Walhi: IMB dan Reklamasi Itu Sepaket, Anies Jangan Pisah-pisahkan

Kompas.com - 23/06/2019, 14:29 WIB
Diskusi Kala Anies Berlayar di Pulau Reklamasi di Kantor FORMAPPI, Matraman, Jakarta Timur, Minggu (23/6/2019). KOMPAS.com/NIBRAS NADA NAILUFARDiskusi Kala Anies Berlayar di Pulau Reklamasi di Kantor FORMAPPI, Matraman, Jakarta Timur, Minggu (23/6/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Sejumlah pemerhati lingkungan hidup mengkritik pernyataan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang membedakan reklamasi dengan penerbitan izin ( IMB) bagi bangunan-bangunan di atasnya.

Direktur Eksekutif Walhi Jakarta Tubagus Soleh Ahmadi menyebut, penerbitan IMB sama dengan melanjutkan reklamasi.

"Dia bilang IMB beda dengan reklamasi. Jangan dipisah-pisahkan. Reklamasi ini ya reklamasi, dia sepaket dengan bangunan di atasnya," kata Tubagus dalam diskusi "Kala Anies Berlayar di Pulau Reklamasi", Minggu (23/6/2019).

Tubagus juga mengkritik alasan Anies menerbitkan IMB karena sudah terlanjur dibangun dan enggan menabrak aturan.

Baca juga: Terbitkan IMB di Pulau Reklamasi Dinilai Jadi Langkah Mundur Anies

Ia menilai, reklamasi harus dibatalkan sepenuhnya karena sejak awal pembangunannya menyalahi aturan.

"Yang kita tahu reklamasi ini adalah proyek ilegal yang dibangun tanpa memiliki alas kebijakan, alas ruang yang sesungguhnya perizinan itu tidak bisa dilakukan," ujar Tubagus.

Untuk itu, Tubagus menyarankan agar seluruh aktivitas pembangunan di pulau reklamasi dihentikan. Ia menyarankan ada kajian komprehensif alih-alih melegalkan pembangunan.

"Harus dihentikan dan buka kembali kajian komprehensif," kata Tubagus.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menerbitkan izin mendirikan bangunan (IMB) untuk 932 gedung yang telah didirikan di Pulau D hasil reklamasi di pesisir utara Jakarta.

Di Pulau D, terdapat 932 bangunan yang terdiri dari 409 rumah tinggal dan 212 rumah kantor (rukan).

Ada pula 311 rukan dan rumah tinggal yang belum selesai dibangun di pulau reklamasi.

Baca juga: Reklamasi Pulau C, D, dan G di Teluk Jakarta Akan Dilanjutkan

Bangunan-bangunan itu sempat disegel oleh Anies pada awal Juni 2018 karena disebut tak memiliki IMB.

Gubernur Anies menyampaikan bahwa penerbitan IMB di pulau reklamasi berbeda dengan reklamasi itu sendiri.

"IMB ini bukan soal reklamasi jalan atau berhenti, tetapi IMB adalah soal izin pemanfaatan lahan hasil reklamasi dengan cara mendirikan bangunan. Dikeluarkan atau tidak IMB, kegiatan reklamasi telah dihentikan. Jadi, IMB dan reklamasi adalah dua hal yang berbeda," kata Anies lewat siaran persnya, Kamis (13/6/2019).

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Penunggak Pajak di Jakarta Bisa Dikurung di Lapas, Ini Ketentuannya

Penunggak Pajak di Jakarta Bisa Dikurung di Lapas, Ini Ketentuannya

Megapolitan
Tiga Hari Terakhir, Penerbangan Maskapai Garuda Indonesia ke Kalimantan Terganggu Karhutla

Tiga Hari Terakhir, Penerbangan Maskapai Garuda Indonesia ke Kalimantan Terganggu Karhutla

Megapolitan
Kala Anies Diwajibkan Melapor ke DPRD Sebelum Menunjuk Wali Kota hingga Direksi BUMD...

Kala Anies Diwajibkan Melapor ke DPRD Sebelum Menunjuk Wali Kota hingga Direksi BUMD...

Megapolitan
Kata Camat tentang Memutus Mata Rantai Pungli di Cengkareng...

Kata Camat tentang Memutus Mata Rantai Pungli di Cengkareng...

Megapolitan
Informasi Lengkap Seputar Pemblokiran Rekening Penunggak Pajak di Jakarta

Informasi Lengkap Seputar Pemblokiran Rekening Penunggak Pajak di Jakarta

Megapolitan
Optimisme Yusrianto, Tukang Galon yang Didukung Pelanggannya Jadi Calon Wali Kota Tangsel

Optimisme Yusrianto, Tukang Galon yang Didukung Pelanggannya Jadi Calon Wali Kota Tangsel

Megapolitan
Sempat Viral, Pencuri Kotak Amal di Jagakarsa Telah Ditangkap Polisi

Sempat Viral, Pencuri Kotak Amal di Jagakarsa Telah Ditangkap Polisi

Megapolitan
Wadah Pegawai: Hanya Koruptor yang Tertawa KPK Jadi Seperti Ini

Wadah Pegawai: Hanya Koruptor yang Tertawa KPK Jadi Seperti Ini

Megapolitan
Kisah Dokter Mangku Sitepoe, Dokter yang Dibayar Rp 10.000

Kisah Dokter Mangku Sitepoe, Dokter yang Dibayar Rp 10.000

Megapolitan
Mewujudkan Jakarta Ramah Bersepeda...

Mewujudkan Jakarta Ramah Bersepeda...

Megapolitan
Karhutla di Kalimantan, Lion Air Group Batalkan 28 Jadwal Penerbangan Kemarin

Karhutla di Kalimantan, Lion Air Group Batalkan 28 Jadwal Penerbangan Kemarin

Megapolitan
POPULER JABODETABEK - Aksi Protes Pegawai KPK Ricuh | Pengendara yang Seret Bripka Eka Minta Maaf | Tukang Galon Mau Jadi Wali Kota

POPULER JABODETABEK - Aksi Protes Pegawai KPK Ricuh | Pengendara yang Seret Bripka Eka Minta Maaf | Tukang Galon Mau Jadi Wali Kota

Megapolitan
Ketika Masalah Administrasi Bikin Murid SD Belajar Lesehan Lebih dari Setahun

Ketika Masalah Administrasi Bikin Murid SD Belajar Lesehan Lebih dari Setahun

Megapolitan
Ketika Kasus Pelecehan Seksual Anak Mengemuka di Bekasi

Ketika Kasus Pelecehan Seksual Anak Mengemuka di Bekasi

Megapolitan
Sendu di Gedung KPK Tadi Malam...

Sendu di Gedung KPK Tadi Malam...

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X