HUT DKI, Anies Sebut Kesetaraan Masih Jadi PR di Jakarta

Kompas.com - 22/06/2019, 13:04 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memotong tumpeng selepas upacara HUT ke-492 Jakarta di Monas, Sabtu (22/6/2019). KOMPAS.com/Ardito Ramadhan DGubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memotong tumpeng selepas upacara HUT ke-492 Jakarta di Monas, Sabtu (22/6/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, ketimpangan sosial di antara masyarakat masih menjadi salah satu pekerjaan rumah yang harus diselesaikan pada ulang tahun ke-492 DKI Jakarta yang diperingati pada hari ini, Sabtu (22/6/2019).

Anies mengatakan, pembangunan fisik yang terjadi di Ibu Kota harus diikuti dengan upaya memberikan keadilan bagi masyarakat Jakarta.

"Saya garis bawahi memang kita memiliki beberapa ikon-ikon kebaruan yang nampak secara fisik tapi yang tidak kalah penting adalah juga dorongan kita untuk membuat Jakarta berkeadilan," kata Anies di Monumen Nasional, Jakarta.

Baca juga: PNS, Pejabat Pemprov hingga Pasukan Warna-Warni Ikuti Upacara HUT DKI di Monas

Anies menyebutkan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sudah mempunyai sejumlah program untuk mewujudkan keadilan sosial tersebut.

Salah satunya adalah penyediaan kuota 20 persen bangku sekolah bagi pemegang KJP Plus.

"Karena mereka berasal dari latar belakang keluarga yang terbatas. Efeknya mereka tidak bisa ikut kursus. Kalau dilihat angkanya bisa kalah dari yang lain, (maka) kita berikan kepada mereka afirmasi ini," kata Anies.

Anies melanjutkan, program lain yang telah disediakan oleh Pemprov DKI adalah Kartu Pekerja di mana para pekerja yang upahnya masih di sekitar UMP dapat memperoleh potongan biaya transportasi dan bahan pangan pokok.

Baca juga: Anggaran HUT DKI ke-492 Capai Rp 20 Miliar

"Ini contoh jadi memberikan kesempatan yang kecil untuk besar tanpa harus mengecilkan yang sekarang sudah besar. Kita ingin Jakarta yang memberikan kesmepatan yang setara bagi semuanya," ujar dia.

Pemprov DKI, lanjut Anies, telah mempunyai 60 program yang termasuk dalam Kegiatan Strategis Daerah.

Menurut dia, program-program itu akan dituntaskan oleh Pemprov DKI.

"Enam puluh lebih (program) inilah yang kita dorong sama-sama. Jadi bukan masalah yang populer dibicarakan di social media atau media tapi masalah yang tidakk dibicarakan pun bila itu penting, itulah yang akan kita kerjakan," kata Anies.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Aliran Sungai Ciliwung Jakarta Sudah Bersih dari Sampah Banjir

Aliran Sungai Ciliwung Jakarta Sudah Bersih dari Sampah Banjir

Megapolitan
Bentrok Kelompok Pemuda di Tebet, Ada yang Bawa Senjata Tajam

Bentrok Kelompok Pemuda di Tebet, Ada yang Bawa Senjata Tajam

Megapolitan
Bakal Pasangan Calon Tak Dihadirkan saat Penetapan Kandidat Pilkada Tangsel 2020

Bakal Pasangan Calon Tak Dihadirkan saat Penetapan Kandidat Pilkada Tangsel 2020

Megapolitan
Jelang Penetapan Paslon, KPU Tangsel Cek Ulang Keabsahan Syarat Pendaftaran

Jelang Penetapan Paslon, KPU Tangsel Cek Ulang Keabsahan Syarat Pendaftaran

Megapolitan
Panti Pijat yang Ketahuan Buka di Kelapa Gading Tutup Pintu Depan untuk Kelabui Satgas Covid-19

Panti Pijat yang Ketahuan Buka di Kelapa Gading Tutup Pintu Depan untuk Kelabui Satgas Covid-19

Megapolitan
57 Kamera ETLE Dipasang Awasi Pelanggar Jakarta, Ini Titik Lokasinya

57 Kamera ETLE Dipasang Awasi Pelanggar Jakarta, Ini Titik Lokasinya

Megapolitan
Wisma Makara UI Akan Jadi Tempat Isolasi Warga Depok yang Positif Covid-19

Wisma Makara UI Akan Jadi Tempat Isolasi Warga Depok yang Positif Covid-19

Megapolitan
Apindo Sebut Butuh Kesadaran Karyawan untuk Kendalikan Kasus Covid-19 di Kawasan Industri

Apindo Sebut Butuh Kesadaran Karyawan untuk Kendalikan Kasus Covid-19 di Kawasan Industri

Megapolitan
UPDATE 22 September: Tambah 17 Kasus, 137 Pasien Covid-19 Masih Dirawat di Tangsel

UPDATE 22 September: Tambah 17 Kasus, 137 Pasien Covid-19 Masih Dirawat di Tangsel

Megapolitan
Tetap Buka Saat PSBB, Pengelola Panti Pijat Plus-plus di Kelapa Gading Jadi Tersangka

Tetap Buka Saat PSBB, Pengelola Panti Pijat Plus-plus di Kelapa Gading Jadi Tersangka

Megapolitan
Petugas Rapid Test yang Diduga Peras dan Lecehkan Penumpang di Bandara Soetta Jadi Tersangka

Petugas Rapid Test yang Diduga Peras dan Lecehkan Penumpang di Bandara Soetta Jadi Tersangka

Megapolitan
Saat Ditangkap di Tanjung Priok, Pengedar Sabu Sempat Buang Barang Bukti

Saat Ditangkap di Tanjung Priok, Pengedar Sabu Sempat Buang Barang Bukti

Megapolitan
Tak Pakai Masker, 46 Warga Ciracas Dikenakan Sanksi Kerja Sosial dan Denda

Tak Pakai Masker, 46 Warga Ciracas Dikenakan Sanksi Kerja Sosial dan Denda

Megapolitan
UPDATE 22 September: Tambah 1.122 Kasus Covid-19 Jakarta, 1.624 Pasien Meninggal

UPDATE 22 September: Tambah 1.122 Kasus Covid-19 Jakarta, 1.624 Pasien Meninggal

Megapolitan
Angkutan Umum Telat Bayar Denda Saat Operasi Yustisi, Izin Usahanya Akan Dicabut

Angkutan Umum Telat Bayar Denda Saat Operasi Yustisi, Izin Usahanya Akan Dicabut

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X