Jelang Putusan MK, Polisi Depok Berjaga di Sejumlah Stasiun Kereta

Kompas.com - 26/06/2019, 21:15 WIB
Terminal Sementara, depan Stasiun Depok Baru, Jalan Arif Rahman, Depok, Selasa (31/7/2018). Kompas.com/Cynthia LovaTerminal Sementara, depan Stasiun Depok Baru, Jalan Arif Rahman, Depok, Selasa (31/7/2018).
Penulis Cynthia Lova
|

DEPOK, KOMPAS.com - Anggota Polresta Depok menjaga sejumlah pusat keramaian pada Rabu (26/6/2019), atau menjelang sidang pembacaan putusan sengketa hasil pilpres oleh hakim Mahkamah Konstitusi yang dijadwalkan Kamis (27/6/2019) besok.

Sejumlah stasiun kereta di wilayah Depok tampak dijaga polisi, di antaranya Stasiun Citayam, Depok Lama, Depok Baru, dan Bojonggede.

Baca juga: Pakar Sebut MK Perlakukan Tim Hukum Prabowo-Sandi Secara Terhormat

Kapolsek Pancoran Mas Kompol Roni Wowor mengatakan, penjagaan tersebut dilakukan untuk antisipasi keramaian massa yang hendak melakukan aksi saat putusan sidang sengketa pilpres oleh MK.

"Bukan penyekatan, ini cuma meningkatkan keamanan saja supaya masyarakat yang biasa beraktivitas, merasa nyaman. Jadi bukan sterilisasi atau semacamnya," kata Roni Wowor saat dikonfirmasi wartawan, Rabu (26/6/2019).

Menurut dia, Polresta Depok menempatkan 3 sampai 4 orang di masing-masing stasiun.

“Jadi kalau kami, Polsek Pancoran Mas jaga di stasiun Citayam, Stasiun Depok Lama, dan Stasiun Depok Baru," ucap dia.

Sementara itu, Kapolsek Bojonggede Kompol Agus Koster Sinaga mengatakan, pihaknya menempatkan 10 personel untuk berjaga di stasiun.

Baca juga: Jelang Putusan MK, Polisi dan TNI Imbau Warga Jateng Tak ke Jakarta

Selain melakukan pengamanan, pihaknya juga melakukan langkah persuasif dengan bertemu tokoh-tokoh agama dan pembinaan kepada organisasi masyarakat.

Ia mengimbau masyarakat untuk dapat menghargai apa pun putusan MK.

"Hargai apa pun putusan MK karena keputusan tersebut sesuai dengan kepentingan pemilu. Masyarakat juga sebaiknya tidak usah berduyun-duyun ke Jakarta," kata Agus.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Aliran Sungai Ciliwung Jakarta Sudah Bersih dari Sampah Banjir

Aliran Sungai Ciliwung Jakarta Sudah Bersih dari Sampah Banjir

Megapolitan
Bentrok Kelompok Pemuda di Tebet, Ada yang Bawa Senjata Tajam

Bentrok Kelompok Pemuda di Tebet, Ada yang Bawa Senjata Tajam

Megapolitan
Bakal Pasangan Calon Tak Dihadirkan saat Penetapan Kandidat Pilkada Tangsel 2020

Bakal Pasangan Calon Tak Dihadirkan saat Penetapan Kandidat Pilkada Tangsel 2020

Megapolitan
Jelang Penetapan Paslon, KPU Tangsel Cek Ulang Keabsahan Syarat Pendaftaran

Jelang Penetapan Paslon, KPU Tangsel Cek Ulang Keabsahan Syarat Pendaftaran

Megapolitan
Panti Pijat yang Ketahuan Buka di Kelapa Gading Tutup Pintu Depan untuk Kelabui Satgas Covid-19

Panti Pijat yang Ketahuan Buka di Kelapa Gading Tutup Pintu Depan untuk Kelabui Satgas Covid-19

Megapolitan
57 Kamera ETLE Dipasang Awasi Pelanggar Jakarta, Ini Titik Lokasinya

57 Kamera ETLE Dipasang Awasi Pelanggar Jakarta, Ini Titik Lokasinya

Megapolitan
Wisma Makara UI Akan Jadi Tempat Isolasi Warga Depok yang Positif Covid-19

Wisma Makara UI Akan Jadi Tempat Isolasi Warga Depok yang Positif Covid-19

Megapolitan
Apindo Sebut Butuh Kesadaran Karyawan untuk Kendalikan Kasus Covid-19 di Kawasan Industri

Apindo Sebut Butuh Kesadaran Karyawan untuk Kendalikan Kasus Covid-19 di Kawasan Industri

Megapolitan
UPDATE 22 September: Tambah 17 Kasus, 137 Pasien Covid-19 Masih Dirawat di Tangsel

UPDATE 22 September: Tambah 17 Kasus, 137 Pasien Covid-19 Masih Dirawat di Tangsel

Megapolitan
Tetap Buka Saat PSBB, Pengelola Panti Pijat Plus-plus di Kelapa Gading Jadi Tersangka

Tetap Buka Saat PSBB, Pengelola Panti Pijat Plus-plus di Kelapa Gading Jadi Tersangka

Megapolitan
Petugas Rapid Test yang Diduga Peras dan Lecehkan Penumpang di Bandara Soetta Jadi Tersangka

Petugas Rapid Test yang Diduga Peras dan Lecehkan Penumpang di Bandara Soetta Jadi Tersangka

Megapolitan
Saat Ditangkap di Tanjung Priok, Pengedar Sabu Sempat Buang Barang Bukti

Saat Ditangkap di Tanjung Priok, Pengedar Sabu Sempat Buang Barang Bukti

Megapolitan
Tak Pakai Masker, 46 Warga Ciracas Dikenakan Sanksi Kerja Sosial dan Denda

Tak Pakai Masker, 46 Warga Ciracas Dikenakan Sanksi Kerja Sosial dan Denda

Megapolitan
UPDATE 22 September: Tambah 1.122 Kasus Covid-19 Jakarta, 1.624 Pasien Meninggal

UPDATE 22 September: Tambah 1.122 Kasus Covid-19 Jakarta, 1.624 Pasien Meninggal

Megapolitan
Angkutan Umum Telat Bayar Denda Saat Operasi Yustisi, Izin Usahanya Akan Dicabut

Angkutan Umum Telat Bayar Denda Saat Operasi Yustisi, Izin Usahanya Akan Dicabut

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X