5 Fakta Sutopo Purwo Nugroho, Aktif di Media Sosal hingga Idolakan Jokowi dan Raisa

Kompas.com - 07/07/2019, 06:58 WIB
Kepala Pusat Data Informasi dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho di kantor BNPB, Jakarta Timur, Jumat (29/3/2019). CHRISTOFORUS RISTIANTO/KOMPAS.comKepala Pusat Data Informasi dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho di kantor BNPB, Jakarta Timur, Jumat (29/3/2019).

3. Mengidolakan Jokowi dan Raisa

Sutopo dikenal mengidolakan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Ia mengidolakan sosok presiden itu sejak Jokowi masih jadi wali kota Solo. Sutopo pun ingin bertatap muka dengan Jokowi, bahkan sekadar berjabat tangan.

Keinginannya tersebut pun terwujud ketika ia diundang langsung oleh Jokowi pada Jumat (5/10/2018) di Istana Bogor.

Ia tidak hanya bisa bersalaman, tapi juga mengobrol dengan Presiden.

Selain Jokowi, Sutopo juga dikenal sebagai fans dari penyanyi Raisa. Ia mengaku sering mendengarkan lagu-lagu Raisa, bahkan hafal liriknya.

Tak butuh waktu lama setelah pertemuannya dengan Jokowi, pelantun lagu Mantan Terindah itu membalas mention Sutopo, bahkan mengirim pesan melalui Twitter.

Selanjutnya, Raisa dan Sutopo juga sempat berbicara melalui panggilan video. Momen itu disaksikan oleh ratusan awak media di kantor BNPB, selepas konferensi pers.

4. Divonis mengidap kanker paru-paru stadium 4B

Sutopo mengaku kerap batuk. Ia memilih mengonsumsi obat pasaran untuk menyembuhkan batuknya tersebut. Namun, lama-kelamaan ia batuk dengan durasi sembuh yang cukup lama.

Akhirnya, Sutopo memutuskan untuk memeriksa kesehatannya ke dokter spesialis jantung pada akhir 2017. Kala itu, ia dinyatakan sehat dan terbebas dari penyakit. Dokter hanya mengatakan bahwa asam lambungnya tinggi.

Baca juga: OBITUARI: Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Humas BNPB dalam Kenangan

Pada Januari 2018, Sutopo kembali berinisiatif mengecek kesehatan ke dokter spesialis paru-paru. Dari situlah ia tahu kanker telah bersarang di tubuhnya. Ia divonis kanker paru-paru stadium 4B pada 17 Januari 2018.

“Kaget saya. Kanker? Aduh gimana ini. Saya pulang ke rumah, enggak bilang sama anak istri saya,” kata Sutopo kepada Kompas.com, Kamis (4/10/2018).

Tak merasa yakin dengan vonis dokter, Sutopo berusaha mencari opini dokter lainnya terkait kesehatannya. Ia pun mengecek kesehatannya di Malaysia. Hasilnya sama, dokter memvonis Sutopo mengidap kanker paru-paru stadium 4B.

5. Berobat ke Guangzhou, China

Saat divonis mengidap kanker paru-paru, Sutopo pernah berpikir untuk menyerah dan melepas jabatan kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas BNPB. Namun, ia sadar bahwa masyarakat membutuhkan dirinya.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lucinta Luna Divonis 1,5 Tahun Penjara, Jaksa Banding

Lucinta Luna Divonis 1,5 Tahun Penjara, Jaksa Banding

Megapolitan
Garuda Indonesia Gelar Sayembara Desain Masker di Moncong Pesawat

Garuda Indonesia Gelar Sayembara Desain Masker di Moncong Pesawat

Megapolitan
Warga Kepulauan Seribu Keluhkan Kondisi Ekonomi akibat PSBB Jakarta

Warga Kepulauan Seribu Keluhkan Kondisi Ekonomi akibat PSBB Jakarta

Megapolitan
Polisi Masukkan Nama Cai Changpan ke Dalam DPO

Polisi Masukkan Nama Cai Changpan ke Dalam DPO

Megapolitan
Batasi Jam Operasional, Pemkot Bekasi Harap Pelaku Usaha Utamakan Kesehatan

Batasi Jam Operasional, Pemkot Bekasi Harap Pelaku Usaha Utamakan Kesehatan

Megapolitan
Warga Jakarta Pindah Tongkrongan ke Bodetabek, Wagub DKI Minta Perketat Protokol Kesehatan

Warga Jakarta Pindah Tongkrongan ke Bodetabek, Wagub DKI Minta Perketat Protokol Kesehatan

Megapolitan
Digemari Masyarakat, Ini Alasan Harga Janda Bolong Melambung

Digemari Masyarakat, Ini Alasan Harga Janda Bolong Melambung

Megapolitan
UPDATE 1 Oktober: Pasien Covid-19 Sembuh di Tangsel Capai 1.007 Orang

UPDATE 1 Oktober: Pasien Covid-19 Sembuh di Tangsel Capai 1.007 Orang

Megapolitan
Remaja Tewas Dibacok dalam Tawuran di Tengah Pandemi Covid-19

Remaja Tewas Dibacok dalam Tawuran di Tengah Pandemi Covid-19

Megapolitan
Kecelakaan hingga Mobil Terbalik di Tol JORR, Suami, Istri, dan Anak Selamat

Kecelakaan hingga Mobil Terbalik di Tol JORR, Suami, Istri, dan Anak Selamat

Megapolitan
Pangdam Jaya Sebut Belum Ada yang Kena Sanksi akibat Kericuhan di TMP Kalibata

Pangdam Jaya Sebut Belum Ada yang Kena Sanksi akibat Kericuhan di TMP Kalibata

Megapolitan
Satpol PP Bakal Segel Tempat Usaha di Kota Bekasi yang Beroperasi di Atas Pukul 18.00 WIB

Satpol PP Bakal Segel Tempat Usaha di Kota Bekasi yang Beroperasi di Atas Pukul 18.00 WIB

Megapolitan
Langkah Pengelola Atasi Anjloknya Jumlah Penumpang di Bandara Sekarno-Hatta Selama Pandemi

Langkah Pengelola Atasi Anjloknya Jumlah Penumpang di Bandara Sekarno-Hatta Selama Pandemi

Megapolitan
Kampanye di Buaran, Sara Janjikan Pusat Kesenian seperti TIM di Tangsel

Kampanye di Buaran, Sara Janjikan Pusat Kesenian seperti TIM di Tangsel

Megapolitan
Pasien OTG Meningkat, Pemprov DKI Terus Siagakan Fasilitas Isolasi Mandiri

Pasien OTG Meningkat, Pemprov DKI Terus Siagakan Fasilitas Isolasi Mandiri

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X