Cegah Reklame Ilegal, Pemkot Bekasi Akan Permudah Perizinannya

Kompas.com - 02/07/2019, 15:34 WIB
Reklame di Kota Bekasi, Jawa Barat. Vitorio MantaleanReklame di Kota Bekasi, Jawa Barat.

BEKASI, KOMPAS.com - Pemerintah Kota Bekasi berencana merapikan birokrasi perizinan reklame. Hal tersebut dilakukan menyusul maraknya reklame ilegal di Kota Bekasi yang berdampak pada pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor reklame.

"Kita perbaiki proses terhadap perizinan sendiri. Kalau dulu masih banyak yang berbelit, kita simpelkan lah, kita cepatkan," ujar Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Bekasi, Widayat Subroto saat dihubungi, Selasa (2/7/2019) pagi.

Widayat yakin para pengusaha reklame akan patuh jika perizinan dibuat mudah. Dengan demikian, mereka tidak akan nekat memasang reklame-reklame tak berizin.

Baca juga: Salah Input, 7 Calon Siswa di Bekasi Terdaftar dengan Jarak 0 Meter dari Rumah ke Sekolah

"Artinya bukan mereka (pengusaha reklame) enggak mau ngurus, tapi prosesnya memang agak lama. Ke depan mereka datang ke sini dengan mudah, mereka tinggal ikuti, terus keluar izinnya dalam waktu yang singkat," kata dia.

Pemerintah Kota Bekasi pun berencana merapikan sejumlah peraturan lain terkait reklame. Hal ini lagi-lagi dilakukan sebagai upaya menjanjikan kemudahan birokrasi perizinan kepada para pengusaha reklame.

"Kedua kita rapikan aturannya lagi, perdanya yang mengatur reklame, peraturan wali kotanya juga. Kita rapikan lagi. Kalau mereka mau 'ngasih duit', terus prosesnya cepat, kan menyenangkan buat mereka," jelas Widayat.

Baca juga: Bayi Google Lahir di Bekasi, Dapat Kenang-Kenangan dari Google

Sebagai informasi, tahun ini terdapat sekitar 2.000 reklame tak berizin berukuran kecil hingga besar yang bertebaran di Kota Bekasi.

"Ada yang habis izinnya kemudian belum perpanjang. Ada juga yang belum proses izin, ada yang ilegal dari awal," kata dia.

Akibatnya, pendapatan asli daerah (PAD) yang bersumber dari pajak reklame pada tahun 2019 berpotensi bocor hingga 20 persen. Pada tahun 2018, PAD Kota Bekasi dari sektor reklame hanya Rp 38 miliar dari target Rp 90 miliar. Tahun ini, sektor reklame baru menyumbang Rp 21 miliar atau tak sampai seperempat dari target.

"Dengan posisi ini, kemungkinan bocornya (sektor reklame) sekitar 15-20 persen dari target. Dari reklame saja kita target Rp 91 miliar," ujar Widayat.



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Siti Nur Azizah Tak Masalah jika Pilkada Tangsel Ditunda Demi Keselamatan Rakyat

Siti Nur Azizah Tak Masalah jika Pilkada Tangsel Ditunda Demi Keselamatan Rakyat

Megapolitan
RSD Wisma Atlet Dikabarkan Penuh Pasien Covid-19, Begini Faktanya

RSD Wisma Atlet Dikabarkan Penuh Pasien Covid-19, Begini Faktanya

Megapolitan
Napi Bandar Narkoba Lapas Tangerang Rencanakan Pelarian Sejak 6 Bulan Lalu

Napi Bandar Narkoba Lapas Tangerang Rencanakan Pelarian Sejak 6 Bulan Lalu

Megapolitan
Tak Gunakan Masker Medis dan Kain, Penumpang KRL di Stasiun Bogor Dilarang Masuk

Tak Gunakan Masker Medis dan Kain, Penumpang KRL di Stasiun Bogor Dilarang Masuk

Megapolitan
Pasangan Kekasih Pelaku Mutilasi Sempat Tidur dengan Jasad Korban di Apartemen

Pasangan Kekasih Pelaku Mutilasi Sempat Tidur dengan Jasad Korban di Apartemen

Megapolitan
26 Angkot di Tanah Abang Terjaring Operasi Yustisi

26 Angkot di Tanah Abang Terjaring Operasi Yustisi

Megapolitan
RSD Stadion Patriot Chandrabaga Akhirnya Mulai Terisi Pasien Covid-19

RSD Stadion Patriot Chandrabaga Akhirnya Mulai Terisi Pasien Covid-19

Megapolitan
Selama PSBB Jakarta, KRL Terakhir Berangkat dari Stasiun-stasiun di Ibu Kota pada Pukul 19.00 WIB

Selama PSBB Jakarta, KRL Terakhir Berangkat dari Stasiun-stasiun di Ibu Kota pada Pukul 19.00 WIB

Megapolitan
Belajar dari Youtube, Sepasang Kekasih Mutilasi Jasad Rinaldi Harley Wismanu

Belajar dari Youtube, Sepasang Kekasih Mutilasi Jasad Rinaldi Harley Wismanu

Megapolitan
Kelurahan Cengkareng Timur Catat Kasus Aktif Covid-19 Terbanyak, Kebanyakan dari Klaster Keluarga

Kelurahan Cengkareng Timur Catat Kasus Aktif Covid-19 Terbanyak, Kebanyakan dari Klaster Keluarga

Megapolitan
Hari ini, KCI Resmi Larang Penumpang KRL Pakai Buff dan Masker Scuba

Hari ini, KCI Resmi Larang Penumpang KRL Pakai Buff dan Masker Scuba

Megapolitan
Periksa 10 Saksi, Polisi Kejar Pembacok di Pesanggrahan yang Diduga Geng Moonraker

Periksa 10 Saksi, Polisi Kejar Pembacok di Pesanggrahan yang Diduga Geng Moonraker

Megapolitan
PSBB Tangsel Diperpanjang Lagi, Pengawasan Protokol Kesehatan Akan Diperketat

PSBB Tangsel Diperpanjang Lagi, Pengawasan Protokol Kesehatan Akan Diperketat

Megapolitan
Hilang di Kali Ciliwung, Remaja Ditemukan Tewas 200 Meter dari Lokasi Tenggelam

Hilang di Kali Ciliwung, Remaja Ditemukan Tewas 200 Meter dari Lokasi Tenggelam

Megapolitan
Sepekan Pengetatan PSBB di Jakarta, Jumlah Penumpang KRL Turun 21 Persen

Sepekan Pengetatan PSBB di Jakarta, Jumlah Penumpang KRL Turun 21 Persen

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X