Kata Penumpang MRT soal Denda Rp 500.000 jika Duduk di Lantai dan Makan di Stasiun

Kompas.com - 30/06/2019, 06:00 WIB
Aktivitas di Stasiun MRT Bundaran HI terpantau normal dan tak ada penumpukan pasca lebaran, Senin (10/6/2019) KOMPAS.com/Ryana AryaditaAktivitas di Stasiun MRT Bundaran HI terpantau normal dan tak ada penumpukan pasca lebaran, Senin (10/6/2019)
|

JAKARTA, KOMPAS.com - PT MRT memberlakukan denda Rp 500.000 bagi para penumpang yang makan dan duduk di stasiun MRT.

Namun, sejak sanksi tersebut diterapkan, beberapa pengunjung yang tertangkap tangan makan atau pun duduk-duduk di area stasiun tidak mampu membayar denda sehingga memilih untuk membuat surat pernyataan tidak akan mengulangi perbuatannya lagi.

Peraturan tersebut menuai berbagai respons dari para pengguna MRT. Salah satu pengguna MRT, Christina menilai, peraturan tersebut baik diterapkan jika diikuti fasilitas yang disediakan, misalnya kursi.

"Namun, saya tidak melihat adanya bangku yang disediakan di area stasiun. Mungkin pihak MRT berfikir bangku tidak dibutuhkan oleh pengguna MRT karena pengguna rata rata orang pekerja yang mengejar waktu, namun menurut saya bangku tetap harus disediakan sebagai salah satu bentuk fasilitas umum," ujar Christina kepada Kompas.com, Sabtu (29/6/2019).


Baca juga: Ketahuan Makan dan Minum di Stasiun MRT, 10 Penumpang Didenda Rp 500.000

Hal senada dikatakan penumpang lainnya, Idris. Idris mengaku beberapa kali pernah melihat orang duduk di lantai stasiun MRT. Menurutnya akan lebih baik jika disediakan bangku untuk pengunjung agar tidak duduk di lantai.

"Ya kalau mau bagus mungkin bisa dikasih bangku panjang gitu kayak buat duduk- duduk penumpang. Dari pada di lantai kan enggak enak dilihat. Paling itu saja sih," ucap dia.

Penumpang lainnya, Irfan (28) juga setuju dengan denda tersebut. Penumpang yang akan pergi ke arah stasiun Bundaran HI ini menilai denda tersebut efektif untuk menimbulkan efek jera bagi orang yang melanggar.

"Memang harus dikasih sanksi mungkin ya. Kan Rp 500.000 lumayan juga tuh. Jadi supaya orang orang mengira peraturanya bukan gertak sambal aja," ujar dia.

Sebagai penumpang, ia pun menyangkan jika transportasi baru ini harus diwarnai dengan perilaku penumpang yang tidak bisa menjaga tata tertib di lingkungan stasiun.

Baca juga: Duduk-duduk di Lantai Stasiun MRT Denda Rp 500.000

"Kalau boleh makan di dalam otomatis mereka kan bawa sampah, nah otomatis buang sampah pasti sembarangan di dalam," tambah dia.

Sebelumnya, Direktur Operasi dan Pemeliharaan PT MRT Jakarta Muhammad Effendi mengaku pihaknya akan menindak tegas penumpang yang melanggar peraturan di stasiun MRT.

Denda tersebut, lanjut dia, sebagai bentuk efek jera agar penumpang tak lagi melanggar dan menjaga tata tertib.

"Ini (denda) memang harus kami berlakukan buat syok terapi agar penumpang tidak anggap main-main," ujar Effendi. 

Jika penumpang tetap melanggar dan tidak mampu membayar denda, pihaknya mewajibkan penumpang membuat surat keterangan tidak mampu membayar dari RT dan RW. 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Minggu, Kawasan Monas Akan Ditutup karena Ada Pelantikan Presiden

Minggu, Kawasan Monas Akan Ditutup karena Ada Pelantikan Presiden

Megapolitan
Seorang Guru Ngaji di Jatinegara Diduga Cabuli 7 Bocah Perempuan

Seorang Guru Ngaji di Jatinegara Diduga Cabuli 7 Bocah Perempuan

Megapolitan
Ada Pelantikan Presiden, KRL Rangkasbitung-Tanah Abang Hanya Sampai Stasiun Kebayoran

Ada Pelantikan Presiden, KRL Rangkasbitung-Tanah Abang Hanya Sampai Stasiun Kebayoran

Megapolitan
Nenek Arpah Ditipu, Sertifikat Tanah Ternyata Dipakai Tetangga untuk Pinjam Uang

Nenek Arpah Ditipu, Sertifikat Tanah Ternyata Dipakai Tetangga untuk Pinjam Uang

Megapolitan
Pelantikan Presiden Besok, Ini Rekayasa Lalu Lintas di Sekitar Gedung DPR

Pelantikan Presiden Besok, Ini Rekayasa Lalu Lintas di Sekitar Gedung DPR

Megapolitan
Jelang Pelantikan Presiden, 6 Tamu Negara Menginap di Hotel Fairmont

Jelang Pelantikan Presiden, 6 Tamu Negara Menginap di Hotel Fairmont

Megapolitan
Mahathir Mohammad Akan Hadiri Pelantikan Presiden RI 2019-2024 Besok

Mahathir Mohammad Akan Hadiri Pelantikan Presiden RI 2019-2024 Besok

Megapolitan
Jelang Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden, Bandara Halim Bersiap Sambut Tamu Kenegaraan

Jelang Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden, Bandara Halim Bersiap Sambut Tamu Kenegaraan

Megapolitan
Klarifikasi Fans K-pop yang Wajahnya Terpampang di Billboard di Bekasi

Klarifikasi Fans K-pop yang Wajahnya Terpampang di Billboard di Bekasi

Megapolitan
Fakta Baru Aksi Teror Abdul Basith, Berencana Gagalkan Pelantikan Presiden dengan Bom

Fakta Baru Aksi Teror Abdul Basith, Berencana Gagalkan Pelantikan Presiden dengan Bom

Megapolitan
Cerita tentang Affan yang Meninggal karena Tersambar Kereta, dari Izin Bermain Hingga Bertengkar dengan Ibu

Cerita tentang Affan yang Meninggal karena Tersambar Kereta, dari Izin Bermain Hingga Bertengkar dengan Ibu

Megapolitan
Fakta Nenek Arpah Ditipu Tetangga, Dibawa ke Notaris dengan Modus Jalan-jalan dan Tanah Dihargai Rp 300.000

Fakta Nenek Arpah Ditipu Tetangga, Dibawa ke Notaris dengan Modus Jalan-jalan dan Tanah Dihargai Rp 300.000

Megapolitan
Bus Zhong Tong dan Keyakinan Kembali Mengaspal di Jakarta...

Bus Zhong Tong dan Keyakinan Kembali Mengaspal di Jakarta...

Megapolitan
Rumah Terendam Permanen, Beberapa Warga Hengkang dari Kampung Apung

Rumah Terendam Permanen, Beberapa Warga Hengkang dari Kampung Apung

Megapolitan
Cuaca di Jakarta Diprediksi Cerah Berawan Sepanjang Hari

Cuaca di Jakarta Diprediksi Cerah Berawan Sepanjang Hari

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X