Joko Driyono Akui Perintah Sopir Masuk Ruangan yang Disegel Polisi

Kompas.com - 20/06/2019, 20:16 WIB
Jaksa dan kuasa hukum periksa barang bukti dalam persidangan kasus perusakan dan penghilangan barang bukti dengan terdakwa Joko Driyono di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (20/6/2019) KOMPAS.com / Walda MarisonJaksa dan kuasa hukum periksa barang bukti dalam persidangan kasus perusakan dan penghilangan barang bukti dengan terdakwa Joko Driyono di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (20/6/2019)
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Terdakwa kasus penghilangan dan perusakan barang bukti, Joko Driyono atau Jokdri mengakui menyuruh sopirnya Muhammad Mardani Morgot atau Dani masuk ke dalam kantornya yang telah diberi garis polisi di Rasuna Office Park, Kuningan Jakarta Selatan.

Mantan Pelaksana Tugas Ketua PSSI itu memerintahkan Dani mengamankan barang pribadinya karena khawatir penggeledahan yang dilakukan polisi bersifat sporadis. Dia takut barang pribadinya akan berantakan dan tertukar ketika polisi menggeledah kantor PT Liga Indonesia.

"Saya membayangkan bahwa penggeledahan ini akan sporadis dan membabi buta. Jadi saya perintahkan untuk amankan barang saya," ujar dia dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (20/6/2019).

Baca juga: Hari Ini Joko Driyono Jalani Sidang Pemeriksaan Terdakwa Kasus Perusakan Barang Bukti


Jokdri memerintahkan Dani mengamankan komputer berkas lencana, pin, suvenir, gadget lama, dan barang pribadi lainya sebelum polisi melakukan penggeledahan.

Dia tidak berpikir untuk mengamankan barang-barang penting terkait kasus pengaturan skor di ruang kerjanya. Karena, dia menduga barang tersebut ada di ruangan Komisi Disiplin yang berada dalam satu gedungnya.

Bahkan dia awalnya berpikir bahwa ruangan Komdis saja yang disegel, tidak termasuk ruangan kerjanya. Namun, polisi juga menyegel seluruh ruangan di kantor PT Liga Indonesia.

"Ya persepsi saya itu ada berapa ruangan tidak semua ruangan disegel," tambah dia.

Untuk diketahui, Jokdri didakwa telah merusak barang bukti dalam kasus pengaturan skor yang sedang diusut Satgas Antimafia Bola.

Atas tindakannya, Joko Driyono didakwa dengan Pasal 363 atau Pasal 235 atau Pasal 233 atau Pasal 232 atau Pasal 221 Juncto Pasal 55 ayat (1) KUHP.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

SMK di Depok Diserang Sekelompok Orang, Guru: Sudah Tiga Kali Penyerangan

SMK di Depok Diserang Sekelompok Orang, Guru: Sudah Tiga Kali Penyerangan

Megapolitan
SMK di Depok Dirusak Massa, Polisi Duga Aksi Balas Dendam

SMK di Depok Dirusak Massa, Polisi Duga Aksi Balas Dendam

Megapolitan
Anggota DPRD Yang Bocorkan Rapat Tertutup Akan Dijerat Pasal Kode Etik

Anggota DPRD Yang Bocorkan Rapat Tertutup Akan Dijerat Pasal Kode Etik

Megapolitan
Terduga Teroris di Tambun Merencanakan Bom Bunuh Diri di Lampung

Terduga Teroris di Tambun Merencanakan Bom Bunuh Diri di Lampung

Megapolitan
Pria Ditemukan Membusuk di Kontrakan, Diduga Tewas karena Sakit

Pria Ditemukan Membusuk di Kontrakan, Diduga Tewas karena Sakit

Megapolitan
Djeni Bisa Sewa 3 Mobil Sehari untuk Kemudian Digadai

Djeni Bisa Sewa 3 Mobil Sehari untuk Kemudian Digadai

Megapolitan
9 Terdakwa Sindikat 70 Kg Sabu dan 49.238 Butir Ekstasi Divonis Seumur Hidup

9 Terdakwa Sindikat 70 Kg Sabu dan 49.238 Butir Ekstasi Divonis Seumur Hidup

Megapolitan
Terduga Teroris di Tambun Selatan Terkait dengan Kelompok Abu Zee

Terduga Teroris di Tambun Selatan Terkait dengan Kelompok Abu Zee

Megapolitan
Polisi Kembali Amankan Terduga Teroris di Tambun Selatan, Malam Ini

Polisi Kembali Amankan Terduga Teroris di Tambun Selatan, Malam Ini

Megapolitan
PPD Menegaskan Tak Terkait dengan Korupsi Pengadaan Bus Transjakarta

PPD Menegaskan Tak Terkait dengan Korupsi Pengadaan Bus Transjakarta

Megapolitan
Cemburu Buta, Pemuda Tusuk Teman Pacarnya di Kembangan

Cemburu Buta, Pemuda Tusuk Teman Pacarnya di Kembangan

Megapolitan
Artis Sinetron Vicky Nitinegoro Ditangkap Terkait Kasus Narkoba

Artis Sinetron Vicky Nitinegoro Ditangkap Terkait Kasus Narkoba

Megapolitan
Operator Klaim Bus Transjakarta Zhong Tong Bukan Terbakar, tapi Hanya Kesalahan Mesin

Operator Klaim Bus Transjakarta Zhong Tong Bukan Terbakar, tapi Hanya Kesalahan Mesin

Megapolitan
Operator Jamin Keamanan Bus Transjakarta Merk Zhong Tong

Operator Jamin Keamanan Bus Transjakarta Merk Zhong Tong

Megapolitan
DPRD DKI Akan Rancang Sanksi bagi Anggota yang Langgar Kode Etik

DPRD DKI Akan Rancang Sanksi bagi Anggota yang Langgar Kode Etik

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X