PT MRT Jakarta Gandeng KPK Awasi Penggunaan Dana Fase 2

Kompas.com - 19/06/2019, 20:01 WIB
Aktivitas di Stasiun MRT Bundaran HI terpantau normal dan tak ada penumpukan pasca lebaran, Senin (10/6/2019) KOMPAS.com/Ryana AryaditaAktivitas di Stasiun MRT Bundaran HI terpantau normal dan tak ada penumpukan pasca lebaran, Senin (10/6/2019)

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Moda Raya Terpadu ( MRT) Jakarta menggandeng Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) untuk mengawasi dan mengawal proyek MRT fase 2.

Pengawasan ini berfokus pada penggunaan dana untuk membangun megaproyek tersebut.

"KPK untuk pencegahan. Lebih bagus mencegah daripada nanti terjadi persoalan. Kami ingin seluruh elemen yang melakukan pengawalan terhadap antikorupsi itu menjaga proses ini," ucap Direktur PT MRT Jakarta William P Sabandar di Hotel Le Meridien, Karet Tengsin, Jakarta Pusat, Rabu (19/8/2019).

William sendiri meminta agar proyek ini dikawal agar tidak ada celah dan penyalahgunaan dalam pembangunan ini.

Baca juga: Adnan Pandu Praja dan Eks Kabasarnas Jadi Komisaris PT MRT Jakarta

"Ini proyek besar biayanya juga besar sekali ya enggak mungkin MRT kerjain sendiri. Dia harus dikawal. Oleh sebab itu semua elemen yang terkait dengan pengawasan itu kita libatkan dalam mengawal proses ini," kata dia.

Sementara itu, Direktur Penelitian dan Pengembangan Bidang Pencegahan KPK Wawan Wardiana mengatakan, KPK akan melakukan kajian terkait infrastruktur MRT kemudian akan dipaparkan kepada pihak MRT Jakarta.

"Kami akan sharing kendala-kendala sebelumnya (fase 1) dan mengingatkan adanya pakta integritas agar untuk diimplementasikan. Lalu terkait dengan KPK di pencegahan membuka diri untuk menerima keluhan mengingat ini merupakan proyek besar jangka waktu terbatas. Jangan sudah terjadi langsung penindakan," jelas Wawan.

Kerja sama ini pun dituangkan dalam pakta integritas oleh PT MRT Jakarta pelaksanaan Pengadaan Proyek Fase 2 MRT Jakarta Koridor Bundaran HI-Kota.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Video Bocah di Bekasi Meraung-raung karena Dipukuli gara-gara Tak Kerjakan PR Viral di Medsos

Video Bocah di Bekasi Meraung-raung karena Dipukuli gara-gara Tak Kerjakan PR Viral di Medsos

Megapolitan
Kemenhub Tetap Proses Usulan Trase LRT Velodrome-Klender dari Anies meski Tak Sesuai Perpres

Kemenhub Tetap Proses Usulan Trase LRT Velodrome-Klender dari Anies meski Tak Sesuai Perpres

Megapolitan
Nasib Korban Gusuran di Cilincing, Terpaksa Angkat Kaki Pindah ke Kampung Sebelah

Nasib Korban Gusuran di Cilincing, Terpaksa Angkat Kaki Pindah ke Kampung Sebelah

Megapolitan
Anggaran Pembangunan Sekolah Baru Hanya Rp 3,8 M, sedangkan RKT DPRD DKI Rp 888 M

Anggaran Pembangunan Sekolah Baru Hanya Rp 3,8 M, sedangkan RKT DPRD DKI Rp 888 M

Megapolitan
Kasudin Pendidikan Wilayah I Jaktim Meninggal akibat Covid-19, Kantor Ditutup 3 Hari

Kasudin Pendidikan Wilayah I Jaktim Meninggal akibat Covid-19, Kantor Ditutup 3 Hari

Megapolitan
Bocah 11 Tahun Dicabuli dan Dipaksa Nonton Video Porno di Rumah Ibadah

Bocah 11 Tahun Dicabuli dan Dipaksa Nonton Video Porno di Rumah Ibadah

Megapolitan
Alasan Idris Tampil Virtual di Debat Terakhir Pilkada Depok meski Sudah Negatif Covid-19

Alasan Idris Tampil Virtual di Debat Terakhir Pilkada Depok meski Sudah Negatif Covid-19

Megapolitan
Simulasi Penanganan Banjir di Cililitan, Posko Pengungsi Positif Covid-19 Dipisah

Simulasi Penanganan Banjir di Cililitan, Posko Pengungsi Positif Covid-19 Dipisah

Megapolitan
Debat Terakhir Pilkada Depok, Idris Tampil Virtual walau Sudah Negatif Covid-19

Debat Terakhir Pilkada Depok, Idris Tampil Virtual walau Sudah Negatif Covid-19

Megapolitan
Punya Anak Berkebutuhan Khusus, Sara Ingin Dirikan SLB di Tangsel

Punya Anak Berkebutuhan Khusus, Sara Ingin Dirikan SLB di Tangsel

Megapolitan
Penyebar Video Ajakan Jihad dalam Azan Ditangkap, Polisi: Motifnya untuk Menyebarkan Saja

Penyebar Video Ajakan Jihad dalam Azan Ditangkap, Polisi: Motifnya untuk Menyebarkan Saja

Megapolitan
Pemkot Jaksel Dapat CSR 8.000 Liter Cat untuk Genteng Rumah di Sekitar Flyover Tapal Kuda

Pemkot Jaksel Dapat CSR 8.000 Liter Cat untuk Genteng Rumah di Sekitar Flyover Tapal Kuda

Megapolitan
Bentrok Pengemudi Ojol dan Dishub di Bulungan akibat Pentil Motor Dicabut Berakhir Damai

Bentrok Pengemudi Ojol dan Dishub di Bulungan akibat Pentil Motor Dicabut Berakhir Damai

Megapolitan
Ini Alasan Sara Bersedia Maju di Pilkada Tangsel 2020

Ini Alasan Sara Bersedia Maju di Pilkada Tangsel 2020

Megapolitan
Merasa Difitnah, Ali Ngabalin Laporkan 2 Orang ke Polda Metro Jaya

Merasa Difitnah, Ali Ngabalin Laporkan 2 Orang ke Polda Metro Jaya

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X