Warga Muara Baru Mengeluh Sumur Mengering

Kompas.com - 04/07/2019, 23:06 WIB
ilustrasi kekeringan
KOMPAS ilustrasi kekeringan

JAKARTA, KOMPAS.com - Warga Muara Baru Gedong Pompa, Kelurahan Penjaringan, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara mulai merasakan dampak kekeringan dan mengeluh sumur yang menjadi sumber air mereka mulai mengering. 

"Kalau kemarau begini air sumur berkurang, jadi menimbanya cuma bisa sedikit-sedikit," kata Maryati (59) warga Muara Baru Gedong Pompa, saat ditemui di Muara Baru, Kamis (4/7/2019), seperti dikutip Antara.

Menurut Maryati, kondisi berkurangnya air sumur bukan saja dialami sumurnya, tetapi juga terjadi di sejumlah sumur umum yang ada di perkampungan warga RW 20 tersebut.

Baca juga: BMKG: September Puncak Kekeringan di DKI, Pemprov Harus Bersiap

Jika satu sumur berkurang airnya, maka warga akan berpindah ke sumur lain yang ada di rumah warga lainnya untuk mendapatkan air.

Air sumur, menurut dia, dimanfaatkan oleh warga bersama-sama untuk keperluan mencuci piring, keperluan mencuci baju, dan mengepel lantai.

Pemanfaatan air sumur ini juga membantu warga menghemat pengeluaran untuk membeli air bersih yang sehari-hari diperlukan.

Sehari warga membeli air bersih dari penjual keliling dengan harga Rp 10.000 per toren (120 liter).

"Kalau untuk sehari-hari saya beli air. Pakai air sumur hanya untuk siram-siram toilet," kata Yati (55) warga lainnya.

Air sumur yang dimiliki warga, menurut dia, kualitasnya tidak bagus, kadang asam dan asin. Selain itu warnanya juga kecokelatan.

"Warga jarang pakai air sumur untuk minum atau mandi, hanya untuk bersih-bersih di kamar mandi dan cuci," kata Yati.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pusat mengatakan dua wilayah di Jakarta Utara memasuki masa hari tanpa hujan lebih panjang, yakni 30 sampai 61 hari.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber Antara
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Menengok Dhanagun, Vihara Berusia 3 Abad di Bogor

Menengok Dhanagun, Vihara Berusia 3 Abad di Bogor

Megapolitan
5 Fakta Pencurian Kotak Amal Masjid di Bekasi Utara

5 Fakta Pencurian Kotak Amal Masjid di Bekasi Utara

Megapolitan
Jumat, Jakarta Diprakirakan Hujan dari Pagi sampai Malam

Jumat, Jakarta Diprakirakan Hujan dari Pagi sampai Malam

Megapolitan
Proyek Revitalisasi Monas Molor, Kontraktor: Faktor Cuaca

Proyek Revitalisasi Monas Molor, Kontraktor: Faktor Cuaca

Megapolitan
Mantan Atlet Kayak Khawatir Diberhentikan sebagai Tenaga Honorer di Depok

Mantan Atlet Kayak Khawatir Diberhentikan sebagai Tenaga Honorer di Depok

Megapolitan
Cegah Penyebaran Virus Corona, Lion Air Group Batalkan Penerbangan ke China

Cegah Penyebaran Virus Corona, Lion Air Group Batalkan Penerbangan ke China

Megapolitan
Kronologi Terbongkarnya Praktik Prostitusi Online di Apartemen Kalibata

Kronologi Terbongkarnya Praktik Prostitusi Online di Apartemen Kalibata

Megapolitan
WNA AS Penyelundup Brownies Ganja Ditangkap, Temannya DPO

WNA AS Penyelundup Brownies Ganja Ditangkap, Temannya DPO

Megapolitan
KJRI Toronto Undang Bogor Hadiri Indonesian Summer Festival di Kanada

KJRI Toronto Undang Bogor Hadiri Indonesian Summer Festival di Kanada

Megapolitan
Cegah Banjir, Saluran Penghubung Sulaiman di Makasar Dikuras

Cegah Banjir, Saluran Penghubung Sulaiman di Makasar Dikuras

Megapolitan
Kisah Grup Barongsai Kong Ha Hong, Dilarang Era Orba dan Kini Jadi Juara Dunia

Kisah Grup Barongsai Kong Ha Hong, Dilarang Era Orba dan Kini Jadi Juara Dunia

Megapolitan
Ketua Ormas Goib Bantah Buat Spanduk Tolak Bioskop XXI karena Faktor Ekonomi

Ketua Ormas Goib Bantah Buat Spanduk Tolak Bioskop XXI karena Faktor Ekonomi

Megapolitan
Bikin Surat Pamitan, Dirut Transjakarta yang Mundur Sebut Anies 'Bapak Integrasi'

Bikin Surat Pamitan, Dirut Transjakarta yang Mundur Sebut Anies "Bapak Integrasi"

Megapolitan
Dirut Transjakarta Mundur, Posisinya Digantikan Wakil Ketua DTKJ

Dirut Transjakarta Mundur, Posisinya Digantikan Wakil Ketua DTKJ

Megapolitan
Harga Cabai Rawit Merah di Bogor Tembus Rp 90.000 Per Kilo

Harga Cabai Rawit Merah di Bogor Tembus Rp 90.000 Per Kilo

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X