Untuk Pilih Wakil Gubernur DKI, Anies Disarankan Tiru Cara Ahok

Kompas.com - 03/07/2019, 19:46 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies BaswedanKOMPAS/ TOTOK WIJAYANTO Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan
Penulis Cynthia Lova
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Pengamat Politik Yunarto Wijaya berpendapat bahwa penetapan calon wakil gubernur atau cawagub DKI Jakarta yang berlarut-larut ini akan usai apabila Gunernur Anies Baswedan sendiri yang menentukan pilihannya.

"Pertarungan antar partai ini bisa cepat selesai ketika gubernurnya yang adalah user-nya memilik otoritas tertinggi bisa mekakukan penegasan sikap," ujar Yunarto kepada Kompas.com, Rabu (3/7/2019).

Yunarto mencontohkan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok pada 2014 lalu yang saat itu langsung menentukan pilihannya kepada Djarot Saiful Hidayat untuk mengisi kursi calon wakil gubernur DKI Jakarta.


Baca juga: Saat Nama Adhyaksa Dault Disebut Lagi sebagai Cawagub DKI

Saat itu Ahok menunjuk Djarot sebagai wakil gubernur dengan berbagai alasan dan argumentasi yang sesuai dengan kriterianya.

Menurut Yunarto, hal yang dilakukan Ahok saat itu bisa diaplikasikan Anies untuk menentukan pasangannya dengan cepat.

Sehingga dua partai politik PKS- Gerindra tidak berlarut-larut bertarung untuk menentukan siapa yang akan jadi calon wakil Gubernur DKI Jakarta.

"Seperti yang dilakukan Ahok saat itu, ia langsung menyebut nama Djarot untuk jadi pasangan. Sehingga ketika Anies melemparkan ke publik siapa yang ia pilih jadi pasangannya dengan argumentasi yang rasional akan menjadi suatu tekanan sendiri untuk para parpol untuk kemudian cepat menyelesaikan (penetapan cawagub)," ucapnya.

Baca juga: Gerindra DKI Rela Cawagub DKI untuk PKS meski Prabowo-Sandi Kalah Pilpres

Ia menyayangkan sikap Anies yang tidak tegas dalam menentukan calon wakil gubernur. Harusnya Anies, kata Yunarto, bisa tegas mendorong panitia khusus agar cepat menentukan pilihan calon wakil gubernur DKI Jakarta.

"Saya menyayangkan Anies tidak bisa mendorong penetapan cawagub ini semakin cepat. Misalnya dia bilang saya ingin nama tertentu karena dia memiliki kriteria seperti ini dan saya pastikan apabila dipilih cepat dia akan membantu pencapaian kinerja. Itu bisa mempengaruhi percepatan pemilihan cawagub ini," kata Yunarto.

Adapun kursi wagub DKI masih kosong sejak ditinggalkan Sandiaga Uno pada 10 Agustus 2018. Partai Gerindra dan PKS telah mengajukan dua nama cawagub, yakni Agung Yulianto dan Ahmad Syaikhu, ke DPRD DKI.

DPRD DKI telah membentuk pansus untuk menggelar pemilihan wagub melalui rapat paripurna. Pansus itu kini tengah menyempurnakan tata tertib pemilihan wagub.

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Korban Cabut Laporan, Tersangka Kasus Dugaan Pelecehan Seksual di KRL Dibebaskan

Korban Cabut Laporan, Tersangka Kasus Dugaan Pelecehan Seksual di KRL Dibebaskan

Megapolitan
Senin Pagi, Udara di Bekasi dan Tangsel Lebih Buruk dari Jakarta

Senin Pagi, Udara di Bekasi dan Tangsel Lebih Buruk dari Jakarta

Megapolitan
6 Fakta Peristiwa Pria Gendong Jenazah Keponakan di Puskesmas Cikokol

6 Fakta Peristiwa Pria Gendong Jenazah Keponakan di Puskesmas Cikokol

Megapolitan
PR DPRD DKI Periode 2019-2024, Pilih Wagub hingga Sahkan Perda Sesuai Prolegda

PR DPRD DKI Periode 2019-2024, Pilih Wagub hingga Sahkan Perda Sesuai Prolegda

Megapolitan
Daftar Lokasi Layanan SIM Keliling Hari Ini

Daftar Lokasi Layanan SIM Keliling Hari Ini

Megapolitan
Kritik Riyanni Jangkaru soal Material Instalasi Gabion dan Bantahan Pemprov DKI

Kritik Riyanni Jangkaru soal Material Instalasi Gabion dan Bantahan Pemprov DKI

Megapolitan
Walikota Tangerang: Ambulans Tak Kurang, SOP Perlu Diubah agar Warga Terlayani

Walikota Tangerang: Ambulans Tak Kurang, SOP Perlu Diubah agar Warga Terlayani

Megapolitan
Anggota DPRD DKI Jakarta Periode 2019 - 2024 Dilantik Hari Ini

Anggota DPRD DKI Jakarta Periode 2019 - 2024 Dilantik Hari Ini

Megapolitan
Material Instalasi Gabion di Bundaran HI dari Batu Gamping

Material Instalasi Gabion di Bundaran HI dari Batu Gamping

Megapolitan
BMKG: Jakarta Berawan Hari Ini

BMKG: Jakarta Berawan Hari Ini

Megapolitan
Jenazah Digendong di Tangerang, Wali Kota Instruksikan Ubah SOP Penggunaan Ambulans

Jenazah Digendong di Tangerang, Wali Kota Instruksikan Ubah SOP Penggunaan Ambulans

Megapolitan
Kadishut DKI Bantah Gabion di Bundaran HI Berbahan Dasar Batu Karang

Kadishut DKI Bantah Gabion di Bundaran HI Berbahan Dasar Batu Karang

Megapolitan
Tak Hanya di DKI, Grace Natalie Sebut Seluruh Legislator dari PSI Tolak Pin Emas

Tak Hanya di DKI, Grace Natalie Sebut Seluruh Legislator dari PSI Tolak Pin Emas

Megapolitan
Sejumlah Tiang Listrik di Tangerang Selatan Patah, Kabel Ultilitas Berserakan

Sejumlah Tiang Listrik di Tangerang Selatan Patah, Kabel Ultilitas Berserakan

Megapolitan
Paman yang Gendong Jenazah Keponakan Tak Salahkan Puskesmas Cikokol

Paman yang Gendong Jenazah Keponakan Tak Salahkan Puskesmas Cikokol

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X