangkap Penjambret di Jagakarsa yang Aksinya Viral di Medsos

Polisi Tangkap Penjambret di Jagakarsa yang Aksinya Viral di Medsos

Megapolitan
Kadin DKI Jakarta: 22.000 Perusahaan Telah Daftar Ikut Vaksinasi Gotong Royong

Kadin DKI Jakarta: 22.000 Perusahaan Telah Daftar Ikut Vaksinasi Gotong Royong

Megapolitan
Libur Lebaran Selesai, Transjakarta Kembali Beroperasi hingga Pukul 22.00 WIB

Libur Lebaran Selesai, Transjakarta Kembali Beroperasi hingga Pukul 22.00 WIB

Megapolitan
3 Kasus Pelecehan Seksual dengan Korban di Bawah Umur di Bekasi, Pelaku dari Anak Anggota DPRD, Maling, hingga Guru

3 Kasus Pelecehan Seksual dengan Korban di Bawah Umur di Bekasi, Pelaku dari Anak Anggota DPRD, Maling, hingga Guru

Megapolitan
Pengakuan ART yang Aniaya Majikan: Stres Sering Dimarahi, Beban Kerja Berat

Pengakuan ART yang Aniaya Majikan: Stres Sering Dimarahi, Beban Kerja Berat

Megapolitan
Mobil Range Rover Hangus Terbakar di Pulogadung

Mobil Range Rover Hangus Terbakar di Pulogadung

Megapolitan
Sistem Satu Arah Diberlakukan di Kawasan Pulogebang

Sistem Satu Arah Diberlakukan di Kawasan Pulogebang

Megapolitan
Fakta ART Aniaya Majikan di Cengkareng, Korban yang Seorang Lansia Dipukul, Dicakar hingga Ditendang

Fakta ART Aniaya Majikan di Cengkareng, Korban yang Seorang Lansia Dipukul, Dicakar hingga Ditendang

Megapolitan
Kepatuhan Protokol Kesehatan Jakarta di Tempat Wisata Terendah, Wagub DKI: Kami Sudah Berusaha Maksimal

Kepatuhan Protokol Kesehatan Jakarta di Tempat Wisata Terendah, Wagub DKI: Kami Sudah Berusaha Maksimal

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X