Saat Nama Adhyaksa Dault Disebut Lagi sebagai Cawagub DKI

Kompas.com - 03/07/2019, 09:44 WIB
Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Adhyaksa Dault seusai menemui Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi di kediamannya, Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Senin (1/7/2019). KOMPAS.com/NURSITA SARIMantan Menteri Pemuda dan Olahraga Adhyaksa Dault seusai menemui Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi di kediamannya, Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Senin (1/7/2019).

Bantahan Adhyaksa

Adhyaksa sendiri mengakui, kedatangannya ke rumah Prasetio untuk bersilaturahim. Namun, dia menyebut tak ada pembahasan soal dirinya menjadi calon wagub DKI.

Menurut Adhyaksa, Prasetio hanya menyinggung soal posisi wagub DKI yang hingga kini masih kosong. Dia menyebut posisi yang ditinggalkan Sandiaga Uno itu harus segera diisi.

"Saya kira harus ada wagub dalam waktu yang cepat supaya terisi. Jadi, ada balance antara gubernur dan wakil (gubernur) ketika mengambil kebijakan. Itu penting sekali," kata Adhyaksa seusai bertemu Prasetio.

Namun Adhyaksa membantah bahwa dia ingin menduduki jabatan wagub DKI Jakarta.  Dia mengatakan tidak berambisi untuk menduduki jabatan tersebut.

Baca juga: Adhyaksa Dault: Amit-amit Saya Ngebet Jabatan Wagub DKI...

 

"Perlu dicatat, ya, saya amit-amit ngebet jadi wagub. Saya sudah jadi menteri selama lima tahun, dapat penghargaan Bintang Mahaputra Adipradana, Masa ngebet jabatan wagub" kata Adhyaksa, Selasa.

Adhayksa juga mengatakan bahwa dia menghormati proses pemilihan wagub yang sedang berjalan. Dia justru mendukung agar posisi wagub DKI yang masih kosong sejak ditinggalkan Sandiaga Uno pada 10 Agustus 2018 itu cepat terisi.

Terkait pembicaraanya dengan Prasetio, ia menyatakkan bahwa itu hanya celetukan sesama teman masa muda.

"Kemarin, Edi Marsudi bilang ke saya, 'Lo aja yang jadi wagub DKI, Bro'. Ini obrolan lepas sebagai sesama anak Jakarta. Saya tidak tanggapi serius," kata Adhyaksa.

Adhyaksa juga menegaskan tidak pernah mendekati Partai Gerindra maupun PKS untuk jabatan itu.

"Enggak pernah saya minta ke Gerindra atau PKS. Sekarang gini, ini kita hormati saja yang sudah berjalan, saya kalau ditugaskan saya jalankan dengan baik, tapi kan saya memang tidak ditugaskan sejak awal, sudah ada calonnya, kita hormatilah," kata dia.

Pada Pilkada DKI 2017, Adhyaksa memang berniat maju sebagai calon gubernur. Dia mendekati sejumlah partai, termasuk Partai Demokrat. Namun tidak ada partai politik yang meminangnya. 

Baca juga: Saat Adhyaksa Dault Menunggu Pinangan Partai...

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kelurahan Ancol Imbau Warga Antisipasi Banjir Rob, Aliran Listrik Dimatikan

Kelurahan Ancol Imbau Warga Antisipasi Banjir Rob, Aliran Listrik Dimatikan

Megapolitan
Kasus 219 Kg Ganja dari Aceh, Jaksa Tuntut 3 Terdakwa Hukuman Mati

Kasus 219 Kg Ganja dari Aceh, Jaksa Tuntut 3 Terdakwa Hukuman Mati

Megapolitan
Bertambah 7 Kasus, Total 382 Pasien Covid-19 di Kota Tangerang

Bertambah 7 Kasus, Total 382 Pasien Covid-19 di Kota Tangerang

Megapolitan
Rekonstruksi Suami Lansia Bunuh Istri di Tangerang, Berawal dari Minum Miras Bareng

Rekonstruksi Suami Lansia Bunuh Istri di Tangerang, Berawal dari Minum Miras Bareng

Megapolitan
APBD Kota Bekasi 2020 Diperkirakan Anjlok 50 Persen

APBD Kota Bekasi 2020 Diperkirakan Anjlok 50 Persen

Megapolitan
Mulai 8 Juni, 50 Persen PNS Pemprov DKI Bakal Mulai Kerja di Kantor

Mulai 8 Juni, 50 Persen PNS Pemprov DKI Bakal Mulai Kerja di Kantor

Megapolitan
Kerugian Ekologis Akibat Perdagangan Ilegal 153 Reptil di Bandara Soetta Sangat Besar

Kerugian Ekologis Akibat Perdagangan Ilegal 153 Reptil di Bandara Soetta Sangat Besar

Megapolitan
Kurangi Bau Sampah, Damkar Tangsel Semprotkan Bahan Kimia ke TPA Cipeucang

Kurangi Bau Sampah, Damkar Tangsel Semprotkan Bahan Kimia ke TPA Cipeucang

Megapolitan
Masuk PSBB Proporsional, 16 RW di Kota Bekasi Masuk Zona Merah Covid-19, Berikut Daftarnya

Masuk PSBB Proporsional, 16 RW di Kota Bekasi Masuk Zona Merah Covid-19, Berikut Daftarnya

Megapolitan
Banjir Rob di Sunda Kelapa, 1.089 Keluarga Terdampak

Banjir Rob di Sunda Kelapa, 1.089 Keluarga Terdampak

Megapolitan
Kecamatan Senen Rencanakan Rapid Test Kampung di 6 Kelurahan

Kecamatan Senen Rencanakan Rapid Test Kampung di 6 Kelurahan

Megapolitan
PSBB Bogor, Aktivasi Mal Tunggu Perubahan Status Level Kewaspadaan

PSBB Bogor, Aktivasi Mal Tunggu Perubahan Status Level Kewaspadaan

Megapolitan
Rumah Karaoke di Bekasi Boleh Beroperasi asal Karyawannya Rapid Test

Rumah Karaoke di Bekasi Boleh Beroperasi asal Karyawannya Rapid Test

Megapolitan
Rentetan Perampokan, Polisi Minta Minimarket Dijaga Sekuriti

Rentetan Perampokan, Polisi Minta Minimarket Dijaga Sekuriti

Megapolitan
4 RT Zona Merah Covid-19 di Kelurahan Kramat Gunakan Sistem Satu Pintu

4 RT Zona Merah Covid-19 di Kelurahan Kramat Gunakan Sistem Satu Pintu

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X