Pembobol Mesin ATM dengan Modus Memutus Saklar Ditangkap Polisi

Kompas.com - 29/06/2019, 05:08 WIB
Lima tersangka pembobol mesin ATM dengan modus memutus saklar mesin ATM ditangkap polisi. Masing-masing tersangka yang berinisial F, B, DF, TH, dan RY. RINDI NURIS VELAROSDELALima tersangka pembobol mesin ATM dengan modus memutus saklar mesin ATM ditangkap polisi. Masing-masing tersangka yang berinisial F, B, DF, TH, dan RY.

JAKARTA, KOMPAS.com - Lima tersangka pembobol mesin ATM dengan modus memutus saklar mesin ATM ditangkap polisi. 

Masing-masing tersangka yang berinisial F, B, DF, TH, dan RY biasa melakukan aksinya di wilayah Tangerang.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan, kelima tersangka mengaku melakukan aksinya di enam mesin ATM di wilayah Tangerang dengan total uang yang dibobol senilai Rp 25 juta.

Baca juga: Janji Cairkan Bantuan Lewat ATM, Pendamping PKH Bawa Kabur Uang Rp 75 Juta


Sebelum melakukan aksinya, para tersangka mengamati lokasi mesin ATM yang dianggap sepi.

"(Pembobolan) ATM ini sistemnya, pelaku pertama mengamati mesin ATM di Tangerang yang dianggap sepi. Jadi, mereka memetakan jam berapa mesin ATM itu sepi, hari apa saja, dan lokasinya di mana," kata Argo kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Jumat (28/6/2019).

Setelah menemukan lokasi mesin ATM yang tepat, para tersangka mulai membagi peran.

"Ada yang berperan untuk observasi lokasi mesin ATM, ada yang melakukan transaksi, mematikan saklar listrik, mengawasi suasana sekitar mesin ATM, dan menjadi joki atau sopir," ujar Argo.

Selanjutnya, tersangka F melakukan transaksi dengan memilih nominal uang yang diinginkan.

Ketika mesin ATM mulai beroperasi untuk mengeluarkan uang sesuai nominal yang diinginkan, tersangka langsung memutus saklar mesin ATM menggunakan remote.

"Saat aliran listrik mesin ATM sudah terputus, tersangka mengambil uang dengan mencongkel menggunakan obeng. Tersangka B akan mengambil uang menggunakan kawat yang telah dimodifikasi. Modus ini membuat saldo tidak berkurang," kata Argo.

Baca juga: Tas Berisi Rp 91 Juta untuk Isi ATM Diduga Dicuri Sekuriti

Polisi mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya kartu ATM, satu buah obeng, dan satu buah kawat yang telah dimodifikasi.

Kelima tersangka dijerat Pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman penjara tujuh tahun. 



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Stres Mau Nikah Diduga Jadi Motif ART Aniaya Bayi 2 Tahun di Depok

Stres Mau Nikah Diduga Jadi Motif ART Aniaya Bayi 2 Tahun di Depok

Megapolitan
Rumah 4 Lantai Dibongkar Satpol PP Jaksel karena Langgar Peraturan Perizinan

Rumah 4 Lantai Dibongkar Satpol PP Jaksel karena Langgar Peraturan Perizinan

Megapolitan
30 Pelajar Diamankan Terkait Perusakan SMK di Depok, 5 Orang Jadi Tersangka

30 Pelajar Diamankan Terkait Perusakan SMK di Depok, 5 Orang Jadi Tersangka

Megapolitan
Raup Rp 2,5 Miliar dari Gelapkan 62 Mobil, Djeni Terlilit Utang

Raup Rp 2,5 Miliar dari Gelapkan 62 Mobil, Djeni Terlilit Utang

Megapolitan
Dishub DKI: Kami Tidak Bisa Larang Penggunaan Bus Zhong Tong

Dishub DKI: Kami Tidak Bisa Larang Penggunaan Bus Zhong Tong

Megapolitan
Pengasuh Aniaya Bocah, Orangtua Korban Penasaran Apa Motifnya

Pengasuh Aniaya Bocah, Orangtua Korban Penasaran Apa Motifnya

Megapolitan
1 November, 59 Bus Zhongtong Beroperasi di Jakarta

1 November, 59 Bus Zhongtong Beroperasi di Jakarta

Megapolitan
Orang Tua YM Curiga karena Pengasuh Mengurung Diri 2 Malam Bersama Anaknya

Orang Tua YM Curiga karena Pengasuh Mengurung Diri 2 Malam Bersama Anaknya

Megapolitan
Kisah Warga Kampung Starling, Demo Bawa Rezeki dan Satpol PP Paling Dihindari

Kisah Warga Kampung Starling, Demo Bawa Rezeki dan Satpol PP Paling Dihindari

Megapolitan
Pemprov DKI Bahas Kenaikan UMP DKI 2020 Sebesar 8 Persen

Pemprov DKI Bahas Kenaikan UMP DKI 2020 Sebesar 8 Persen

Megapolitan
Keluarga Kaget Dengar Djeni Raup Rp 2,5 Miliar dari Penggelapan 62 Mobil

Keluarga Kaget Dengar Djeni Raup Rp 2,5 Miliar dari Penggelapan 62 Mobil

Megapolitan
Sutradara Amir Mirza Gumay Simpan Sabu di Bawah Kitchen Set Rumah

Sutradara Amir Mirza Gumay Simpan Sabu di Bawah Kitchen Set Rumah

Megapolitan
Tujuh Titik Kabel Semrawut di Jakarta Selatan Segera Ditertibkan

Tujuh Titik Kabel Semrawut di Jakarta Selatan Segera Ditertibkan

Megapolitan
Keluarga Djeni Didatangi Banyak Korban Sebelum Penangkapan

Keluarga Djeni Didatangi Banyak Korban Sebelum Penangkapan

Megapolitan
MRT Jakarta Tertibkan Penjualan Benda Tajam di Dalam Stasiun

MRT Jakarta Tertibkan Penjualan Benda Tajam di Dalam Stasiun

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X