Ribuan Pendatang Masuk Jakbar, Kebanyakan Ada di Tempat Industri Kecil

Kompas.com - 02/07/2019, 15:13 WIB
Warga menghadiri sosialisasi operasi bina kependudukan (biduk) yang digelar Sudin Dukcapil Jakarta Selatan di RW 001 Kelurahan Cipulir, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Rabu (11/7/2018) sore.KOMPAS.com/NURSITA SARI Warga menghadiri sosialisasi operasi bina kependudukan (biduk) yang digelar Sudin Dukcapil Jakarta Selatan di RW 001 Kelurahan Cipulir, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Rabu (11/7/2018) sore.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kasudin Dukcapil Jakarta Barat, Rosyik Muhammad mengatakan data sementara pendatang di wilayah Jakarta Barat setelah Lebaran berjumlah 8.700 orang hingga Senin (1/7/2019). Rosyik mengatakan kebanyakan mereka datang ke tempat-tempat industri kecil.

"Itu total semua sementara, tapi yang jadi kantong utama pendatang itu di tempat industri kecil seperti Cengkareng, Grogol Petamburan, dan Kalideres," kata Rosyik saat ditemui di Kantor Wali Kota Jakarta Barat, Selasa (2/7/2019).

Menurutnya, daerah tersebut adalah tempat penduduk non-permanen. Penduduk di wilayah tersebut rata-rata bekerja sebagai buruh, mahasiswa, pedagang, dan asisten rumah tangga.


Baca juga: Operasi Bina Kependudukan di Jakarta Pusat Digelar Rabu Esok

Dukcapil Jakbar akan kembali melakukan bina kependudukan (biduk) pada Rabu (3/7/2019) di Meruya Utara. Warga pendatang di wilayah Jakarta Barat tersebut akan diberikan pelayanan Surat Keterangan Domisili Sementara (SKDS) dalam kegiatan Binduk.

"Itu SKDS sebagai hasil pendataan sebagai bukti mereka telah didata. Masa berlakunya selama setahun, setelah itu sudah habis," kata Rosyik.

Baca juga: Dukcapil DKI: Pendatang Terbanyak dari Jawa Tengah

Sementara itu, pendataan warga masih akan terus dilakukan. Sebelumnya, jadwal pendataan dilakukan hanya pada 14-24 Juni 2019, namun diperpanjang. Adapun, biduk akan dilakukan hingga 12 kali setelah Lebaran.

"Karena ini masih ada yang belum pulang ke kampung, masih belum jelas, maka kami perpanjang pendataan," katanya.

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Pengakuan Bandar Narkoba di Kampus: Uang Pelicin untuk Sekuriti hingga Hidup Foya-foya

Pengakuan Bandar Narkoba di Kampus: Uang Pelicin untuk Sekuriti hingga Hidup Foya-foya

Megapolitan
Pengeroyok Siswi SMK di Bekasi Ditahan dan Terancam Kurungan 5 Tahun

Pengeroyok Siswi SMK di Bekasi Ditahan dan Terancam Kurungan 5 Tahun

Megapolitan
Gabung dengan Mahasiswa Papua, Massa Aksi Kamisan Pakai Topeng Monyet

Gabung dengan Mahasiswa Papua, Massa Aksi Kamisan Pakai Topeng Monyet

Megapolitan
Soal Instalasi Gabion, Anies: Biasa Saja, Bagian dari Tata Taman Kota

Soal Instalasi Gabion, Anies: Biasa Saja, Bagian dari Tata Taman Kota

Megapolitan
Bestari: Nasdem Mendukung Anies Baswedan sampai Kapan pun

Bestari: Nasdem Mendukung Anies Baswedan sampai Kapan pun

Megapolitan
Sindikat Penipu Jual Beli Rumah dan Tanah Kembali Ditangkap

Sindikat Penipu Jual Beli Rumah dan Tanah Kembali Ditangkap

Megapolitan
Kisah Charlie, Mahasiswa yang Terjun ke Dunia Hitam Jadi Bandar Ganja di Kampus

Kisah Charlie, Mahasiswa yang Terjun ke Dunia Hitam Jadi Bandar Ganja di Kampus

Megapolitan
Ini yang Bisa Dilakukan Pasien apabila Mendapat Obat Kedaluwarsa dari Tenaga Medis

Ini yang Bisa Dilakukan Pasien apabila Mendapat Obat Kedaluwarsa dari Tenaga Medis

Megapolitan
KPAD Akan Dampingi Korban dan Pelaku Pengeroyokan di Bekasi

KPAD Akan Dampingi Korban dan Pelaku Pengeroyokan di Bekasi

Megapolitan
Gubernur Banten dan Forum Kota Jakarta Tak Hadir, Sidang Kasus Polusi Udara Kembali Ditunda

Gubernur Banten dan Forum Kota Jakarta Tak Hadir, Sidang Kasus Polusi Udara Kembali Ditunda

Megapolitan
Sebelum Dwi Koen Meninggal, Anaknya Sempat Minta Koreksi untuk Komik Panji Koming

Sebelum Dwi Koen Meninggal, Anaknya Sempat Minta Koreksi untuk Komik Panji Koming

Megapolitan
Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor DKI Bakal Naik Jadi 12,5 Persen

Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor DKI Bakal Naik Jadi 12,5 Persen

Megapolitan
Anak Dwi Koen Bertekad Teruskan Komik Panji Koming

Anak Dwi Koen Bertekad Teruskan Komik Panji Koming

Megapolitan
Korban Obat Kedaluwarsa di Puskesmas Kamal Akan Diperiksa di Rumah Sakit

Korban Obat Kedaluwarsa di Puskesmas Kamal Akan Diperiksa di Rumah Sakit

Megapolitan
DPRD: Imbas Putusan MA, Trotoar Tak Boleh Lagi Dijadikan Tempat Jualan PKL

DPRD: Imbas Putusan MA, Trotoar Tak Boleh Lagi Dijadikan Tempat Jualan PKL

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X