Massa Aksi MK Ambil Wudu dari Kolam Air Mancur Patung Kuda

Kompas.com - 27/06/2019, 17:58 WIB
Massa aksi mengambil wudhu di kolam air mancur Patung Arjuna Wiwaha atau Patung Kuda, Kamis (27/6/2019) sore. KOMPAS.com/Ardito Ramadhan DMassa aksi mengambil wudhu di kolam air mancur Patung Arjuna Wiwaha atau Patung Kuda, Kamis (27/6/2019) sore.

JAKARTA, KOMPAS.com - Massa aksi kawal sidang putusan Mahkamah Konstitusi ( MK) memanfaatkan kolam air mancur Patung Arjuna Wiwaha atau Patung Kuda untuk mengambil air wudu sebelum mendirikan shalat Ashar, Kamis (27/6/2019) sore.

Pengamatan Kompas.com, massa aksi berjongkok mengelilingi kolam lalu berwudu menggunakan air yang berada di kolam. Adapun kondisi air kolam tampak kotor dan keruh.

"Namanya juga buat shalat, enggak apa-apa, enggak ditelan juga airnya" kata seorang peserta aksi.

Baca juga: Orangtua 11 Pemuda Kelompok Pencinta Habib Tak Tahu Anaknya Ikut Aksi di MK

Pantauan Kompas.com, hanya ada satu tempat wudu yang tersedia yaitu di depan Gedung Kementerian Pertahanan.

Peserta aksi lainnya pun memilih mengambil wudu menggunakan air mineral yang mereka bawa.

Setelah mengambil air wudu, peserta aksi langsung menggelar tikar dan potongan kardus yang menjadi sajadah dadakan kemudian mendirikan salat ashar berjamaah.

Massa tampak mendirikan shalat dengan khusyuk kendati mesti menunaikan kewajbannya di tengah jalan dan di antara orang yang berlalu-lalang.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemkot Susun Regulasi Penerapan New Normal Kota Bekasi

Pemkot Susun Regulasi Penerapan New Normal Kota Bekasi

Megapolitan
UPDATE 29 Mei Depok: Tambah 4 Pasien Positif, Jumlah PDP dan ODP Turun

UPDATE 29 Mei Depok: Tambah 4 Pasien Positif, Jumlah PDP dan ODP Turun

Megapolitan
Bioskop hingga Tempat Karaoke di Bekasi Akan Beroperasi jika New Normal Diterapkan

Bioskop hingga Tempat Karaoke di Bekasi Akan Beroperasi jika New Normal Diterapkan

Megapolitan
Cerita Ibu Hamil Pilih Periksa di Bidan Selama Pandemi Covid-19

Cerita Ibu Hamil Pilih Periksa di Bidan Selama Pandemi Covid-19

Megapolitan
Sambut New Normal, Rumah Ibadah di Tangsel Akan Dibuka Bertahap Awal Juni 2020

Sambut New Normal, Rumah Ibadah di Tangsel Akan Dibuka Bertahap Awal Juni 2020

Megapolitan
Kota Bekasi Akan Terapkan New Normal Setelah 4 Juni 2020

Kota Bekasi Akan Terapkan New Normal Setelah 4 Juni 2020

Megapolitan
Depok Perpanjang PSBB dan Masa Tanggap Darurat Covid-19

Depok Perpanjang PSBB dan Masa Tanggap Darurat Covid-19

Megapolitan
UPDATE 29 Mei: Bertambah 124 Kasus, Total 7.053 Pasien Covid-19 di DKI Jakarta

UPDATE 29 Mei: Bertambah 124 Kasus, Total 7.053 Pasien Covid-19 di DKI Jakarta

Megapolitan
Hujan Deras dan Angin Kencang Akibatkan 2 Pohon Tumbang di Bogor

Hujan Deras dan Angin Kencang Akibatkan 2 Pohon Tumbang di Bogor

Megapolitan
Wali Kota Akui Kota Bekasi Belum Bebas Covid-19

Wali Kota Akui Kota Bekasi Belum Bebas Covid-19

Megapolitan
Masjid di Pancoran Gelar Shalat Jumat, Pemprov DKI: Semoga Tak Ada yang Terinfeksi

Masjid di Pancoran Gelar Shalat Jumat, Pemprov DKI: Semoga Tak Ada yang Terinfeksi

Megapolitan
Pemprov DKI Tak Pangkas TKD PNS yang Tangani Covid-19

Pemprov DKI Tak Pangkas TKD PNS yang Tangani Covid-19

Megapolitan
Pohon Tumbang di Cipayung Timpa Mobil dan Rusak Instalasi Listrik

Pohon Tumbang di Cipayung Timpa Mobil dan Rusak Instalasi Listrik

Megapolitan
Batal Ditutup, Layanan SIM, STNK, dan BPKB Dibuka Kembali dengan Protokol Pencegahan Covid-19

Batal Ditutup, Layanan SIM, STNK, dan BPKB Dibuka Kembali dengan Protokol Pencegahan Covid-19

Megapolitan
Banyak Pelanggaran Protokol Kesehatan, Pengawasan Pasar Tradisional Diperketat Saat New Normal

Banyak Pelanggaran Protokol Kesehatan, Pengawasan Pasar Tradisional Diperketat Saat New Normal

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X