Polisi Bekuk Pengedar Sabu yang Kerap Transaksi di Parkiran Restoran Cepat Saji

Kompas.com - 02/07/2019, 16:23 WIB
Kapolsek Cilandak, Ajun Komisaris Besar Kasto Subki (tengah) dan Kanit Polsek Cilandak Iptu Sofyansuri (kanan) merilis kasus penangkapan pengedar sabu di Polsek Cilandak, Selasa (2/7/2019) KOMPAS com /Walda MarisonKapolsek Cilandak, Ajun Komisaris Besar Kasto Subki (tengah) dan Kanit Polsek Cilandak Iptu Sofyansuri (kanan) merilis kasus penangkapan pengedar sabu di Polsek Cilandak, Selasa (2/7/2019)
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Seorang pengedar sabu berinisial D diciduk polisi lantaran diduga bertransaksi di lapangan parkir restoran cepat saji di kawasan Pondok Pucung, Kecamatan Pondok Aren, Tanggerang Selatan.

Kapolsek Cilandak, Ajun Komisaris Besar Kasto Subki mengatakan, penangkapan terjadi pada Kamis, (27/6/2019) pukul 00.30.

Polisi melakukan tindakan setelah menerima laporan masyarakat yang mengatakan bahwa pelaku kerap melakukan transaksi narkoba di parkiran restoran tersebut.


Saat melakukan pemantauan di lokasi, polisi melihat D datang membawa dua plastik putih dan satu amplop. Seketika polisi langsung menyergap D.

Baca juga: Meronta dan Berusaha Kabur, Kaki Pengedar Sabu Ditembak

Setelah dilakukan pemeriksaan, amplop tersebut diketahui berisi sabu yang akan diantarakan kepada seseorang yang hingga saat ini masih dalam pencarian polisi.

"Kemudian dari tersangka ditemukan barang bukti berupa barang yang telah didalami ternyata barang ini adalah sabu yang ada dua (paket), seberat 12,5 gram," ujar dia saat ditemui di Jakarta, Selasa (2/7/2019).

Kepada polisi, terasangka mengaku mendapatkan perintah dari seseorang bernama Ali melalui telepon. D bahkan tidak pernah bertemu dengan Ali sebelumnya. Dia juga mengaku tidak tahu berapa harga sabu yang dia bawa tersebut.

Satu yang pasti, menurut D, Ali memintanya datang ke parkiran restoran cepat saji untuk memberikan barang haram tersebut kepada seseorang.

Di sisi lain, D mengaku sudah beberapa kali melakukan pengiriman barang haram tersebut. Untuk pengiriman yang gagal ini saja dia dijanjikan uang sebesar Rp 700.000.

Baca juga: Pengedar Sembunyikan Sabu di Sandal

Hingga saat ini, pihak Polsek Cilandak masih mengembangkan kasus peredaran sabu tersebut. Keberadan Ali pun masih diselidiki.

"Keberadaan Ali saat ini masih dalam pencarian," ucap Kasto.

Atas perbuatannya, D dijerat dengan Pasal 144 Undang Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 karena ia menjadi perantara mengedarkan narkoba golongan 1.

Selain itu D terancam 20 tahun penjara serta denda maksimal Rp 8 miliar sebagaimana diatur dalam Pasal 112 Undang Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 karena menguasai dan menyediakan narkotika golongan 1.



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

SMK di Depok Diserang Sekelompok Orang, Guru: Sudah Tiga Kali Penyerangan

SMK di Depok Diserang Sekelompok Orang, Guru: Sudah Tiga Kali Penyerangan

Megapolitan
SMK di Depok Dirusak Massa, Polisi Duga Aksi Balas Dendam

SMK di Depok Dirusak Massa, Polisi Duga Aksi Balas Dendam

Megapolitan
Anggota DPRD Yang Bocorkan Rapat Tertutup Akan Dijerat Pasal Kode Etik

Anggota DPRD Yang Bocorkan Rapat Tertutup Akan Dijerat Pasal Kode Etik

Megapolitan
Terduga Teroris di Tambun Merencanakan Bom Bunuh Diri di Lampung

Terduga Teroris di Tambun Merencanakan Bom Bunuh Diri di Lampung

Megapolitan
Pria Ditemukan Membusuk di Kontrakan, Diduga Tewas karena Sakit

Pria Ditemukan Membusuk di Kontrakan, Diduga Tewas karena Sakit

Megapolitan
Djeni Bisa Sewa 3 Mobil Sehari untuk Kemudian Digadai

Djeni Bisa Sewa 3 Mobil Sehari untuk Kemudian Digadai

Megapolitan
9 Terdakwa Sindikat 70 Kg Sabu dan 49.238 Butir Ekstasi Divonis Seumur Hidup

9 Terdakwa Sindikat 70 Kg Sabu dan 49.238 Butir Ekstasi Divonis Seumur Hidup

Megapolitan
Terduga Teroris di Tambun Selatan Terkait dengan Kelompok Abu Zee

Terduga Teroris di Tambun Selatan Terkait dengan Kelompok Abu Zee

Megapolitan
Polisi Kembali Amankan Terduga Teroris di Tambun Selatan, Malam Ini

Polisi Kembali Amankan Terduga Teroris di Tambun Selatan, Malam Ini

Megapolitan
PPD Menegaskan Tak Terkait dengan Korupsi Pengadaan Bus Transjakarta

PPD Menegaskan Tak Terkait dengan Korupsi Pengadaan Bus Transjakarta

Megapolitan
Cemburu Buta, Pemuda Tusuk Teman Pacarnya di Kembangan

Cemburu Buta, Pemuda Tusuk Teman Pacarnya di Kembangan

Megapolitan
Artis Sinetron Vicky Nitinegoro Ditangkap Terkait Kasus Narkoba

Artis Sinetron Vicky Nitinegoro Ditangkap Terkait Kasus Narkoba

Megapolitan
Operator Klaim Bus Transjakarta Zhong Tong Bukan Terbakar, tapi Hanya Kesalahan Mesin

Operator Klaim Bus Transjakarta Zhong Tong Bukan Terbakar, tapi Hanya Kesalahan Mesin

Megapolitan
Operator Jamin Keamanan Bus Transjakarta Merk Zhong Tong

Operator Jamin Keamanan Bus Transjakarta Merk Zhong Tong

Megapolitan
DPRD DKI Akan Rancang Sanksi bagi Anggota yang Langgar Kode Etik

DPRD DKI Akan Rancang Sanksi bagi Anggota yang Langgar Kode Etik

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X