Respons PNS Pemprov DKI soal Ide Pakai Baju Persija

Kompas.com - 03/07/2019, 18:02 WIB
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Magetan Iswahyudi Yulianto. Tanpa alasan yang jelas puluhan desa di Kabupaten Magetan enggan bentuk Bumdes. SUKOCOKepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Magetan Iswahyudi Yulianto. Tanpa alasan yang jelas puluhan desa di Kabupaten Magetan enggan bentuk Bumdes.
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Ide memakai baju klub sepak bola Persija yang dicanangkan Gubernur DKI untuk para PNS sempat jadi perbincangan publik. Beberapa PNS di lingkungan  Pemprov DKI memberi berbagai respons soal rencana ini.

Salah satunya pihak Kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Kecamatan ini mengaku mendukung ide memakai jersey tim sepak bola Perisja tersebut.

Hal tersebut dikatakan Sekertaris Kecamatan Kebayoran Baru Iswahyudi saat dikonfirmasi di Jakarta, Rabu (3/7/2019).


Baca juga: Pakai Kostum Persija, Ahok Dapat Tepukan Bobotoh

"Kami senang saja, kan mendukung tim kita, Persija. Malah senang kita, positif," ujar dia.

Iswahyudi beserta jajarannya akan mengikuti instruksi gubernur untuk memakai kostum Persija ketika klub berjuluk Macan Kemayoran itu berlaga.

"Kalau perintah gubernur kami jalankan," tambah dia.

Walaupun sebenarnya dirinya jarang menonton Persija berlaga, dia mengaku akan tetap memakai kostum tersebut sebagai bentuk dukungan kepada klub sepak bola itu.

"Saya sih jarang, anak saya aja tuh (sering nonton Perisja). Kadang-kadang saya ngawal dia aja," ucap dia.

Untuk diketahui, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan wacanakan agar aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memakai seragam Persija Jakarta.

Baca juga: Pemprov DKI Akan Gelar Sayembara Desain Baju Persija untuk ASN

"Jadi gini kalau Persija ada pertandingan baru kami pakai baju Persija. Kalau hari itu Persija tanding kami akan mendukung dengan memakai kostum Persija," ucap Anies di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Senin (1/7/2019).

Anies mengatakan, saat ini kostum tersebut masih disiapkan dan didesain secara khusus.

"Tapi masih disiapin kostumnya dulu karena desainnya beda supaya kalau rapat-rapat jangan pakai kaus oblong," tuturnya.

Ia menambahkan, kostum tersebut juga bisa dipakai sebagai alternatif jika ada rapat yang hanya memakai baju nonformal.

Baca juga: Anies Bakal Wajibkan ASN Pemprov DKI Pakai Baju Persija



Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X