Digugat karena Kualitas Udara Jakarta Buruk, Ini Tanggapan Anies

Kompas.com - 05/07/2019, 11:26 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies BaswedanKOMPAS/ TOTOK WIJAYANTO Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan

JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menghormati gugatan yang dilayangkan kepadanya dan sejumlah lembaga pemerintahan karena kualitas udara Jakarta yang buruk. Menurut Anies, siapa pun berhak mengajukan gugatan.

"Setiap warga negara, setiap badan, memiliki hak untuk menempuh jalur hukum atas semua masalah yang dianggap perlu untuk diselesaikan lewat jalur hukum. Jadi, kita hargai, kita hormati, dan nanti biar proses hukum berjalan," ujar Anies di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jumat (5/7/2019).

Anies menyampaikan, Pemprov DKI Jakarta memiliki sejumlah rencana untuk memperbaiki kualitas udara Jakarta, mulai dari rencana jangka pendek hingga jangka panjang.

Baca juga: Udara Jakarta Buruk, Warga Gugat Anies hingga Jokowi ke Pengadilan


Rencana jangka pendek yakni memperbanyak alat ukur kualitas udara. Dengan demikian, alat ukur tersebut mencerminkan kualitas udara di seluruh Jakarta.

Kemudian, Pemprov DKI juga akan mengendalikan emisi kendaraan bermotor dengan mewajibkan seluruh kendaraan bermotor yang beroperasi di Jakarta lolos uji emisi mulai 2020. Kendaraan bermotor yang tidak lolos uji emisi nantinya akan bayar parkir lebih mahal.

Pemprov DKI juga mengimbau seluruh warga untuk mengurangi penggunaan kendaraan pribadi dan beralih menggunakan transportasi umum.

"Transjakarta jangkauannya sudah lebih luas, kualitasnya baik, ada MRT, dan juga kendaraan-kendaraan umum lainnya. Gunakan itu," kata Anies.

Sebelumnya diberitakan, sejumlah warga menggugat Pemerintah Provinsi DKI Jakarta hingga Presiden karena kualitas udara Jakarta yang makin memburuk.

Sejumlah warga menggugat Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan hingga Presiden Joko Widodo terkait buruknya udara Jakarta, PN Jakarta Pusat, Kamis (4/7/2019)Dokumentasi LBH Jakarta Sejumlah warga menggugat Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan hingga Presiden Joko Widodo terkait buruknya udara Jakarta, PN Jakarta Pusat, Kamis (4/7/2019)

Sejumlah warga ini tergabung dalam Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta, Greenpeace Indonesia, dan Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Jakarta.

Halaman:
Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Bus Transpatriot Rute Baru Gratis sampai Awal September

Bus Transpatriot Rute Baru Gratis sampai Awal September

Megapolitan
Pastikan JIS Jadi Stadion Standar Internasional, Jakpro Koordinasi dengan FIFA

Pastikan JIS Jadi Stadion Standar Internasional, Jakpro Koordinasi dengan FIFA

Megapolitan
Dua Rute Baru Transpatriot Bekasi Resmi Beroperasi Mulai Hari Ini

Dua Rute Baru Transpatriot Bekasi Resmi Beroperasi Mulai Hari Ini

Megapolitan
Hari Ini, Kivlan Zen Diserahkan ke Kejari Jakarta Pusat

Hari Ini, Kivlan Zen Diserahkan ke Kejari Jakarta Pusat

Megapolitan
Polisi Kesulitan Tangkap Pak Ogah yang Lecehkan Pengendara Motor di Bintaro

Polisi Kesulitan Tangkap Pak Ogah yang Lecehkan Pengendara Motor di Bintaro

Megapolitan
Kontainer Hampir Tersangkut JPO Sebabkan Kemacetan Panjang di Jalan Sudirman Bekasi

Kontainer Hampir Tersangkut JPO Sebabkan Kemacetan Panjang di Jalan Sudirman Bekasi

Megapolitan
Polisi Imbau Apartemen dan Hotel Perketat Keamanan demi Hindari Tindakan Asusila

Polisi Imbau Apartemen dan Hotel Perketat Keamanan demi Hindari Tindakan Asusila

Megapolitan
Jakpro Tetap Bangun Jakarta Internasional Stadium Meski Lahannya Sengketa

Jakpro Tetap Bangun Jakarta Internasional Stadium Meski Lahannya Sengketa

Megapolitan
Ini Sebabnya Ganja Jadi Narkoba yang Paling Banyak Dipasarkan ke Mahasiswa

Ini Sebabnya Ganja Jadi Narkoba yang Paling Banyak Dipasarkan ke Mahasiswa

Megapolitan
Warga Jelupang Minta Kondisi Jalan Dikembalikan Seperti Awal

Warga Jelupang Minta Kondisi Jalan Dikembalikan Seperti Awal

Megapolitan
Ganggu Pejalan Kaki, PKL dan Ojol yang Kerap Mangkal di Trotoar Lenteng Agung Ditertibkan

Ganggu Pejalan Kaki, PKL dan Ojol yang Kerap Mangkal di Trotoar Lenteng Agung Ditertibkan

Megapolitan
Ancaman di Balik Ganja yang Memabukkan...

Ancaman di Balik Ganja yang Memabukkan...

Megapolitan
Nasib Nahas Orangtua, Tertimpa Pohon hingga Tewas Saat Tunggu Putrinya Ujian

Nasib Nahas Orangtua, Tertimpa Pohon hingga Tewas Saat Tunggu Putrinya Ujian

Megapolitan
Fakta Baru Kasus Obat Kedaluwarsa, Munculnya Korban Lain dan Dugaan Kesengajaan

Fakta Baru Kasus Obat Kedaluwarsa, Munculnya Korban Lain dan Dugaan Kesengajaan

Megapolitan
Gabion Pengganti Getih Getah di Bundaran HI...

Gabion Pengganti Getih Getah di Bundaran HI...

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X