Viral di Media Sosial, Begini Kondisi Hutan Kota GBK yang Sebenarnya

Kompas.com - 20/06/2019, 17:18 WIB
Suasana di Hutan Kota GBK terik, Rabu (19/6/2019). Bangunan ampiteater beratap rumbia berlatarkan gedung pencakar langit kawasan SCBD. KOMPAS.com/Vitorio MantaleanSuasana di Hutan Kota GBK terik, Rabu (19/6/2019). Bangunan ampiteater beratap rumbia berlatarkan gedung pencakar langit kawasan SCBD.

Selain duduk di sana, pengunjung hanya dapat berkeliling di sekujur area yang tidak begitu luas ini atau berfoto di sebuah bangunan bergaya unik nan "instagrammable".

Baca juga: Plataran Indonesia Akan Hadirkan Restoran di Hutan Kota GBK

Bangunan itu cukup luas dan beratap rumbia, dengan kolam bertingkat berisi ikan-ikan koi serta berlatarkan gedung pencakar langit SCBD.

Namun, air kolam tampak keruh dan tidak ada air terjun yang mengalir seperti foto-foto di media sosial.

Peta lokasi yang terpasang menyebut bangunan itu sebagai "Coffee Tea House" sekaligus ampiteater.

Namun, tak ada tanda-tanda aktivitas di bangunan tersebut. Martin pun terkecoh informasi seputar "Coffee Tea House" ini.

"Terus infonya ada kafe begitu kan. Kirain bangunan yang ini, atau memang bangunan ini saya enggak tahu cuma enggak buka tuh. Pikiran kan bisa ngadem begitu sambil nongkrong kalau ternyata panas di luar," keluh Martin.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 

Taman Kota GBK (Coffee Tea House) dulunya adalah driving range dan sekarang menjadi savana di tengah kawasan bisnis Jakarta yang selalu padat setiap harinya. Cocok buat ajak anak anak bermain disini karena suasananya yang tenang dan alami. Infonya akan dibuka restoran Plataran disini. . ???? Coffee Tea House (Taman Kota) GBK . Foto @sute_d . GRATIS FOLLOW @dkiinfo. Dengan follow @Dkiinfo kamu suport untuk udpate info jakarta setiap hari nya. Inget jakarta ya inget @dkiinfo y gaess. . . follow sekarang nanti di follback Follow @dkiinfo Follow @dkiinfo Follow @dkiinfo Follow @dkiinfo Follow @dkiinfo Follow @dkiinfo . #dkinfo #jktinfo #dkijakarta #jakarta #jakartabarat #jakarta #jakartatimur #jakartaselatan #jakartapusat #jakartautara #beritajkt #indonesia #krl #infodkijkt #trending #trendingtopik #likeforlike #lfl #viraljakarta #gojek #grab #persija #59dtk #viral #instalike #insta #like #infojktku

A post shared by DKI JAKARTA INFO (@dkiinfo) on Jun 18, 2019 at 5:48pm PDT

Dia akhirnya angkat kaki tak lama setelah berbincang dengan Kompas.com sekitar pukul 16.30 WIB.

Setelah ia pergi, tidak tampak satu pun pengunjung. Sementara itu, matahari yang segera terbenam masih menyoroti sekujur Hutan Kota GBK.

Bobi, salah seorang petugas keamanan yang berjaga di Hutan Kota GBK, berkata bahwa area ini memang sepi peminat, terlebih pada hari kerja. Ia pun mengamini keluhan Martin.

"Memang panas di sini, sudah begitu nyamuknya (bikin) gatal banget. Pohonnya juga masih kecil-kecil. Ramainya paling kalau malam Minggu, GBK-nya kan juga ramai," ujar Bobi.

Baca juga: Begini Asiknya Menelusuri Hutan Kota di Jakarta Timur yang Menang Adipura

Dia juga mengatakan bahwa Coffee Tea House dan ampiteater tidak dibuka.

"Bukan lagi tutup, Mas, memang enggak dibuka, kecuali untuk kunjungan tertentu atau  kunjungan RI-1 (Presiden RI)," ucap dia.

Selain gersang dan minim kunjungan, area ini juga nihil papan informasi. Kecuali peta lokasi, tiada penunjuk arah sama sekali soal nama tempat seperti nama gedung dan toilet sekalipun.

Lokasi parkir pun tak jelas juntrungannya. Pengunjung bisa memarkirkan kendaraan di titik terdekat yakni Istora Senayan.

Halaman:


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X