Gejala Darah Tinggi, Ratna Minta Dirujuk ke Rumah Sakit

Kompas.com - 25/06/2019, 15:06 WIB
Ratna Sarumpaet usai menjalani sidang pembacaan replik di Pengadilan Negri Jakarta Selatan, Selasa (25/6/2019) KOMPAS.com / Walda Marison Ratna Sarumpaet usai menjalani sidang pembacaan replik di Pengadilan Negri Jakarta Selatan, Selasa (25/6/2019)

JAKARTA, KOMPAS.com - Terdakwa kasus penyebaran berita bohong, Ratna Sarumpaet mengajukan permohonan untuk dirujuk ke rumah sakit karena gejala darah tinggi yang dialaminya.

Ratna melalui pengacaranya, Insank Nasruddin, meminta permohonan kepada majelis hakim dalam persidangan agar diizinkan dirujuk ke RS.

"Kami memohon terdakwa bisa dirujuk ke rumah sakit supaya bisa dicek kesehatan nya," ujar dia dalam sidang pembacaan duplik di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (25/6/2019).

Baca juga: Kuasa Hukum Heran Tuntutan Hukuman Ratna Sarumpaet Lebih Berat dari Kasus Korupsi


Hakim Joni pun bertanya kepada Ratna untuk memastikan kondisi kesehatannya. Kepada hakim, Ratna mengaku kondisi kesehatannya naik-turun.

"Sebenarnya (kondisi kesehatan) yang kemarin up and down," kata Ratna.

Atas jawaban Ratna itu, hakim mempersilakan Ratna menyampaikan permohonan dirujuk ke rumah sakit.

"Mungkin emosinya saja yang perlu dijaga biar stabil. Kalau memang harus dirujuk silakan sampaikan permohonan," ujar Joni.

Selesai sidang, Ratna mengaku mengalami gejala darah tinggi sehingga kondisi fisiknya melemah dan harus dirujuk ke rumah sakit. Ia berencana pergi ke RS Adhyaksa, Jakarta Timur.

"Sering merasa darah tinggi saya turun-naik ya, tadi dokternya minta assesment ke rumah sakit," kata Ratna kepada awak media.

Baca juga: Sidang Vonis Ratna Sarumpaet Digelar 11 Juli

Hari ini, Ratna menjalani sidang pembacaan duplik atau jawaban atas replik JPU. Selama persidangan, Ratna ditahan di Rumah Tahanan Polda Metro Jaya.

Terkait kasus penyebaran hoaks, Ratna didakwa dengan Pasal 14 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Hukum Pidana.

Jaksa juga mendakwa Ratna dengan Pasal 28 Ayat (2) jo Pasal 45A Ayat (2) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Sindikat Penipu yang Jual Apartemen Fiktif di Ciputat Berhubungan Keluarga

Sindikat Penipu yang Jual Apartemen Fiktif di Ciputat Berhubungan Keluarga

Megapolitan
Demo di Depan Istana, Mahasiswa Papua Teriakkan Referendum

Demo di Depan Istana, Mahasiswa Papua Teriakkan Referendum

Megapolitan
Tipu 455 Orang Pembeli, Penjual Apartemen Fiktif di Ciputat Tak Pernah Urus IMB

Tipu 455 Orang Pembeli, Penjual Apartemen Fiktif di Ciputat Tak Pernah Urus IMB

Megapolitan
Pengakuan Bandar Narkoba di Kampus: Uang Pelicin untuk Sekuriti hingga Hidup Foya-foya

Pengakuan Bandar Narkoba di Kampus: Uang Pelicin untuk Sekuriti hingga Hidup Foya-foya

Megapolitan
Pengeroyok Siswi SMK di Bekasi Ditahan dan Terancam Kurungan 5 Tahun

Pengeroyok Siswi SMK di Bekasi Ditahan dan Terancam Kurungan 5 Tahun

Megapolitan
Gabung dengan Mahasiswa Papua, Massa Aksi Kamisan Pakai Topeng Monyet

Gabung dengan Mahasiswa Papua, Massa Aksi Kamisan Pakai Topeng Monyet

Megapolitan
Soal Instalasi Gabion, Anies: Biasa Saja, Bagian dari Tata Taman Kota

Soal Instalasi Gabion, Anies: Biasa Saja, Bagian dari Tata Taman Kota

Megapolitan
Bestari: Nasdem Mendukung Anies Baswedan sampai Kapan pun

Bestari: Nasdem Mendukung Anies Baswedan sampai Kapan pun

Megapolitan
Sindikat Penipu Jual Beli Rumah dan Tanah Kembali Ditangkap

Sindikat Penipu Jual Beli Rumah dan Tanah Kembali Ditangkap

Megapolitan
Kisah Charlie, Mahasiswa yang Terjun ke Dunia Hitam Jadi Bandar Ganja di Kampus

Kisah Charlie, Mahasiswa yang Terjun ke Dunia Hitam Jadi Bandar Ganja di Kampus

Megapolitan
Ini yang Bisa Dilakukan Pasien apabila Mendapat Obat Kedaluwarsa dari Tenaga Medis

Ini yang Bisa Dilakukan Pasien apabila Mendapat Obat Kedaluwarsa dari Tenaga Medis

Megapolitan
KPAD Akan Dampingi Korban dan Pelaku Pengeroyokan di Bekasi

KPAD Akan Dampingi Korban dan Pelaku Pengeroyokan di Bekasi

Megapolitan
Gubernur Banten dan Forum Kota Jakarta Tak Hadir, Sidang Kasus Polusi Udara Kembali Ditunda

Gubernur Banten dan Forum Kota Jakarta Tak Hadir, Sidang Kasus Polusi Udara Kembali Ditunda

Megapolitan
Sebelum Dwi Koen Meninggal, Anaknya Sempat Minta Koreksi untuk Komik Panji Koming

Sebelum Dwi Koen Meninggal, Anaknya Sempat Minta Koreksi untuk Komik Panji Koming

Megapolitan
Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor DKI Bakal Naik Jadi 12,5 Persen

Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor DKI Bakal Naik Jadi 12,5 Persen

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X