Kompas.com - 26/06/2019, 16:35 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Grup band Sheila On 7 menjadi penampil pamungkas dalam Pekan Raya Jakarta (PRJ) atau Jakarta Fair 2019, Selasa (25/6/2019) malam.

Kehadiran grup band yang beranggotakan Duta (vokal), Erros (gitar), Adam (bas), dan Brian (drum) itu berhasil membuat arena PRJ Kemayoran bagaikan lautan manusia.

Momen itu diunggah melalui video dari akun @antonoprianto dan diunggah kembali oleh @jktinfo.

Baca juga: Sheila on 7 hingga Nella Kharisma Meriahkan Millenial Road Safety Festival di Monas

Dalam video tersebut, pengunjung terlihat tidak hanya memenuhi depan panggung dan tribun penonton, tetapi juga di setiap lorong-lorong booth di Jakarta Fair. 

Membeludaknya pengunjung PRJ pada Selasa malam juga ramai diperbincangkan di media sosial.

Salah satunya akun @putriutup yang mengomentari video tersebut. 

Baca juga: Batal Konser di Batam, Sheila on 7 Tak Bisa Hubungi Pihak Promotor

"Salah satu yang udah nyampe PRJ, antre tiket sejam tapi antrean gak gerak, trus gak jadi masuk, trus pulang pas Sheila udah nyanyi lagu ke-3, gila sih rame bangetttt tadi malem," tulis akun @putriutup.

Lautan Manusia di Jakarta Fair pada Rabu (26/6/2019).Dokumen @jktinfo Lautan Manusia di Jakarta Fair pada Rabu (26/6/2019).
Banyaknya pengunjung yang hendak menonton Sheila on 7 juga membuat mereka saling berdesak-desakan, salah satunya akun @juniawati.g.

"Ini mah gila udah dapat tiket dari jam 4 nyuruh abang gojek yang udah tua bela-belain buat beli, sampai sama desek-desekan pindah lagi ke samping layar masih aja gila penuhnya akhirnya nyerah min dari pada pingsan yang penting udah liat mas @duta507 seneng banget terobati rindunya," tulis akun @juniawati.g

Baca juga: Penjelasan Manajemen Sheila on 7 soal Batalnya Konser di Batam

Salah satu pengunjung, Ola (34) mengaku butuh perjuangan lebih demi menonton Sheila on 7.

Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemprov DKI Resmikan 12 Rusunawa Senilai Rp 2,96 Triliun, Dinas Perumahan: Sumber Dananya dari APBD dan KLB

Pemprov DKI Resmikan 12 Rusunawa Senilai Rp 2,96 Triliun, Dinas Perumahan: Sumber Dananya dari APBD dan KLB

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Nasib Sumur Resapan Anies | Cara Registrasi Aplikasi Rusunawa | Konstruksi MRT Fase 2 Pintu Masuk Monas

[POPULER JABODETABEK] Nasib Sumur Resapan Anies | Cara Registrasi Aplikasi Rusunawa | Konstruksi MRT Fase 2 Pintu Masuk Monas

Megapolitan
Cerita Korban Selamat dari Kebakaran di Tambora, Lompat dari Lantai 3 dan Lari di Atap Tetangga

Cerita Korban Selamat dari Kebakaran di Tambora, Lompat dari Lantai 3 dan Lari di Atap Tetangga

Megapolitan
Pemprov DKI Bakal Kehilangan Rp 2,7 Triliun Akibat Gratiskan PBB, Pakar Sarankan Hitung Ulang

Pemprov DKI Bakal Kehilangan Rp 2,7 Triliun Akibat Gratiskan PBB, Pakar Sarankan Hitung Ulang

Megapolitan
Warga Cilodong Depok Tangkap Maling Pakaian Dalam Ibu-ibu yang Dijemur

Warga Cilodong Depok Tangkap Maling Pakaian Dalam Ibu-ibu yang Dijemur

Megapolitan
Pemprov DKI Sebut Penghuni Rusunawa Harus Punya KTP Jakarta

Pemprov DKI Sebut Penghuni Rusunawa Harus Punya KTP Jakarta

Megapolitan
Mobil Tabrak Lapak Penjual Bakso di Bogor, Nenek dan Cucunya Terluka

Mobil Tabrak Lapak Penjual Bakso di Bogor, Nenek dan Cucunya Terluka

Megapolitan
Cerita Penghuni Indekos di Tambora saat Kebakaran, Dengar Teriakan yang Dikira Perayaan 17 Agustus

Cerita Penghuni Indekos di Tambora saat Kebakaran, Dengar Teriakan yang Dikira Perayaan 17 Agustus

Megapolitan
Guru Diduga Aniaya Murid di SMKN 1 Jakarta, DPRD DKI Bakal Panggil Dinas Pendidikan

Guru Diduga Aniaya Murid di SMKN 1 Jakarta, DPRD DKI Bakal Panggil Dinas Pendidikan

Megapolitan
Pengacara Keluarga hingga Refly Harun Hadiri Solidaritas 4.000 Lilin untuk Brigadir J di TIM

Pengacara Keluarga hingga Refly Harun Hadiri Solidaritas 4.000 Lilin untuk Brigadir J di TIM

Megapolitan
Ini Tanggapan Transjakarta Terkait Keberadaan Kedai Kopi di Halte Harmoni

Ini Tanggapan Transjakarta Terkait Keberadaan Kedai Kopi di Halte Harmoni

Megapolitan
Soal Penggantian Nama Jalan Cikarang-Cibarusah, Pemkab Bekasi Segera Surati Pemprov Jabar

Soal Penggantian Nama Jalan Cikarang-Cibarusah, Pemkab Bekasi Segera Surati Pemprov Jabar

Megapolitan
Wagub DKI soal Kedai Kopi di Halte Harmoni: Awalnya agar Warga Bisa Ngopi dan Internetan Saat Tunggu Bus

Wagub DKI soal Kedai Kopi di Halte Harmoni: Awalnya agar Warga Bisa Ngopi dan Internetan Saat Tunggu Bus

Megapolitan
Guru SMKN 1 Jakarta Diduga Aniaya Murid, Wagub DKI: Tak Dibenarkan Tenaga Pendidik Menganiaya

Guru SMKN 1 Jakarta Diduga Aniaya Murid, Wagub DKI: Tak Dibenarkan Tenaga Pendidik Menganiaya

Megapolitan
Putra Siregar dan Rico Valentino Divonis 6 Bulan Penjara, Lebih Rendah dari Tuntutan Jaksa

Putra Siregar dan Rico Valentino Divonis 6 Bulan Penjara, Lebih Rendah dari Tuntutan Jaksa

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.