“Ini mah susah untuk dihapus ya harus pakai thiner nanti cat bawaan mobil terkelupas,” ucapnya.
Baca juga: Polisi: Lewat Grup Whatsapp, Kelompok Anarko Rencanakan Aksi Vandalisme
Coretan serupa juga terlihat tampak di tembok sepanjang Jalan Juanda. “Awalnya emang sedikit, namun semakin dibiarin lama kelamaan makin banyak ya. Resah juga ini mah kalau terus dibiarin,” ujar Linda, warga Beji di lokasi.
Linda mengatakan, pihak yang terkait dapat memberikan sanksi bagi siapa yang ketahuan mencorat-coret sembarangan.
“Harus diberi sanksi itu karena sudah meresahkan warga ya, kalau lewat kayanya risih jadi kaya kumuh gitu,” ucapnya.
Dengan adanya aksi vandalisme ini, ia mengatakan Pemerintah Kota Depok harus membangun ruang berekpresi untuk anak-anak muda.
“Sehingga kalau anak-anak muda mau bercoret-coret seenggaknya kan bisa pada tempatnya ya. Makanya di sini peran pemerintah harus ikut juga,” ujarnya.
Coretan serupa juga bertebaran di Jalan Margonda, kemudian di Jembatan Penyebrangan Orang (JPO) depan ITC Cempaka Mas, papan running Margonda, dan safety mirror Jalan Juanda. Hingga saat ini belum diketahui siapa yang usil membuat coretan tersebut.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!
Syarat & Ketentuan
Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.
Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.
Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.