Alami Gangguan Jiwa, Bisakah Wanita Bawa Anjing ke Masjid Dijerat Pidana?

Kompas.com - 02/07/2019, 18:53 WIB
Seorang wanita berkacamata hitam diperika Polres Bogor setelah aksinya viral di Media Sosial Twitter Dokumentasi Polres BogorSeorang wanita berkacamata hitam diperika Polres Bogor setelah aksinya viral di Media Sosial Twitter
Penulis Dean Pahrevi
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Wanita berinsial SM (52) yang bawa anjing ke dalam Masjid Al-Munawaroh, Kabupaten Bogor telah ditetapkan Polres Bogor sebagai tersangka penistaan agama.

Adapun penetapan SM sebagai tersangka penistaan agama dilakukan Polres Bogor sebelum hasil pemeriksaan kejiwaan SM selesai. Kini, pemeriksaan kejiwaan SM sudah selesai ditangani pihak RS Polri dan SM dipastikan mengalami gangguan jiwa.

Yang menjadi pertanyaan, bisakah seseorang yang alami gangguan jiwa dijerat pidana?

Pakar Hukum Pidana Abdul Fickar Hadjar mengatakan, meski SM sudah dipastikan alami gangguan jiwa, proses hukum SM tetap berlanjut ke pengadilan.

"Karena sudah ditetapkan sebagai tersangka, maka pengadilan lah yang menguji apakah tersangka bisa dipertanggung jawabkan atas perbuatannya," kata Abdul saat dihubungi Kompas.com, Selasa (2/7/2019).

Baca juga: Wanita Bawa Anjing Masuk Masjid di Bogor Dipastikan Alami Gangguan Jiwa

Abdul pun menilai pihak kepolisian terburu-buru dalam menetapkan SM sebagai tersangka. Menurut dia, polisi seharusnya menunggu terlebih dahulu hasil pemeriksaan kejiwaan SM selesai di RS Polri.

Sebab, berdasarkan pasal 44 KUHpidana seseorang tidak dapat dipertanggung jawabkan secara pidana jika cacat kejiwaan atau terganggu karena penyakit.

"Karena sudah ditetapkan sebagai tersangka, maka harus dihentikan penyidikannya dengan SP3 (Surat Pemberhentian Penyidikan), sedangkan yang dapat menjadi dasar menghentikan penyidikan adalah kurangnya alat bukti, tindakannya bukan peristiwa pidana melainkan perdata, tersangka meninggal dunia, (perkara) kadaluarsa dan nebus ib idem atau sudah pernah diputus perkaranya," ujar Abdul.

Dalam kasus ini, polisi tidak bisa menghentikan penyidikan karena tidak memiliki alasan sesuai aturan SP3 yang berlaku. Oleh karena itu, proses hukum SM akan tetap berlanjut ke pengadilan.

Baca juga: Wanita yang Bawa Anjing ke Masjid Jadi Tersangka Penistaan Agama

"Mestinya dipastikan dulu keadaan jiwannya orangnya sebelum ditetapkan sebagai tersangka. Sehingga ketika diberhentikan (penyidikan) tidak perlu pakai SP3. Tetapi (di pengadilan) itu (hasil pemeriksaan kejiwaan) bisa jadi bukti bahwa dia tidak bisa dipertanggung jawabkan," ujar Abdul.

Sebelumnya, Polres Bogor menetapkan SM sebagai tersangka dengan persangkaan Pasal 156a tentang penistaan agama usai aksinya memasuki masjid dengan membawa anjing dan menggunakan sepatu.

"Penentuan bukti beberapa keterangan lima saksi dan persesuaiannya dan barang bukti berupa rekaman video serta pakaian dan sepatu yang digunakan SM masuk ke dalam masjid," kata Kapolres Bogor AKBP AM Dicky di Mapolres Bogor, Cibinong, Selasa.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemohon SIM Diperbolehkan Gunakan Kendaraan Pribadi Saat Uji Praktik

Pemohon SIM Diperbolehkan Gunakan Kendaraan Pribadi Saat Uji Praktik

Megapolitan
Tebing Jalan DI Panjaitan yang Rawan Longsor Tak Kunjung Diperbaiki

Tebing Jalan DI Panjaitan yang Rawan Longsor Tak Kunjung Diperbaiki

Megapolitan
Kamera dan Laptop yang Hendak Dicuri Maling Ketinggalan di Kantor Katadata

Kamera dan Laptop yang Hendak Dicuri Maling Ketinggalan di Kantor Katadata

Megapolitan
SMK Yadika 6 Terbakar, 14 Orang Lompat dari Gedung

SMK Yadika 6 Terbakar, 14 Orang Lompat dari Gedung

Megapolitan
Umrah, Oknum Satpol PP Diduga Bobol Bank Akan Diperiksa Saat Tiba di Jakarta

Umrah, Oknum Satpol PP Diduga Bobol Bank Akan Diperiksa Saat Tiba di Jakarta

Megapolitan
Penjelasan Kasatpol PP DKI soal Pembobolan Dana Bank DKI oleh Anak Buahnya

Penjelasan Kasatpol PP DKI soal Pembobolan Dana Bank DKI oleh Anak Buahnya

Megapolitan
SMA Yadika 6 Pondok Gede Terbakar

SMA Yadika 6 Pondok Gede Terbakar

Megapolitan
Selain Curi 9 iMac, Maling Juga Gondol Decoder Kamera CCTV dari Kantor Katadata

Selain Curi 9 iMac, Maling Juga Gondol Decoder Kamera CCTV dari Kantor Katadata

Megapolitan
Soal Penggusuran di Sunter, F Nasdem: Anies Dituntut Program Normalisasi Saluran Air

Soal Penggusuran di Sunter, F Nasdem: Anies Dituntut Program Normalisasi Saluran Air

Megapolitan
Warga Pisangan Timur Resah Tebing Jalan DI Panjaitan Rawan Longsor

Warga Pisangan Timur Resah Tebing Jalan DI Panjaitan Rawan Longsor

Megapolitan
Pemkot Jakut Gusur Lokasi di Sunter, DPRD DKI: Ini Buah Simalakama

Pemkot Jakut Gusur Lokasi di Sunter, DPRD DKI: Ini Buah Simalakama

Megapolitan
Tersangka Penyiraman Air Keras di Jakbar Tak Alami Gangguan Kejiwaan

Tersangka Penyiraman Air Keras di Jakbar Tak Alami Gangguan Kejiwaan

Megapolitan
Anak Berkebutuhan Khusus yang Dipasung dan Terbakar di Tangsel Pernah Ditangani Dinas Sosial

Anak Berkebutuhan Khusus yang Dipasung dan Terbakar di Tangsel Pernah Ditangani Dinas Sosial

Megapolitan
Selain karena Digugat Cerai Istri, Ini Motif Lain HF Nekat Bakar Diri

Selain karena Digugat Cerai Istri, Ini Motif Lain HF Nekat Bakar Diri

Megapolitan
Kasatpol PP Jakbar Benarkan Ada Anak Buahnya Diduga Bobol Dana Bank

Kasatpol PP Jakbar Benarkan Ada Anak Buahnya Diduga Bobol Dana Bank

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X