Kontribusi Tambahan Reklamasi yang Disinggung Ahok dan Dipertanyakan Anies

Kompas.com - 27/06/2019, 08:43 WIB
Suasana di Pulau D, pesisir hasil reklamasi di Teluk Jakarta, Kamis (13/6/2019).KOMPAS.com/Vitorio Mantalean Suasana di Pulau D, pesisir hasil reklamasi di Teluk Jakarta, Kamis (13/6/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com — Kontribusi tambahan sebesar 15 persen yang harus diberikan pengembang reklamasi turut disinggung setelah Pemprov DKI Jakarta menerbitkan izin mendirikan bangunan (IMB) untuk 932 bangunan di Pulau D hasil reklamasi.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mulanya mempertanyakan Peraturan Gubernur Nomor 206 Tahun 2016 tentang Panduan Rancang Kota (PRK) Pulau Reklamasi yang diterbitkan pendahulunya, Basuki Tjahaja Purnama ( Ahok).

Anies merasa mau tidak mau harus menerbitkan IMB bangunan di Pulau D karena adanya pergub tersebut.

Sementara itu, Ahok heran dengan sikap Anies yang menyalahkan pergub yang dibuatnya. Dia merasa dikambinghitamkan soal penerbitan IMB di pulau reklamasi itu.


Baca juga: Kekesalan Anies terhadap Pergub Reklamasi Peninggalan Ahok

Ahok menegaskan, pergub itu tak membuat Pemprov DKI bisa menerbitkan IMB.

Saat itu, Ahok tidak bisa menerbitkan IMB lantaran masih menunggu rampungnya perda reklamasi yang tengah disusun DPRD DKI.

"Kalau pergub aku (Pergub Nomor 206 Tahun 2016) bisa terbitkan IMB reklamasi, sudah lama aku terbitkan IMB," kata Ahok, Rabu (19/6/2019).

Suasana di Pulau D, pesisir hasil reklamasi di Teluk Jakarta, Kamis (13/6/2019).KOMPAS.com/Vitorio Mantalean Suasana di Pulau D, pesisir hasil reklamasi di Teluk Jakarta, Kamis (13/6/2019).

Ahok singgung kontribusi tambahan

Ahok menunggu perda reklamasi disahkan agar Pemprov DKI dapat memperoleh dana kontribusi tambahan sebesar 15 persen atas penjualan lahan reklamasi.

Halaman:
Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Pelaku Pelecehan Seksual di Bintaro Diduga Kabur ke Luar Jakarta

Pelaku Pelecehan Seksual di Bintaro Diduga Kabur ke Luar Jakarta

Megapolitan
Sidang Lanjutan Kerusuhan 22 Mei, Terdakwa Pegawai Sarinah Dengarkan Keterangan Saksi

Sidang Lanjutan Kerusuhan 22 Mei, Terdakwa Pegawai Sarinah Dengarkan Keterangan Saksi

Megapolitan
Modus Penyelundupan Narkoba di Jakarta, Mulai Kemasan Mie Instan hingga Kotak Kosmetik

Modus Penyelundupan Narkoba di Jakarta, Mulai Kemasan Mie Instan hingga Kotak Kosmetik

Megapolitan
Kebakaran di Polda Metro Jaya, Polisi Bantah Terjadi di Ruang Peluru

Kebakaran di Polda Metro Jaya, Polisi Bantah Terjadi di Ruang Peluru

Megapolitan
Tutupnya Bioskop TIM dan Kenangan yang Tersisa...

Tutupnya Bioskop TIM dan Kenangan yang Tersisa...

Megapolitan
MA Batalkan Kebijakan Tutup Jalan untuk PKL, Pemprov DKI Evaluasi Aturannya

MA Batalkan Kebijakan Tutup Jalan untuk PKL, Pemprov DKI Evaluasi Aturannya

Megapolitan
Api yang Membakar Ruang Peluru Polda Metro Jaya Berhasil Dipadamkan

Api yang Membakar Ruang Peluru Polda Metro Jaya Berhasil Dipadamkan

Megapolitan
Cerita Lengkap Kasus Ibu Hamil yang Diberi Obat Kedaluwarsa oleh Puskesmas

Cerita Lengkap Kasus Ibu Hamil yang Diberi Obat Kedaluwarsa oleh Puskesmas

Megapolitan
Seputar Wacana Bekasi Gabung ke DKI, Gengsi Wali Kota dan Usulan Nama Jakarta Tenggara

Seputar Wacana Bekasi Gabung ke DKI, Gengsi Wali Kota dan Usulan Nama Jakarta Tenggara

Megapolitan
Pengacara Sebut Terdakwa Kerusuhan 22 Mei Ditangkap Hanya karena Berasal dari Luar Jakarta

Pengacara Sebut Terdakwa Kerusuhan 22 Mei Ditangkap Hanya karena Berasal dari Luar Jakarta

Megapolitan
Sebuah Ruangan di Polda Metro Jaya Terbakar, 13 Unit Mobil Damkar Diterjunkan

Sebuah Ruangan di Polda Metro Jaya Terbakar, 13 Unit Mobil Damkar Diterjunkan

Megapolitan
Mahasiswa Papua di Jakarta Tak Terpengaruh Kerusuhan di Manokwari

Mahasiswa Papua di Jakarta Tak Terpengaruh Kerusuhan di Manokwari

Megapolitan
Temannya Jadi Korban Pengeroyokan, Anggota Ormas Datangi Polsek Penjaringan

Temannya Jadi Korban Pengeroyokan, Anggota Ormas Datangi Polsek Penjaringan

Megapolitan
Sidang Kerusuhan 22 Mei, Polisi Ceritakan Penangkapan Pendemo Berkaus Garuda Emas

Sidang Kerusuhan 22 Mei, Polisi Ceritakan Penangkapan Pendemo Berkaus Garuda Emas

Megapolitan
Ikut Latihan Steam Motor, Warga Jaksel Akan Dapat Satu Set Alatnya

Ikut Latihan Steam Motor, Warga Jaksel Akan Dapat Satu Set Alatnya

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X