Burung Murai dan Lovebird Rp 16 Juta Hilang Dicuri di Bekasi

Kompas.com - 22/06/2019, 07:18 WIB
Salah satu burung murai yang disita Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser dari para pemburu, Senin (29/2/2016). Pemburuan burung marak di TNGL karena harga jualnya yang tinggi, sebanyak delapan orang ditangkap saat berburu akhir pekan lalu. KOMPAS/AUFRIDA WISMI WARASTRISalah satu burung murai yang disita Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser dari para pemburu, Senin (29/2/2016). Pemburuan burung marak di TNGL karena harga jualnya yang tinggi, sebanyak delapan orang ditangkap saat berburu akhir pekan lalu.
Penulis Dean Pahrevi
|

BEKASI, KOMPAS.com - Empat ekor burung senilai Rp 16 juta raib dicuri maling di Toko Burung, Jalan Muchtar Tabrani, Bekasi Utara, Kota Bekasi, Kamis (20/6/2019).

Kanit Reskrim Polsek Bekasi Utara Iptu Bahrudin mengatakan, pencurian burung itu terjadi pada pukul 04.00 WIB. Saat itu pemilik toko bernama Angga sedang shalat subuh di masjid dekat tokonya.

"Korban shalat shubuh, ada karyawannya lewat toko terus lihat pintu tokonya kebuka dan burung sudah hilang," kata Bahrudin saat dikonfirmasi wartawan, Jumat (21/6/2019).

Baca juga: 23 Burung Murai Batu Senilai Rp 1,4 Miliar Dicuri di Bekasi

Karyawan toko pun langsung melaporkannya ke Angga. Aksi pencuri ternyata terekam kamera CCTV yang terpasang di toko tersebut. Berdasarkan rekaman CCTV, pelaku berjumlah dua orang dan menggunakan sepeda motor.

Angga langsung melaporkan pencurian burung ke Polsek Bekasi Utara.

"Pelakunya dua, satu yang curi pakai helm, satu lagi nunggu di motor. Yang dicuri dua (ekor) Burung Murai dan dua Burung Lovebird kerugian sekitar Rp 16 juta," ujar Bahrudin.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Hingga saat ini, polisi masih melakukan penyelidikan dan memburu kedua pelaku.



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Buka Kemungkinan Percepat Penyekatan 10 Jalan Mulai Pukul 20.00 WIB

Polisi Buka Kemungkinan Percepat Penyekatan 10 Jalan Mulai Pukul 20.00 WIB

Megapolitan
Update Klaster Covid-19 dalam Satu RT di Kayu Putih Jaktim, Seluruh Warga Dinyatakan Sembuh

Update Klaster Covid-19 dalam Satu RT di Kayu Putih Jaktim, Seluruh Warga Dinyatakan Sembuh

Megapolitan
Hari Pertama Tes Acak di 4 Stasiun KRL, 5 Orang Reaktif Covid-19

Hari Pertama Tes Acak di 4 Stasiun KRL, 5 Orang Reaktif Covid-19

Megapolitan
Kapasitas Rumah Sakit Menipis, Anies: Lonjakan Covid-19 Terlalu Cepat

Kapasitas Rumah Sakit Menipis, Anies: Lonjakan Covid-19 Terlalu Cepat

Megapolitan
Seorang ASN Sudin Perumahan Jakpus Meninggal karena Covid-19

Seorang ASN Sudin Perumahan Jakpus Meninggal karena Covid-19

Megapolitan
Kontroversi Pajak Judi Ali Sadikin dan Manfaatnya bagi Pembangunan Kota

Kontroversi Pajak Judi Ali Sadikin dan Manfaatnya bagi Pembangunan Kota

Megapolitan
Bertambah Lagi, Total Pasien di RS Wisma Atlet Jadi 7.797 Orang

Bertambah Lagi, Total Pasien di RS Wisma Atlet Jadi 7.797 Orang

Megapolitan
Kasus Covid-19 Melonjak, Anies: Jangan Tempatkan Persoalan Sekadar Statistik

Kasus Covid-19 Melonjak, Anies: Jangan Tempatkan Persoalan Sekadar Statistik

Megapolitan
Menyeberang di Jalan Latumenten, Seorang Bocah Tewas Tertabrak Truk Trailer

Menyeberang di Jalan Latumenten, Seorang Bocah Tewas Tertabrak Truk Trailer

Megapolitan
Foto Viral Jenazah Pasien Covid-19 Diangkut Pakai Truk, Pemprov DKI: Itu Simulasi

Foto Viral Jenazah Pasien Covid-19 Diangkut Pakai Truk, Pemprov DKI: Itu Simulasi

Megapolitan
Gubernur DKI Jakarta dan Kontroversinya: Riwayat Penggusuran pada Era Gubernur Wiyogo, Jokowi, dan Ahok

Gubernur DKI Jakarta dan Kontroversinya: Riwayat Penggusuran pada Era Gubernur Wiyogo, Jokowi, dan Ahok

Megapolitan
RS Wisma Atlet yang Terus Penuh meski Kapasitas Telah Ditambah...

RS Wisma Atlet yang Terus Penuh meski Kapasitas Telah Ditambah...

Megapolitan
Wajib Tahu, 7 Pembatasan yang Dilakukan di Jakarta untuk Tekan Covid-19

Wajib Tahu, 7 Pembatasan yang Dilakukan di Jakarta untuk Tekan Covid-19

Megapolitan
Hari Ini, Vaksinasi Warga 18 Tahun ke Atas di Kota Bogor Dimulai

Hari Ini, Vaksinasi Warga 18 Tahun ke Atas di Kota Bogor Dimulai

Megapolitan
Prediksi 218.000 Kasus Aktif di Jakarta dan Desakan Pengetatan PSBB

Prediksi 218.000 Kasus Aktif di Jakarta dan Desakan Pengetatan PSBB

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X