Gerindra Bakal Ajukan Kandidat Cawagub DKI Jakarta jika DPRD Tolak 2 Calon PKS

Kompas.com - 02/07/2019, 15:14 WIB
Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta sekaligus Ketua DPD Gerindra DKI Jakarta Mohamad Taufik, saat ditemui di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jumat (21/10/2016). Kompas.com/Kurnia Sari AzizaWakil Ketua DPRD DKI Jakarta sekaligus Ketua DPD Gerindra DKI Jakarta Mohamad Taufik, saat ditemui di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jumat (21/10/2016).
Penulis Nursita Sari
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua DPD Partai Gerindra DKI Jakarta Mohamad Taufik mengatakan, Gerindra bakal mengajukan calon wakil gubernur DKI jika dua nama cawagub dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ditolak DPRD DKI Jakarta.

"Mengajukan (cawagub) ya pasti ngajuin, diobrolin, didiskusiin," ujar Taufik saat dihubungi, Selasa (2/7/2019).

Taufik menyampaikan, DPRD DKI Jakarta akan mengembalikan cawagub yang diajukan Gerindra dan PKS jika dua kali rapat paripurna tidak kuorum.

Baca juga: Agung Yulianto Berharap Tidak Ada Pergantian Nama Kandidat Cawagub DKI Jakarta

Gerindra dan PKS kemudian akan mendiskusikan kembali nama yang bakal diajukan sebagai cawagub. Pada saat itulah Gerindra akan mengajukan calonnya.

Menurut Taufik, Gerindra memiliki banyak kader yang siap ditunjuk menjadi cawagub. Namun, saat ditanya apakah dirinya menjadi salah satu kandidat cawagub tersebut, Taufik tidak memberikan jawaban.

"Kalau Gerindra kan banyak kadernya, kadernya banyak yang paham soal ke-Jakarta-an. Jadi, kapan aja diperintahin (menjadi cawagub), siap," kata Taufik.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Wakil Ketua Panitia Khusus Pemilihan Wagub DKI Bestari Barus sebelumnya mengatakan, nama cawagub DKI Jakarta masih bisa diganti selama belum ditetapkan oleh panitia pemilihan wagub. PKS dan Gerindra bisa menarik dua nama cawagub yang sudah diajukan dan menggantinya.

Selain itu, cawagub DKI juga memungkinkan diganti jika dua kali rapat paripurna pemilihan wagub DKI nantinya tidak kuorum.

Baca juga: Belum Ditetapkan, Nama Cawagub DKI Masih Bisa Diganti

"Kalau tidak kuorum dua kali, maka nanti dibawa ke rapat pimpinan (rapim) untuk mengambil keputusan," kata Bestari, Senin (1/7/2019).

"Rapim itu memutuskan apakah melaksanakan pemilihan ulang, ataukah memulangkan calon, ataukah hal lainnya," tambahnya.

Kursi wagub DKI masih kosong sejak ditinggalkan Sandiaga Uno pada 10 Agustus 2018. Partai Gerindra dan PKS telah mengajukan dua nama cawagub, yakni kader PKS Agung Yulianto dan Ahmad Syaikhu, ke DPRD DKI.



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tragis Pendonor Emas Monas, Dicap PKI dan Dibui di Era Orde Baru

Kisah Tragis Pendonor Emas Monas, Dicap PKI dan Dibui di Era Orde Baru

Megapolitan
Situs PPDB Banten Eror, Disdik Arahkan Siswa di Tangsel Daftar Offline

Situs PPDB Banten Eror, Disdik Arahkan Siswa di Tangsel Daftar Offline

Megapolitan
37 Warga Warakas Positif Covid-19, PKM Lokal Diterapkan hingga Konsumsi Disiapkan

37 Warga Warakas Positif Covid-19, PKM Lokal Diterapkan hingga Konsumsi Disiapkan

Megapolitan
Polisi: Jenazah Pasien Covid-19 yang Sempat Terlantar di Sunter Tak Terdaftar sebagai Warga Setempat

Polisi: Jenazah Pasien Covid-19 yang Sempat Terlantar di Sunter Tak Terdaftar sebagai Warga Setempat

Megapolitan
Akui Situs PPDB Gangguan, Dindik Banten Izinkan Orangtua Langsung Datangi SMA di Kota Tangerang

Akui Situs PPDB Gangguan, Dindik Banten Izinkan Orangtua Langsung Datangi SMA di Kota Tangerang

Megapolitan
Pasien Sedih Lihat Banyak Anak Kecil di Wisma Atlet, Ada yang Dipasang Selang

Pasien Sedih Lihat Banyak Anak Kecil di Wisma Atlet, Ada yang Dipasang Selang

Megapolitan
Air Kali Ciliwung Meluap, Permukiman Warga di Kebon Pala Banjir

Air Kali Ciliwung Meluap, Permukiman Warga di Kebon Pala Banjir

Megapolitan
Kabur Selama 5 Jam, 8 Tersangka Penembakan Remaja di Taman Sari Ditangkap

Kabur Selama 5 Jam, 8 Tersangka Penembakan Remaja di Taman Sari Ditangkap

Megapolitan
9 Tempat Parkir di Jakarta Akan Kenakan Tarif Tertinggi Kendaraan Tak Lolos Uji Emisi

9 Tempat Parkir di Jakarta Akan Kenakan Tarif Tertinggi Kendaraan Tak Lolos Uji Emisi

Megapolitan
Vaksinasi Covid-19 Digelar 29 Juni, Warga Tangsel Berusia 18 Tahun ke Atas Diminta Daftar ke RT/RW

Vaksinasi Covid-19 Digelar 29 Juni, Warga Tangsel Berusia 18 Tahun ke Atas Diminta Daftar ke RT/RW

Megapolitan
Pasien Covid-19 di RSUD Kota Bekasi Sudah Melebihi Kapasitas

Pasien Covid-19 di RSUD Kota Bekasi Sudah Melebihi Kapasitas

Megapolitan
Lockdown di RT 006 Petogogan: Jalan Ditutup, Dapur Umum Dibangun

Lockdown di RT 006 Petogogan: Jalan Ditutup, Dapur Umum Dibangun

Megapolitan
Situs PPDB SMA Gangguan, SMAN 2 Tangerang Dipadati Orangtua Calon Siswa

Situs PPDB SMA Gangguan, SMAN 2 Tangerang Dipadati Orangtua Calon Siswa

Megapolitan
IGD RSUD Bekasi Penuh, Pasien yang Hasil PCR Belum Keluar Menunggu di Tenda Darurat

IGD RSUD Bekasi Penuh, Pasien yang Hasil PCR Belum Keluar Menunggu di Tenda Darurat

Megapolitan
Komandan RS Wisma Atlet: Warning, Tersisa 723 Tempat Tidur

Komandan RS Wisma Atlet: Warning, Tersisa 723 Tempat Tidur

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X