Sutopo Purwo Nugroho, "Nyontek" Cara Kerja Wartawan untuk Kabarkan Bencana

Kompas.com - 07/07/2019, 06:48 WIB
Sutopo Purwo Nugroho berfoto di depan lambang Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kamis (4/10/2018) KOMPAS.com/FITRIA CHUSNA FARISASutopo Purwo Nugroho berfoto di depan lambang Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kamis (4/10/2018)
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Bagi Sutopo Purwo Nugroho, menjadi seorang Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas Badan Nasional Penanganan Bencana ( BNPB) merupakan tugas yang cukup menantang. Pasalnya, tugas ini berpacu dengan waktu, perkembangan penanganan bencana selalu perlu diinfokan setiap waktu. 

Masih teringat di benak Kompas.com sebuah percakapan Sutopo dengan teman-teman media pada tahun 2015 lalu.

Sutopo memilih duduk bersama wartawan di sebuah meja kecil dengan lima kursi yang ada di Kantor Presiden. Mungkin ada sekitar delapan orang yang mengerumini Pak Topo, demikian dia dipanggil, waktu itu.

Kami tidak sedang melakukan wawancara. Semua sibuk dengan kegiatan masing-masing. Ada yang sambil bercerita, ada juga yang serius dengan laptop dan ponselnya karena harus mengetik menuntaskan berita.

Baca juga: Kepala Pusdatinmas BNBP Sutopo Purwo Nugroho Meninggal Dunia di China

Sementara Pak Topo ketika itu jari jemarinya sibuk menekan ponsel sambil bercerita bersama kami. Pembicaraan dibuka dengan Pak Topo yang bertanya, humas kementerian atau lembaga yang menurut kami paling bagus.

Bagus dalam artian, cepat menyebarkan informasi dan tidak sulit dihubungi wartawan.

Kami pun sepakat menyebut nama pria kelahiran Boyolali, 7 Oktober 1959 itu.

"Enggak lah, yang lain. Biar aku belajar yang bagus di mata wartawan itu seperti apa?" tanyanya.

Baca juga: OBITUARI: Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Humas BNPB dalam Kenangan

Sejumlah wartawan kemudian menyebut Humas Kementerian Luar Negeri hingga kementerian-kementerian di sektor ekonomi. Sutopo menyimak alasan-alasan yang disampaikan wartawan ketika itu sambil mengangguk-angguk.

Bagi kami, yang terpenting informasi cepat didapat, lengkap, dan pejabat yang berwenang mudah dikonfirmasi. Sutopo pun sepakat. Informasi harus cepat mengalir ketika sebuah peristiwa besar terjadi.

Informasi itu juga haruslah lengkap, pasti, dan tak menimbulkan tanda tanya. Hal ini penting untuk menangkal berita-berita bohong atau hoaks, kata Sutopo waktu itu.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gabung Aksi di Depan Bawaslu, Pria yang Ancam Penggal Jokowi Mengaku Hanya Ikut-ikutan Teman

Gabung Aksi di Depan Bawaslu, Pria yang Ancam Penggal Jokowi Mengaku Hanya Ikut-ikutan Teman

Megapolitan
Dalam Sidang, Pria yang Ancam Penggal Jokowi Mengaku Diintimidasi Saat Diperiksa Polisi

Dalam Sidang, Pria yang Ancam Penggal Jokowi Mengaku Diintimidasi Saat Diperiksa Polisi

Megapolitan
Dalam Sidang, Hermawan Mengaku Spontan Keluarkan Ancaman Penggal Jokowi

Dalam Sidang, Hermawan Mengaku Spontan Keluarkan Ancaman Penggal Jokowi

Megapolitan
Pramugari Lion Air Masuk Rumah Sakit Setelah Pulang dari China, Ini Penjelasannya

Pramugari Lion Air Masuk Rumah Sakit Setelah Pulang dari China, Ini Penjelasannya

Megapolitan
Polisi Usut Pencurian Ban Mobil yang Terparkir di Mal Bekasi

Polisi Usut Pencurian Ban Mobil yang Terparkir di Mal Bekasi

Megapolitan
Pelaku Penganiayaan Penumpang Transjakarta Diperiksa Kejiwaannya di RS Polri

Pelaku Penganiayaan Penumpang Transjakarta Diperiksa Kejiwaannya di RS Polri

Megapolitan
Saluran Penghubung Sulaiman Selesai Dikuras, Lurah Yakin Cipinang Melayu Tak Banjir Lagi

Saluran Penghubung Sulaiman Selesai Dikuras, Lurah Yakin Cipinang Melayu Tak Banjir Lagi

Megapolitan
Sejak Awal Tahun, Damkar Tangsel Tangkap Hampir 50 Ular di Permukiman Warga

Sejak Awal Tahun, Damkar Tangsel Tangkap Hampir 50 Ular di Permukiman Warga

Megapolitan
Transjakarta Akan Beri Santunan ke Keluarga Pegawai yang Meninggal Usai Pingsan di Halte

Transjakarta Akan Beri Santunan ke Keluarga Pegawai yang Meninggal Usai Pingsan di Halte

Megapolitan
Bukan Silet, Perempuan yang Serang Penumpang Transjakarta Gunakan Kuku untuk Lukai Korban

Bukan Silet, Perempuan yang Serang Penumpang Transjakarta Gunakan Kuku untuk Lukai Korban

Megapolitan
Pabrik Gas Meledak di Sukawangi Bekasi, 7 Orang Luka Bakar Serius

Pabrik Gas Meledak di Sukawangi Bekasi, 7 Orang Luka Bakar Serius

Megapolitan
Polisi Akan Periksa Petinggi King of The King

Polisi Akan Periksa Petinggi King of The King

Megapolitan
Pemasang Spanduk King of The King di Kota Tangerang Tergiur Imbalan dari 'Raja'

Pemasang Spanduk King of The King di Kota Tangerang Tergiur Imbalan dari 'Raja'

Megapolitan
Kronologi Meninggalnya Pegawai Transjakarta Usai Pingsan Saat Bertugas di Halte

Kronologi Meninggalnya Pegawai Transjakarta Usai Pingsan Saat Bertugas di Halte

Megapolitan
Belum Jalani Hukuman, Mantan Dirut Transjakarta Diburu Kejari Jakpus

Belum Jalani Hukuman, Mantan Dirut Transjakarta Diburu Kejari Jakpus

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X